Pages

kuliah lintas universitas

Jumat, 17 Oktober 2008

Seperti biasa, hari jum'at aku ga ada jadwal kuliah dan kebetulan aku memang sedang boke' aliaz ga da duit. jadilah kuputuskan pulang ke solo pada kamis sorenya sepulang kuliah agama. karena bis yang super lemot, aku baru nyampe sekitar jam setengah 8 malam, padahal aku berangkat dari jogja jam setengah 5 sore.
tanpa pikir panjang, aku menyusup di pelajaran agama kelas b jurusan akuntansi fakultas ekonomi uns karena memang ada temanku disana.
kami sengaja mencari tempat duduk di bagian belakang agar tidak ketahuan dosen.
tapi ternyata aku tetap ketahuan sebagai penyusup dan membuat heboh kelas itu karena aku ga bisa diem sepanjang perjalanan, eh, pelajaran!
gila, ngebosenin bgd! mana anak2nya pada pendiem lagi! otomatis langsung keliatan klo aku 'beda', hehe...
salah satu temenku kliatan shock berat waktu liat aku tiba2 nongol di kelasnya, hahahaha...!!!
dan gara2 ulahku yg ge je nie temen2 baruku d kelas b akuntansi uns pada mau coba2 nyusupin temen mereka, wakakakaka... ^o^
yeeee, nyebar dech virusku... virus gila dengan ide2 yg super ge je...
pernahkah kalian melihat fenomena seperti ini?
tinggalin komen ya! apa pun pendapat kalian dech!

Kecewaku…

Senin, 06 Oktober 2008

Ini adalah sisi lain dari lebaranku. Ternyata tak selamanya lebaran akan terisi oleh kebahagiaan. Buktinya aku merasakan kekecewaan yang mendalam pada lebaranku tahun ini. Dari awal sejak masih di Jogja, aku merencanakan sesuatu dan itulah satu-satunya alasan mengapa aku sangat bersemangat pulang ke Solo. Tapi ternyata Allah berkehendak lain. Rencanaku gagal total!

Aku sangat ingin bertemu dengan seseorang, dan aku membuat janji dengannya untuk nonton bareng film laskar pelangi. Sebenarnya ada temanku yang mengajak nonton film tersebut sejak masih di Jogja, namun aku menolak dan bersikeras akan menonton film itu di Solo, sesuai janjiku. Saat membuat perjanjian aku sudah memaksa orang itu untuk menentukan kepastian waktunya, tetapi ia menolak sehingga aku setuju saja untuk membahas hal itu lagi saat kami sudah sama-sama ada di Solo.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, aku menghabiskan hari-hari lebaranku di tempat nenek dan kakekku di daerah Sragen. Di sana memang ada sinyal, tapi sms dan telpon nyaris sama sekali tak bisa kulakukan. Aku menerima banyak sms dari teman-temanku dengan waktu yang terpaut beberapa jam dari pengiriman mereka dan aku tidak bisa membalas semua sms-sms itu. Memang ada yang terkirim, tapi tidak ada laporan pngirimannya. Aku tidak tahu pasti, entah terkirim atau tidak.

Sampai hari ke-4 lebaran aku baru pulang ke Solo. Aku sms orang itu dan dia bilang acara nonton bareng kami gagal karena dia sudah menonton terlebih dahulu, entah sama siapa. Aku kecewa, sangat kecewa. Dia sudah menyampaikan permintaan maafnya dan menjelaskan bahwa dia sudah berusaha mengirim sms padaku sebelumnya tetapi tak ada respon dariku.

Aku bilang padanya kalau aku baru saja pulang dari luar kota yang sama sekali tidak ada sinyal. Inilah yang aku benci dari tempat tinggal kakek dan nenekku. aku memang senang berada di sana, bertemu dengan sanak saudara. Tetapi, aku merasa seakan-akan aku menghilang dari peradaban manusia. Susah mengirim sms, susah menelpon, dan tidak ada jaringan internet. Kalaupun ada warnet, harus menempuh jarak belasan kilometer.

Jika seperti ini kejadiannya, siapa yang patut dipersalahkan? Seseorang itu tak mungkin kupersalahkan karena dia aku percaya dia memang sudah berusaha menghubungiku. Diriku sendiri? Itu lebih tidak mungkin! Aku kesana untuk berlebaran bersama keluarga besarku dan memang sudah menjadi tradisi. Operator seluler? Yah, mungkin memang pihak yang paling patut dipersalahkan secara logika untuk kejadian ini. Kalau mereka memasang tower yang lebih banyak dan meningkatkan kualitas pelayanan, terutama saat lebaran seperti ini pasti komunikasi kami akan lebih lancar dan tidak akan terjadi misscommunication seperti ini.

Jujur, aku sangat kecewa dengan kartu prabayarku yang selama ini aku banggakan karena tarif murahnya. Buat apa memasang tarif sms dan telpon murah tetapi tak bisa digunakan? Mengirim sms tak pernah ada laporan tetapi pulsa tetap berkurang, menelpon selalu gagal. Tetapi mau bagaimana lagi? Nomorku sudah terlanjur tersebar ke teman-temanku, susah kalau mau ganti lagi. Untuk operator seluler yang punya semboyan murah bangets tolong memperbaiki kualitas pelayanan dong! Jangan sampai customer merasa dirugikan seperti ini! Sekarang baru menggagalkan rencana orang, kalau lain kali memutuskan hubungan orang gara-gara miskomunikasi kayak gimi gimana? Kalau kami pindah ke operator lain, kalian juga kan yang rugi??? Sori,,bukannya aku mencari kambing hitam, tetapi ini benar-benar mengecewakan!

Inikah jawaban Tuhan?

Aku memang tak bisa menyalahkanmu dalam hal ini.

Aku sendiri pun merasa tidak bersalah.

Ini hanya masalah miskomunikasi..

Namun tak dapat dipungkiri, aku kecewa juga.

Walau aku sudah berusaha keras untuk berpikir seobjektif mungkin dalam masalah ini tetapi faktor perasaan tak bisa dihilangkan.

Aku benar-benar menyesalkan hal ini.

Aku hampir meneteskan air mata saking kecewanya, tetapi aku berusaha untuk tidak membesar-besarkannya dan menganggap ini hanya masalah kecil.

Aku menjadi bertanya dalam hati, apakah ini jawaban Tuhan atas doa-doaku?

Mungkinkah ini pertanda bahwa Ia ingin menjauhkan kita?

Jika memang harus sampai di sini saja, aku rela…

Paling tidak aku akan berusaha tuk menerima kenyataan…

Bahwa aku tak selamanya bisa mendapatkan apa yang ku impikan…

Semoga memang inilah yang terbaik…

 
FREE BLOGGER TEMPLATE BY DESIGNER BLOGS