Pages

Diary Geng (Bagian 2)

Senin, 16 April 2012

Sepertinya fenomena diary geng ini memang marak di kalangan remaja putri. Salah satu teman SMP-ku, yang juga punya geng di SMA-nya, ternyata juga memiliki diary geng. Mereka pun menulisinya secara bergantian. Tetapi aku tidak tahu apakah mereka masih menulis diary atau telah berpindah ke grup BBM.

Dan sekarang, Intan, salah satu anggota Uniq Roku, menugusulkan untuk menghidupkan kembali tradisi menulis diary ggeng. Karena kami terpencar jarak; aku di Jogja, Intan di Semarang, dan yang lain tetap di Solo, namun juga tak pernah bisa bertemu satu sama lain karena kesibukan yang berbeda. Untuk menyiasatinya, kami membuat jadwal penulisan. Setiap orang mempunyai waktu 2 minggu untuk membawa diary itu bersamanya. Setelah 2 minggu, ia harus memberikannya kepada teman yang lain. Tongkat estafet penulisan diary ini ditentukan urut tanggal lahir. Misalnya, Visca yang lahir 14 Januariharus memberikannya kepada Paulina yang berulang tahun 6 Februari, dan seterusnya.

Aku baru sadar! Ada yang unik lagi disini! Tias dan Lamia sama-sama lahir pada tanggal 23 April. Berarti mereka mendapat jatah menulis berbarengan, sama seperti aku dan Lulu sewaktu mengasuh Chatum dulu. Oh, dari tadi selalu ada pola yang sama antara Uniq Roku dan Spinpop! Mungkinkah ini pertanda? Pertanda apakah ini? Oke, mari kita lanjutkan sebelum menjadi lebay!

Sejujurnya, aku pesimis dengan usul Intan. Walaupun aku setuju, secara kami sangat jarang bertemu dan mungkin ini bisa menjadi alat perekat persahabatan kami selain situs jejaring sosial yang ada. Kami tidak berkomunikasi secara intens disana. Bagaimanapun, tulisan di sebuah buku akan lebih terasa nyata daripada sebuah akun di dunia maya.

But, we never know if we don't try, right? Mari kita coba, siapa tahu kami punya passion yang sama untuk mempererat persahabatan sudah lama terjalin ini, bukan sekadar untuk mempertahankan apa yang sudah ada.


Diary Geng (Bagian 1)

Waktu SMA, selayaknya ABG lain, aku punya beberapa teman dekat yang kemana-mana selalu bersama, atau bahasa gaulnya disebut 'geng'. Kami menamakan diri 'Uniq Roku'. Uniq berarti unik dan roku berarti 6 dalam bahasa Jepang. Awalnya, kami beranggotakan 6 orang dari kelas XI IS 3. Ada aku, Paulina, Eka, Visca, Intan dan Lamia. Pada perkembangannya, anggota kami bertambah dengan masuknya Tias dan Dita. Sebenarnya ada Nanda juga, tetapi dia belum pernah ikut kami kumpul full team dan lebih dekat denganku atau Intan. Jadi ya, 8 orang saja sampai saat ini yang masih keep in touch.

Dulu, entah dimulai dari kapan, aku lupa, kami mempunyai buku harian bersama. Buku tulis Sina Dunia biasa yang kami corat-coret dengan pengalaman menarik yang terjadi di masa remaja. Kami menulisinya secara bergantian. Tidak ada jadwal khusus. Syaratnya hanya 1; orang di luar geng kami tidak boleh ada yang tahu kalau itu buku diary, apalagi tentang isinya. Sampai saat ini, hampir 4 tahun setelah kami lulus dari Smaga, buku itu masih tersimpan rapi di rumah Paulina. Untung bukan di rumahku, atau pasti sudah berakhir menjadi bungkus tempe.

Kemudian, waktu kuliah, aku juga punya semcam geng yang beranggotakan kaum hawa semua. Namanya 'Spinpop'. Awalnya anggotanya ada 6 juga, mungkin itu angka yang bagus untuk memulai sisterhood di fase kehidupan berikutnya. Ada aku, Lulu, Ontin, Luki, Unin, dan Dena. Sama seperti Uniq Roku, Spinpop juga mengalami penambahan anggota dengan hadirnya Ocha dan Ike. Sama-sama jadi 8 orang. Mungkin ini angka keberuntungan selanjutnya.

Di awal semester 4, diprakarsai Ontin, kami membuka lembaran baru 'Chatum', singkatan dari 'Channing Tatum'. Tenang haadirin wal hadirot sekalian, ini bukan tentang aktor ganteng yang terkenal itu. Kami hanya meminjam namanya karena memang ia figur lelaki dambaan kami, haha, Chatum berbentuk lebih elegan dari diary Uniq Roku zaman SMA. Ia berlapis hard cover yang bermotif ukiran dan ada pita pembatas di dalamnya. Sangat berkelas dan mengangkat derajat kami, haha. Orang luar yang tidak tahu sering mengira itu Al Qur'an, yang kami iyakan saja agar mereka tidak kepo lebih lanjut.

Awalnya kami bebas menulisinya kapan saja, sampai satu semester selesai dan kami agak susah bertemu karena kelas yang diambil berbeda-beda. Kami memutuskan membuat jadwal pengasuhan Chatum. Ada yang unik disini. Karena dalam seminggu hanya ada 7 hari, maka ada 2 orang yang mendapat jadwal menulis secara bersamaan. Dan orang-orang yang beruntung tersebut adalah aku dan Lulu, karena kami dinilai masihsering bertemu walaupun mengambil konsentrasi mata kuliah
yang berbeda.

Saat ini, Chatum sudah beristirahat dengan tenang, di rumah Lulu kalau tidak salah. Ia telah menjalankan tugasnya dengan seratus halaman lebih. Bnayak cerita di dalamnya, yang mungkin akan menjadi perekat kami di masa mendatang. Saat kami sudah menempuh hidup masing-masing, pekerjaan masing-masing. Seperti yang terjadi kalau sedang berkumpul dengan Uniq Roku, pasti ada saja cerita di diary yang diangkat untuk bernostalgia dan tertawa bersama.

Ketan "Perekat Ikatan"

Kamis, 12 April 2012


Minggu lalu, di rumahku ada pengajian kelompok haji orang tuaku. Sebagai tuan rumah, pasti kami mempersiapkan segala sesuatu yang diperlukan, tak terkecuali makanan untuk dihidangkan. Walaupun sudah memesan snack di salah satu tempat catering, kami tetap membuat makanan kecil sebagai tambahan, yaitu ketan lemper.

Seperti namanya, lemper dibuat dari beras ketan yang sudah dimasak dengan santan kelapa suapaya gurih. Cara membuatnya pun sederhana. Pertama, ambil kira-kira sekepal ketan, kemudian dibentuk pipih. Setelah itu, beri abon sapi secukupnya sebagai isi di dalamnya. Kemudian, gulung dan bentuk memanjang seperti arem-arem, beri penjepit lidi di kedua ujungnya. Gulungan-gulungan ketan lemper harus dikukus kembali agar tahan lama sampai keesokan harinya.







Dalam kebudayaan Jawa, biasanya ketan lemper menjadi makanan wajib di acara pernikahan. Bukan hanya karena rasanya yang enak, tetapi ternyata ada filosofinya juga. Ketan berarti “ngraketke ikatan” atau “merekatkan ikatan”. Ketan lemper digunakan sebagai simbol perekat hubungan agar langgeng dan sampai akhir hayat. Wah, so sweet yaaa…!
 
FREE BLOGGER TEMPLATE BY DESIGNER BLOGS