Pages

Kimchi Korean Restaurant

Rabu, 12 November 2014

Akhirnya aku bisa icip-icip lagi setelah sekian lama, hahaha. Yang lebih istimewa, kali ini aku ditemenin sama Mbak Puput dan Fahmi, setelah seharian kami muter-muter Solo, hahaha. Pakai ada adegan Fahmi bobok, nangis, minta digendong dan pulang juga, tapi untungnya aman terkendali dan happy ending :D

Udah lama sih pingin nyobain resto korea di Solo. Sebenarnya ada 2, satunya Daegu Korean Grill di Jalan Dr. Radjiman tapi sepertinya mahal dan kantong kami belum cukup buat kesana. Akhirnya kami searching dan nemu tempat yang lebih friendly harganya, hahaha. Namanya Kimchi Korean Restaurant tempatnya di Jalan Veteran timur SD Al-Islam 2 Jamsaren. Tempatnya bersih, keliatan lux, tapi di luar gak ada tukang parkirnya jadi parkir gratis dan helm dibawa masuk yaaa..! :D

Kita duduk di kursi yang empuk, maksudnya biar bisa naruh Fahmi bobok disitu tapi dia malah bangun. Trus banyak cermin gede yang bikin over narsis gitu, hahaha. Kita pilih Jajangmeyon sama Bento Box soalnya aku nyari menu yang aman buat balita macam Fahmi. Secara menu Korea kan kebanyakan asam sama pedas gitu rasanya. 

Setelah pesen makan, kita foto-foto narsis dulu, eh, mbaknya dateng bawain kudapan. Lumayan ada buahnya yang langsung abis dilahap Fahmi. Nunggu makanan utamanya lumayan lama sih, sampai si Fahmi bete gitu minta pulang. Akhirnya dialihin perhatiannya sama mbak Puput, diajakin foto-foto baru deh dia semangat lagi. Lumayan Fahmi lahap maemnya hampir sebento box itu bisa habis semua.

P. S. Sebenarnya ini postingan lama banget tapi hampir lupa ga dikelarin tulisannya jadi sebagian besar udah menguap dari ingatan. Lupa range harganya berapa tapi seingatku kita bertiga (2 porsi) abisnya sekitar 60-70ribu. 

Psikotes, FGD dan Wawancara Psikolog PT Badak NGL

Senin, 10 November 2014

Alhamdulillah setelah menanti kabar sekitar 2 minggu, muncullah sms dan email dari PT Badak NGL yang intinya aku lolos PAPs dan berhak mengikuti tes tahap selanjutnya yaitu psikotes, FGD dan wawancara psikolog.

Tesnya diadakan di hotel Phoenix Jalan Jendral Sudirman Yogyakarta. Di email tertulis pukul 8 WITA. Karena takut telat, pukul 7 pagi lobi hotel sudah ramai dengan para peserta tes. Parahnya, aku lupa nggak bawa kartu tes. Bukan lupa sih, tepatnya kartu tesnya mendadak hilang dari tasku, padahal seingatku setelah aku keluarin dari tempat pensil terus aku pindahin ke tas ransel bagian depan. Aku baru ngecek lagi pagi hari sebelum berangkat tes. Akhirnya aku berangkat tes dengan perasaan gambling, kalau masih boleh ikut tanpa kartu tes ya syukur, kalau enggak ya pulang ke Solo saja. Habis mau gimana lagi?

Tes diadakan di ruang Pandawa. Untung aku masih boleh ikut walau tanpa kartu tes, yang penting ingat nomor tesnya dan membawa KTP. Ternyata tes dimulai pukul 8 pagi dan kami diberi waktu 15 menit buat mengganjal perut dengan coffee break sebelum tes dimulai. Tes hari pertama tes TOEIC dari ITC Jakarta.

Soal tes TOEIC terdiri dari 100 soal listening dan 100 soal paper based yang terdiri dari grammar dan reading. 100 soal listening selesai dalam waktu 45 menit dan soal grammar and reading harus selesai dalam waktu 75 menit.

Tes TOEIC selesai pukul 11.10 dan dilanjutkan cerita dari staf HRD PT Badak NGL sembari menunggu jam makan siang tiba. Bapaknya banyak bercerita tentang fasilitas yang ada di PT Badak NGL. Di sana, pegawai diberi fasilitas perumahan yang lengkap dengan fasilitas pendidikan sampai tingkat SMA di kompleksnya itu. Tunjangan pendidikan anak pegawai ditanggung sampai anak ke-3 dan sampai lulus S1 atau berusia 25 tahun. Kalau anak pegawai PT Badak kuliah di Jogja misalnya, nanti dapat uang bantuan pendidikan 1,5 juta per bulan kalau ga salah dengar. Cukup banget lah yaa buat hidup di Jogja. Oh iya, kalau lolos tes tahap ini masih ada medcheck dan wawancara user. Kalau lolos ke wawancara user, kita diberi uang saku dari PT Badak nya. Aku intip di websitenya sih antara 500 ribu - 1 juta. Wow benar-benar kabar gembira yaaa buat para job seeker, hahaha...

Tepat jam 12 siang kami dipersilahkan makan gratis prasmanan di hotel. Menunya macem-macem, dari nasi dan bermacam lauk-pauk, es, salad, buah-buahan bahkan cake dan pudding yang bisa bikin kita bilang 'bye bye diet' hahaha...

Hari kedua dimulai jam 8 pagi dan aku dateng telat, huhuhu... Mereka semua udah duduk dan nulis-nulis gitu. Aku pikir udah mulai psikotesnya, ternyata baru ngisi biodata. Huft... Tes pertama ada Kraepelin, tes hitungan ringan, tes kode-kode gambar sampai terakhir ada blangko khusus yang suruh nulis 20 sifat dasar kita, kelebihan kekurangan kita, dan motivasi kita apply di PT Badak. Terakhir ada tes wartegg, gambar orang dan pohon tanpa disuruh ngasih keterangan.

Setelah makan siang kita dibagi kedalam kelompok sekitar 7 orang buat FGD. Soal FGD-nya kita diberi naskah yang berisi nama-nama pegawai dan deskripsi tentang kinerjanya. Kita diberi waktu 5 menit untuk mengurutkan nama-nama itu ke dalam daftar yang pantas diajukan sebagai pegawai teladan. Setelah itu kami diberi waktu 25 menit untuk memutuskan jawaban secara berkelompok. Alhamdulillah kelompok kami lancar dan akrab. Ternyata ada kelompok lain yang cuma bisa mengurutkan 2 nama saja dari total 8 urutan.

Setelah itu kami diwawancarai satu persatu, ditanyain soal yang 20 facts about me itu.... Setelah selesai, kami boleh pulang dan tetep ada coffee break lagi, hahahaha royal banget ya si anak perusahaan bumn ini :D

Katanya sih pengumumannya sekitar 2 minggu lagi. Dan kami berkesempatan ngobrol lagi dong dengan bapak HRD itu... Bapaknya cerita kalau Communication Officer tugasnya banyak banget dan jarang bisa ngantor tepat dari jam 7 pagi sampai 4 sore. Tapi bisa ke luar negeri dan sering disuruh dinas keluar kantor, dan memang disitu asyiknya ;-)


Tes Tahap 3 OJK

Aku ikut tes tahap 3 OJK ini setelah selesai tes TPA PT Badak NGL. Untung waktunya gak tabrakan jadi gak bikin dilema, hehehe... Setelah lolos dari tes tahap 2, lanjutlah kita ke tes tahap 3 OJK. Tes ini terdiri dari tiga bagian, yaitu psikotes tahap II, tes bidang ke-OJK-an, dan tes bahasa Inggris. Boleh aja kita ga ikut tes bahasa Inggrisnya dengan catatan harus bisa menunjukkan sertifikat dan fotokopi skor TOEFL yang di atas 500. Karena skorku belum sampai segitu jadi aku harus ikut semua rangkaian tes secara lengkap.

Walaupun di pengumuman ditulis tes dimulai jam 1 siang ternyata molor setengah jam. Psikotes tahap II lengkap dengan gambar orang, pohon dan wartegg setelah memecahkan kode-kode gambar dan hitungan ringan dan teman-teman sepaketnya itu. Karena rangkaian tes yang banyak dan waktu yang terbatas, psikotes ini disisipi waktu buat sholat Ashar cuma 15 menit.

Setelah psikotes selesai, kami diberi waktu 15 menit lagi untuk sholat Maghrib. Tes bidang ke-OJK-an berjumlah 100 soal yang harus selesai dalam waktu 60 menit. Pertanyaannya seputar OJK dan campuran istilah ekonomi akuntansi dan keuangan gitu. Selesai tes, peserta yang skor TOEFLnya lebih dari 500 boleh pulang duluan. Yang skornya ga nyampe segitu harus berjuang satu sesi lagi yaitu tes bahasa Inggris. Tes ini terdiri dari 90 soal dengan waktu 60 menit juga. 45 soal tentang grammar dan 45 soal yang berikutnya tentang bacaan yang panjang gitu. Ahirnya tes selesai sekitar pukul 8 malam. Huaaa.. lapar rasanya berjam-jam terkuras tenaga dan pikiran.

Ternyata cukup sampai di situ saja perkenalanku dengan OJK karena aku tidak berhak mengikuti tes tahap selanjutnya, huhuhu... Tetap semangat, pasti rezeki sudah lebih dekat!


 
FREE BLOGGER TEMPLATE BY DESIGNER BLOGS