Pages

Belajar Nyetir Itu Memabukkan

Kamis, 31 Maret 2016

Seperti judulnya, aku mau cerita soal pengalamanku pertama kali belajar di balik kemudi. Punya waktu seminggu di rumah membuatku gak mau rugi. Sesampainya di rumah, aku langsung mencari kursus setir terdekat dengan tempat tinggalku. Disepakatilah aku ambil kelas yang terdiri dari lima kali pertemuan. Mengingat aku sudah bisa memakai motor kopling, aku cukup percaya diri untuk segera memulai kursus menyetir mobil di pagi hari berikutnya.

Hari pertama aku langsung diajari menyetir di jalan raya, namun bukan jalan provinsi seperti di depan rumah. Melainkan jalan desa yang lumayan sepi tetapi ruasnya tidak terlalu lebar. Tahap belajar pertama adalah memegang setir agar stabil. Dua jam pembelajaran terasa nano-nano. Diomeli instruktur karena terlalu semangat dengan gas. Grogi dan bingung di perempatan jalan yang rame. Belok yang terlalu ke kanan jadi makan marka orang. Deg-degan kalau mau papasan sama bis atau di belakang ada truk. Berasa mobilnya terlalu lambat tapi gak berani nambah presneling. Kadang ngantuk kalau jalannya terlalu lurus.

Setelah itu, pulang ke rumah rasanya kepala berat banget dan mual sepanjang jalan. Sampai rumah langsung tidur gitu aja saking peningnya. Bangun tidur baru pada ditanyain gimana kesan pertama belajar nyetir mobil. Waktu cerita kalau mual selesai nyetir malah diketawain. Hadeh...

Untungnya sih latihan-latihan berikutnya semakin lancar. Belajar di jalan yang naik turun, jalan ramai, jalan yang berlubang, semuanya dicoba. Dan tadaaa...! Balik ke perantauan udah bawa SIM A, hohoho...

Pulang dan Kebahagiaan

Rabu, 23 Maret 2016

Ini hari ke-5 aku pulang ke tanah Jawa. Cuaca di seputar Jogja dan Solo masih didominasi hujan pada siang menjelang sore hari. Kalau kata orang, hujan identik dengan kenangan. Dulu aku sependapat, namun setelah 5 bulan tinggal di daerah yang dilalui garis khatulistiwa, setiap hujan turun aku selalu menikmatinya. Hujan adalah cara Tuhan memberikan kesejukan pada umat-Nya, agar alam dan pikiran tidak gersang dengan hawa duniawi semata.

Selain menikmati hujan yang jarang bisa dirasakan di perantauan, kepulanganku kali ini terasa lebih mendamaikan. Pasalnya, aku berkesempatan menemui orang-orang tersayang yang biasanya kuajak tukar pikiran.

Bertemu para staf di Balai Diklat Yogyakarta yang sudah seperti orang tua sendiri, beberapa member keluarga Jogja Selamanya, dan sahabat-sahabat yang selalu siap sedia direpoti dari zaman kuliah adalah kemewahan yang tak bisa aku dustakan. Berada di tengah mereka membuatku merasa pulang.

Di rumah pun aku kembali mengerjakan tugas-tugas harian favoritku, mencuci, mengurus Fahmi, mendengarkan cerita Mamah tentang apa yang telah terjadi di sekitar kami. Pun aku masih menanggung janji untuk bertemu para sahabat dari masa berseragam putih biru dan putih abu-abu. Semoga aku bisa menepatinya, aamiin... Karena bertemu mereka adalah salah satu kebahagiaanku.

Ya Tuhan, terima kasih atas semua berkah dan orang-orang baik yang Kau kirimkan ke dalam kehidupanku.



Beautiful Morning

Selasa, 15 Maret 2016

Good morning everyone!

Pagi ini aku berangkat lebih awal ke kantor, bukan karena harus mempersiapkan acara, namun karena tadi malam aku menginap di rumah dinas nomor 9. Menjadi tante siaga adalah komitmenku semenjak tahu Te Jun positif hamil. Seperti sudah naluri untuk selalu berusaha melindungi dan memberikan yang terbaik untuk ibu yang sedang hamil. Sejak zaman diklat prajab juga sudah sekamar dengan ibu hamil, hihihi.


I called this moring as a beautiful morning. Cuaca pagi ini tidak secerah biasanya, agak mendung tetapi aku suka. Tidak terlalu panas jadinya. Sesampainya di kantor juga masih sepi, masih bisa menyeduh segelas coklat panas sambil mendengarkan berita. Iya, mendengarkan saja, karena terlalu pakewuh untuk bergabung bersama para bapak di depan tv di lantai 3.

Suasana seperti ini sempurna untuk memulai hari. Walaupun hari ini mungkin tak akan ada sesuatu yang special terjadi, namun cukup menyenangkan bisa berpikir apa yang akan dikerjakan dulu sebelum diburu-buru.

Aku selalu suka pagi yang terlihat selo seperti ini. Membaca koran sambil meminum segelas coklat dan menyapa orang-orang dengan semangat.
 
FREE BLOGGER TEMPLATE BY DESIGNER BLOGS