Pages

renungan akhir tahun dan harapan tahun baruku

Selasa, 30 Desember 2008


2008 tinggal sehari lagi. apa saja yang sudah ku lakukan setahun ini?
banyak sekali, dari yang menyenangkan hingga menyedihkan, dari keberhasilan hingga kegagalan, dari kebersamaan hingga kesendirian, dari kepuasan hingga kekecewaan, semua telah terjadi sepanajang tahun ini, mewarnai lembar-lembar kehidupan yang aku lalui.
tahun ini aku lulus SMA. tahun ini aku masuk perguruan tinggi,. tahun ini untuk pertama kalinya kau tinggal di kost, jauh dari orang tua. tahun ini aku mendapat teman-teman baru, lingkungan baru, dunia baru. tahun ini aku memutuskan persahabatanku dengan tiga orang sekaligus, tindakan yang sama sekali tak pernah kulakukan dan tak pernah terbayang di benakku, tetapi ternyata aku harus melakukannya. tahun ini aku mempunyai rekening tabungan sendiri. tahun ini aku mendapat dan kehilangan hp baru. tahun ini aku merasa sembuh dari penyakitku dan bisa mulai minum es lagi. tahun ini aku harus melepaskan satu-satunya orang yang kucintai untuk orang lain. tahun ini aku merasa hebat karena tak lagi bergantung pada siapapun. tahun ini aku serius berhati-hati pada virus computer. tahun ini printerku bangun dari tidur panjangnya. tahun ini aku bersyukur atas semua nikmat Tuhan yang telah dikaruniakan kepadaku.

tahun depan harapanku masih sama, membahagiakan dan tidak mengecewakan orang tuaku. tahun depan aku berharap kuliahku semakin lancar. tahun depan aku masih ingin bersama sahabat-sahabatku. tahun depan aku ingin mempunyai sebuah laptop pribadi. tahun depan aku ingin memebeli hp baru dengan uangku sendiri. tahun depan aku ingin IPK-ku minimal 3. tahun depan aku ingin tinggi badanku bertambah beberapa centimeter. tahun depan aku ingin tetap mencium mamaku kapanpun dan dimanapun seperti yang biasa kulakukan. tahun depan aku ingin disebut dewasa tanpa kehilangan wajah imutku. tahun depan aku ingin lebih menghemat uang jajanku. tahun depan aku ingin menjadi lebih baik. tahun depan aku ingin mencapai suksesku sendiri. amin...

kuliah lintas universitas

Jumat, 17 Oktober 2008

Seperti biasa, hari jum'at aku ga ada jadwal kuliah dan kebetulan aku memang sedang boke' aliaz ga da duit. jadilah kuputuskan pulang ke solo pada kamis sorenya sepulang kuliah agama. karena bis yang super lemot, aku baru nyampe sekitar jam setengah 8 malam, padahal aku berangkat dari jogja jam setengah 5 sore.
tanpa pikir panjang, aku menyusup di pelajaran agama kelas b jurusan akuntansi fakultas ekonomi uns karena memang ada temanku disana.
kami sengaja mencari tempat duduk di bagian belakang agar tidak ketahuan dosen.
tapi ternyata aku tetap ketahuan sebagai penyusup dan membuat heboh kelas itu karena aku ga bisa diem sepanjang perjalanan, eh, pelajaran!
gila, ngebosenin bgd! mana anak2nya pada pendiem lagi! otomatis langsung keliatan klo aku 'beda', hehe...
salah satu temenku kliatan shock berat waktu liat aku tiba2 nongol di kelasnya, hahahaha...!!!
dan gara2 ulahku yg ge je nie temen2 baruku d kelas b akuntansi uns pada mau coba2 nyusupin temen mereka, wakakakaka... ^o^
yeeee, nyebar dech virusku... virus gila dengan ide2 yg super ge je...
pernahkah kalian melihat fenomena seperti ini?
tinggalin komen ya! apa pun pendapat kalian dech!

Kecewaku…

Senin, 06 Oktober 2008

Ini adalah sisi lain dari lebaranku. Ternyata tak selamanya lebaran akan terisi oleh kebahagiaan. Buktinya aku merasakan kekecewaan yang mendalam pada lebaranku tahun ini. Dari awal sejak masih di Jogja, aku merencanakan sesuatu dan itulah satu-satunya alasan mengapa aku sangat bersemangat pulang ke Solo. Tapi ternyata Allah berkehendak lain. Rencanaku gagal total!

Aku sangat ingin bertemu dengan seseorang, dan aku membuat janji dengannya untuk nonton bareng film laskar pelangi. Sebenarnya ada temanku yang mengajak nonton film tersebut sejak masih di Jogja, namun aku menolak dan bersikeras akan menonton film itu di Solo, sesuai janjiku. Saat membuat perjanjian aku sudah memaksa orang itu untuk menentukan kepastian waktunya, tetapi ia menolak sehingga aku setuju saja untuk membahas hal itu lagi saat kami sudah sama-sama ada di Solo.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, aku menghabiskan hari-hari lebaranku di tempat nenek dan kakekku di daerah Sragen. Di sana memang ada sinyal, tapi sms dan telpon nyaris sama sekali tak bisa kulakukan. Aku menerima banyak sms dari teman-temanku dengan waktu yang terpaut beberapa jam dari pengiriman mereka dan aku tidak bisa membalas semua sms-sms itu. Memang ada yang terkirim, tapi tidak ada laporan pngirimannya. Aku tidak tahu pasti, entah terkirim atau tidak.

Sampai hari ke-4 lebaran aku baru pulang ke Solo. Aku sms orang itu dan dia bilang acara nonton bareng kami gagal karena dia sudah menonton terlebih dahulu, entah sama siapa. Aku kecewa, sangat kecewa. Dia sudah menyampaikan permintaan maafnya dan menjelaskan bahwa dia sudah berusaha mengirim sms padaku sebelumnya tetapi tak ada respon dariku.

Aku bilang padanya kalau aku baru saja pulang dari luar kota yang sama sekali tidak ada sinyal. Inilah yang aku benci dari tempat tinggal kakek dan nenekku. aku memang senang berada di sana, bertemu dengan sanak saudara. Tetapi, aku merasa seakan-akan aku menghilang dari peradaban manusia. Susah mengirim sms, susah menelpon, dan tidak ada jaringan internet. Kalaupun ada warnet, harus menempuh jarak belasan kilometer.

Jika seperti ini kejadiannya, siapa yang patut dipersalahkan? Seseorang itu tak mungkin kupersalahkan karena dia aku percaya dia memang sudah berusaha menghubungiku. Diriku sendiri? Itu lebih tidak mungkin! Aku kesana untuk berlebaran bersama keluarga besarku dan memang sudah menjadi tradisi. Operator seluler? Yah, mungkin memang pihak yang paling patut dipersalahkan secara logika untuk kejadian ini. Kalau mereka memasang tower yang lebih banyak dan meningkatkan kualitas pelayanan, terutama saat lebaran seperti ini pasti komunikasi kami akan lebih lancar dan tidak akan terjadi misscommunication seperti ini.

Jujur, aku sangat kecewa dengan kartu prabayarku yang selama ini aku banggakan karena tarif murahnya. Buat apa memasang tarif sms dan telpon murah tetapi tak bisa digunakan? Mengirim sms tak pernah ada laporan tetapi pulsa tetap berkurang, menelpon selalu gagal. Tetapi mau bagaimana lagi? Nomorku sudah terlanjur tersebar ke teman-temanku, susah kalau mau ganti lagi. Untuk operator seluler yang punya semboyan murah bangets tolong memperbaiki kualitas pelayanan dong! Jangan sampai customer merasa dirugikan seperti ini! Sekarang baru menggagalkan rencana orang, kalau lain kali memutuskan hubungan orang gara-gara miskomunikasi kayak gimi gimana? Kalau kami pindah ke operator lain, kalian juga kan yang rugi??? Sori,,bukannya aku mencari kambing hitam, tetapi ini benar-benar mengecewakan!

Inikah jawaban Tuhan?

Aku memang tak bisa menyalahkanmu dalam hal ini.

Aku sendiri pun merasa tidak bersalah.

Ini hanya masalah miskomunikasi..

Namun tak dapat dipungkiri, aku kecewa juga.

Walau aku sudah berusaha keras untuk berpikir seobjektif mungkin dalam masalah ini tetapi faktor perasaan tak bisa dihilangkan.

Aku benar-benar menyesalkan hal ini.

Aku hampir meneteskan air mata saking kecewanya, tetapi aku berusaha untuk tidak membesar-besarkannya dan menganggap ini hanya masalah kecil.

Aku menjadi bertanya dalam hati, apakah ini jawaban Tuhan atas doa-doaku?

Mungkinkah ini pertanda bahwa Ia ingin menjauhkan kita?

Jika memang harus sampai di sini saja, aku rela…

Paling tidak aku akan berusaha tuk menerima kenyataan…

Bahwa aku tak selamanya bisa mendapatkan apa yang ku impikan…

Semoga memang inilah yang terbaik…

ADEK YANG SUPER NYEBELIN !!!

Minggu, 28 September 2008

Sebagai anak komunikasi, gue ga pernah bisa lepas dari compie, kapan pun di mana pun gue ga akan bisa idup tanpa compie…

Begitu nyampe rumah, gue langsung idupin compie, udah kangen berat, lama banged ga ngutak-atik dia…

ANJRIDD!!!

Tau-tau yang muncul tuch foto and nama adek gue! Padahal trakhir kali gue nyalain sebelum gue pindah ke jogja tu masih foto and nama gue! Jelas aja gue ga terima! Secara tu compie milik gue! Oke, emang bukan gue yang beli, belinya emang pake duit ortu, tapi kan dulu yang minta tu compie gue! Dan yang ngerawat dia slama ini tu gue, walopun gue juga yang ngrusakin, hehe…

Mungkin emang gue yang sedikit egois, tapi sebagai adik harusnya tau diri donk! Gue bisa terima kalau tu compie emang buat sekeluarga, tapi ya ga gitu donk caranya! Paling ga dia ngasih tau ato minta izin dulu kek!

Sial, dia udah keburu mudik ke tempat nenek, jadi gue ga bisa nyremprot dia abiz-abizan! Awas aja sampe ntar lebaran ketemu, bakal gue cincang dia!

Parahnya lagi dia nyimpen foto-foto kakak kelasnya yang cowok-cowok! Padahal dia masih kelas 7, setara 2 SMP gitu! Dasar ganjen! Kecentilan! Perasaan dulu gue biasa aja waktu gue kelas 2 SMP, ga kaya dia sekarang!

Kalau pun sekarang gue nyimpen foto-foto temen-temen gue yang cowok itu karena gue emang kenal deket ama mereka, ga kaya dia yang kenal pun kagak ama cowok-cowok yang dia foto! Kliatan banged, dari fotonya candid semua! Berarti kan tu foto diambil secara sembunyi-sembunyi, malah banyak yang gambarnya kabur! Dasar…!!!

Desktop background yang awalnya foto keponakan gue yang super imut dan lucu juga berubah jadi fotonya ama temen-temennya! Akhirnya gue ganti pake foto gue yang terbaru, waktu gue di Jogja, user account yang semula namanya gue ganti jadi UGM, picture accountnya juga gue ganti jadi logo UGM, karena gue ga terima dominasi gue di rumah tergeser oleh siapapun! Hahahaha…

Mungkin gue sedikit lebay dalam masalah ini, but I really hate her!!!

Menurut lu gimana? Tinggalin komen ya….! Makasih… ^.^

Mudik pertamaku…

Yuhuuui…! Akhirnya gue bisa pulang juga ke Solo, the spirit of Java!

Demi bisa pulang, gue rela bolos kuliah agama and ga ngumpulin tugas yang udah susah payah gue kerjain…. Hahaha, lebay dech!

Ini pertama kali gue pulang ke Solo sejak gue pindahan ke Jogja tanggal 15 Agustus 2008 lalu. Gue bener-bener dah kangen….

Ini juga mudik termurah lho! Cuma dengan ongkos 2000 rupiah gue udah bisa nyampe rumah! Ya iyalah, secara gue dari kost nebeng temen! Hwahahaha…

Begitu nyampe rumah, biasa aja ternyata… rumah masih sama dengan waktu terakhir kali gue liat, yang beda tuch keponakan gue, Chelsea Malik Ibrahim! Dia tambah tinggi, walopun dikit. Tambah cerewet, tambah ngegemesin, tambah luthu, tambah hiperaktif, tambah imutlah pokoknya! Tau ga? Dia sempet lupa dan ga ngenali gue gitu, sedihnya… mungkin emang gitu kali ya anak balita? Kalo udah lama ga ketemu jadi lupa dan ga kenal lagi…

Malemnya gue ngajak adek wat cari makanan di sekitar alun-alun gitu… waktu gue ga sengaja ngumpat, pada ngeliatin semua, padahal disitu adanya cowok semua! Duh, malu dech… tapi so what gitu lho?! Perasaan kalo di jogja cewek ngumpat sah-sah aja, emang di solo peraturannya kaya apa sih? Ato karena gue berjilbab ya? Tau dech…

Abiz itu gue maksa adek wat mampir ke warnet bentar, baru beberapa menit udah ditelpon ama mama… padahal kan baru jam 10an gitu… paz d jogja gue mau pulang jam berapa aja juga kagak ada yang nanya, ya iyalah, secara gue ngekost, hehehe…

Waktu saur tiba…. Gue nemenin mama beli makanan di luar, soalnya males masak, mending beli aja, lagian ga jauh, Cuma 1 km-an gitu dari rumah… ternyata sama aja ya, ngekost apa kagak, tetep aja saurnya beli di luar…

Pengemis yang Menjijikan di Solo

Ini adalah pengalaman paling buruk ketika aku pertama kali pulang kampung ke Solo. Sabtu sore (27/ 9), aku dan teman-teman akrab SMA-ku janjian buka bersama di Bestik Harjo, salah satu warung kaki lima di Jalan DR. Radjiman, tepatnya barat Matahari Singosaren, sebelum bangjo Pasar Kembang. Aku, Tias, Visca, Eka, Dita, dan Paulina sengaja memesan menu bestik yang berbeda.

Kami menyantap menu masing-masing sambil ngobrol ngalor-ngidul, menceritakan habitat baru masing-masing. Aku sering berteriak Roaming! Roaming!” kalau Tias dan Eka membicarakan orang-orang atau hal-hal yang tidak ku tahu, maklum mereka satu jurusan, satu kampus, namun beda kelas di Fakultas Ekonomi UNS. Dita asyik bercerita tentang kuliahnya di Jurusan Sastra Inggris UNS. Paulina yang sekarang kuliah di Jurusan Akuntansi Satya Wacana Salatiga pun tak ketinggalan bertukar pengalaman. Hanya Visca yang tidak bercerita tentang dunia kampus, karena dia memang belum kuliah, melainkan menjadi guru di salah satu TK Kanisius dan di sebuah lembaga bimbingan belajar bahasa Inggris bernama English Lover di daerah Solo bagian timur. Tetapi tahun depan ia akan mencoba mengikuti SNMPTN, sekarang ia baru menabung untuk biaya kuliahnya tahun depan. Aku salut dengan semangat sahabatku yang satu ini, dia tak pernah menyerah walaupun beban hidupnya begitu berat.

Disela-sela obrolan kami ada saja pengemis yang menghampiri. Pertama, ibu dan dua orang anaknya yang masih kecil. Jelas saja kami memberi mereka uang receh, karena kami tidak tega dengan keadaan mereka yang menyedihkan itu. Kedua, seorang bapak tua berbadan bungkuk. Kami juga memberi recehan padanya masih dengan alasan yang sama, tidak tega. Ketiga, seorang perempuan tua dengan baju yang sangat kumal dan mungkin sudah bertahun-tahun tidak mandi, sampai kukira dia orang gila. Karena uang receh kami sudah habis maka kami tidak memberinya, tetapi dia masih berdiri dan meludah di dekat kami. Awalnya aku tidak ngeh dan mengiranya hanya batuk biasa, lama-kelamaan kok dia sengaja meludah di dekat sandal Paulina. Lalu aku menyingkirkan sandal itu sebelum benar-benar terkena air ludah si pengemis. Tiba-tiba si pengemis yang sangat menjijikkan itu sengaja menadahi air ludahnya dan dilempar ke arahku! Gila! Benar-benar gila! Bisa dibayangkan kan betapa menjijikkannya? Untung saja tidak kena! Uff… It was really disgusting!!!

Setelah itu kami buru-buru membayar pesanan kami dan memutuskan pindah tempat ke Matahari Singosaren yang kami anggap lebih higenis dan lebih aman. Namun, aku sempat bertanya ke tukang parkir yang kebetulan menjaga motor-motor kami tentang pengemis yang meludahi jika tidak diberi uang, dan dia langsung melaporkan complainku ke pemilik warung. Aku benar-benar kapok makan di kaki lima yang rame seperti itu! Mending ke tempat Mbah Ribut, angkringan favorit anak-anak Smaga. Atau ke mall atau restoran sekalian!

Adakah fenomena seperti ini di tempat kamu? Please share with me…!

kangen...

Sabtu, 20 September 2008

huhuhu, aq kangen...
seseorang nan jauh disana....
aq slalu menantimu...
aq gag sabar wat ketemu kamu lagi...
i mizz u, muuuuuach...!!!
suamiku, aku merinukanmu.... (tuch kan, jadi lebay gini...)

Lebaran Sebentar Lagi...

Alhamdulillah, libur lebaran tlah tiba... tapi og rasanya ramadhan taun ini beda ya?

Iya beda, coz ini pertama kalinya aku puasa di kost, cari makan saur dan buka sendiri, tanpa ortu, tanpa keluarga. Tarawih ke masjid yang beda, Masjid Kampus UGM and Al-Munnawar, dengan orang-orang yang berbeda pula. Kalau sebelumnya aku selalu tarawih ke masjid Baitusy Syukur yang deket rumahku karena pengen liat masnya yang “itu”, sekarang bukan itu tujuanku, melainkan murni panggilan hati nurani. Jadi kalau lagi malez, lum ngerjain tugas kuliah, ya aku gag ke masjid, gegege... ^_^

Satu hal yang kusesalkan di Ramadhan taun ini adalah planningku yang kacau balau. Aku jadi gag bisa khatam Qur’an karena jadwalku yang masih amburadul... =’(

Selebihnya, aku sangat menikmati hari-hari ramadhan tahun pertamaku di kost...

Aku ikut buka bareng, dari yang berbayar ampe yang gratis, aku tidur setelah saur, berebutan ngantri kamar mandi karena ada kuliah jam 7, berjalan tergesa-gesa motong jalan lewat Fakultas Ekonomika dan Bisnis (ssstt, ini bikin aku berubah jadi si pejalan cepat lho!), ngantuk di kelas karena ndengerin kuliah yang lebih mirip sayup-sayup orang ceramah di pengajian, cari tebengan pulang karena malez jalan sendirian di siank yang panas, keluar seorang diri jam 3 pagi buat beli makan saur, nelpon teman-temanku dari yang ada di Solo and Bandung sambil nunggu azan Shubuh berkumandang...

Libur Lebaran = Mudik ke Solo...

Yup, bener banged! Aku juga udah pengen mudik nie... Bahkan aku udah bikin janji buat buka puasa bareng adek angkat tersayangku, Sangga, and sobat-sobatku Uniq Roku Extended tentunya,padahal aku belum bilang mau pulang kapan ke ortuku! Aku gag sabar lagi buat share ama mereka, nyeritain suka-dukaku di Jogja, apalagi ini adalah pulkam (baca= pulang kampung) pertamaku sejak aku pindahan ke Jogja pada tanggal 15 Agustus yang lalu.

Aku kangen keluargaku, mamaku, ayahku, adik-adikku, keponakanku, kakak2ku, pakde, bude, simbah, semuanya dech... oia, kompie ku juga... motorku, Honda New Suprafit bernopol AD 6267 BT, tunggu aku, kita akan putar2 Solo sepuasna!

Enaknya mbawain oleh-oleh apa ya buat orang2 di rumah? Bakpia patHok rasa keju ato kalender UGM 2009, dah ada di Kopma soalna, hehe...

Akhirnya, setelah 18 tahun hidupku aku bisa juga merasakan nikmat untuk mudik, walaupun dekat, Cuma dari Jogja ke Solo, paling gag tu lebih baik daripada sekedar Solo-Sragen, gegege... ^_^

Teman-temanku, dimanapun kalian berada, met libur lebaran yach...

Met idul fitri, maafin semua salah aku ya...!

Just for my beloved bro...

Senin, 15 September 2008

Aku begitu ingin jumpa denganmu, aku ingin mengungkapkan semua isi hatiku tentangmu...

aku menyayangimu setulus hatiku...

maaf aku telah meragukan ketulusanmu...

maaf aku sudah membuatmu kecewa...

maaf atas perbuatan bodohku...

Maaf aku telah sedikit merusak hubungan kita....

aku mohon, maafkanlah semua kesalahanku setulus hatimu...

aku, aku tak akan bisa hidup tanpamu...

aku akan kembali menjadi gadis yang rapuh dan tak mampu menatap masa depan jika kau sampai meninggalkanku...

aku mohon, tetaplah berada di sisiku seperti yang selama ini kau lakukan...

tetaplah melindungiku, menemani langkah-langkahku....

Aku berjanji, aku akan berusaha agar hal itu tak terulang lagi...

Aku berjanji, aku tak akan lagi...

Aku berjanji, aku akan berubah menjadi seperti yang kau minta...

Aku akan berusaha menjadi adik yang terbaik untukmu, tapi aku mohon, jangan pernah meninggalkanku sendiri seperti ini...

Kakak, percayalah, aku sangat menyayangimu...

My Hopeless Confession

Untuk seseorang yang ada di hatiku...
Aku lelah...
Aku menyerah...
Inilah puncak dari segalanya!
Pengorbananku...
Perjuanganku...
Aku tak sanggup lagi tuk tetap bertahan...
Terserah kau mau bilang apa!
Inilah keputusanku!
Tuk mengakhiri penantian yang tak pasti...
Karena, aku tak akan sanggup harus terus menunggumu...
Jika kau masih seperti ini!

penantian yg tak pasti

Rabu, 03 September 2008

disini, kumenanti...
sesuatu yang tak pasti....
entah mengapa aku tak pernah bisa tuk menghentikannya...
bukan karna ku tak mencoba...
aku slalu mencoba, mencoba, dan mencoba....
tapi toh akhirnya semua tetap sama
dan penantian semuku tak brakhir jua...

Stan, hanya tinggal angan

tau ga?
hari ini pengumuman stan... dan gue.... ayo tebak, gue ktrima ga?
yup, bener bgt!!!
GUE (ga) LOLOS!!!
cedih sich, tapi gpp... UGM udah nampung gue ogh sebelumna... lebih prestisius kan?
ya udah, cuma itu ajah...
puasa... puasa... bulan penuh hikmah... (lah, ga nyambung...!)

sebel... sebel... sebel...

Sabtu, 23 Agustus 2008

sebel dech....
ternyata nyusul kuliah di tempat yang sama dengan orang yang kita sayangi tak selalu membahagiakan....
semua tak selalu berjalan seperti apa yang kita bayangkan...
dan kini aku lagi-lagi harus sendiri, mencoba mandiri...
walaupun dengan sedikit keterpaksaan...
aku benci...
tapi mau bagaimana lagi, toh kenyataan yang terjadi memang seperti ini...

ospek berakhir...


Ospek... ospek... ospek...
ospek yang udah menyita waktuku pekan ini brakhir sudah...
sedihnya... padahal enak bgt lho!!!
ospek fisipol ugm tu paling menyenangkan, apalagi komunikasi!
gila... gila... gila.... tugasnya cuma foto, foto, foto , dan sedikit tugas paper...
rubrik... gue senenk bgt bisa jd kelompok kalian, salah satu dr kalian...
wat temen2ku dari kelompok rubrik ( dena, diaz, eka, wais, diani, mitha, ihda, vita, novi, ibim, fauzan, aswin, adib, atik) makasih ya buat kebersamaan kita...
trutama wat pak ketua, adib, thankz dah mau nganterin aku mpe kost... =)
 
FREE BLOGGER TEMPLATE BY DESIGNER BLOGS