Pages

One Little Thing About Me #2

Kamis, 18 Oktober 2012

Ceritanya hari ini aku nggak kemana-mana, nggak merpus kayak biasanya, karena ada agenda lain, yaitu pas photo. Bukan sesuatu yang wow sih, tapi sengaja prepare dandan gitu, soalnya niat bikin foto ini buat kepentingan administratif yang resmi semacam foto ijazah dan persiapan wisuda nanti (amin!). Kalau jangka pendeknya sih buat bikin surat keterangan izin tinggal sementara di kosan, hehehehe.
Setelah hasilnya jadi, tetiba kepikiran buat membandingkan dengan pas photo terakhir sebelum ini. Waktu itu hampir lulusan SMA, buat syarat pendaftaran UM UGM. Lumayan lama ya ternyata, 4 tahun telah berlalu. Terlihatlah perbedaanku. Waktu diunggah di Facebook, langsung rame komentar dari teman-teman.Ada yang bilang bedanya di make up dan polosan doang. Ada yang bilang dulu pasrah dan madesu, sekarang dewasa dan tegar. Ada yang bilang kuliah bikin tambah ayu (ini nggak bohong lho, yang bilang dosenku. Dosen yang lumayan killer di mata kami. #blushing). Ada yang cuma numpang ngakak doang. Yah, macam-macam lah responnya. So, this is my before and after in 4 years. Which one do you like? :))

Tips PDKT Turn On

Minggu, 07 Oktober 2012

Eits, jangan pada mikir yang aneh-aneh dulu ya gegara ada tambahan kata "turn on". Mumpung malam Minggu, mari kita belajar, apalagi buat orang-orang yang masih single kayak saya biar malam Minggu selanjutnya udah ada yang nemenin. Bukan asli bikinan saya, tapi rangkuman dari twitternya Honji Milagro, seorang pakar cinta gitu deh... Just check this out! :D


"Yuk kita bahas 5 sosok yang bikin #PDKTturnoff biar PDKTmu lebih bikin Turn On


  1. The Worshipers. Adalah dimana kamu jadi sosok pemuja. Woi, kamu PDKT sama manusia apa Dewa? Segimananya gebetan kamu, dia bukan Dewa yang layak disembah-sembah. Percayalah, gebetanmu lebih suka dimanusiakan daripada didewakan, apalagi cewek. Kalau kamu baru PDKT udah menyembah dia bak bidadari, api ketertarikannya seketika, padam! Mulai sekarang, anggap gebetanmu manusia biasa. Having fun with them, not worship them.
  2.  (Sok) Romeo & Juliet Modern. Adalah dimana kamu sok-sok romantis dengan tindakan2 ala Romeo & Juliet. Ingat, untuk membuat seseorang tertarik, bukan dengan kata-kata atau perbuatan romantis. Kalau dia dari awal gak doyan, seribu puisi yang kamu kirim, gak bakal bikin dia doyan.Tambah ilfil malah iya. Manusia suka bermain puisi, lagu & kejar-kejaran ala Romeo dan Juleha atau film India hanya dengan orang yang mereka SUDAH sukai. Untuk membuat gebetan tertarik, bukan dengan tindakan spesial, tapi dari caramu membuat dirimu special. “Tidur gih.Ntar matamu mirip panda lho” dari orang yg spesial, lebih bermakna dari puisi romantic dr orang yg gak special.Setuju? 
  3.  The Kepoers. Adalah dimana kamu menjadi orang yang sangat selalu ingin tahu, apapun tentang dia. Kamu selalu ingin tahu apa yg dia lakukin, dimana dia berada, sudah makan atau belum, sudah tidur atau belum, dsb. Kamu selalu BUTUH tahu semua keseharian dia dan aktifitas yang dialakukan. Hati-hati, ini bisa bikin ilfil! Bukan cuma menggangunya & menghabiskan baterai HPnya, kamu juga terlihat terlalu mengharapkan cintanya. Silahkan tanya beberapa hal ringan, tapi bukan Tim Investigasi, karena hanya akan memposisikanmu jadi fans yang kepo. 
  4. The Stalkers. Adalah dimana kamu tahu banyak hal tentang dia. Nama lengkap, tanggal lahir, berat badan, ukuran celana, dll. Kamu stalking kehidupan dia, baik di dunia maya or di dunia nyata. Ini mengerikan dan sangat mengganggu. Bayangin, setiap kamu lagi nongkrong, gebetanmu selalu tau info detail ttg kamu. Serem gak? Oi, bikin gebetan doyan itu bukan dengan stalking-in dia. Ini justru bikin kamu jadi fans dia semata! Cewek gak tertarik sama fans yang selalu stalking. Dia malah ngeri,terganggu dan cenderung ilfil. Stop it! 
  5.  Mr. and Mrs. Serious adalah dimana kamu menjadi orang yang terlalu serius menghadapi gebetan dalam masa PDKT. Banyak orang, terutama cowok, menjadi pribadi yang sensitif, ngambekan, garing dan gampang frustasi ketika PDKT. Gebetan respon jelek, ngambek. Langsung ngejudge sombong, galak, jahat, dll. Duh! Gebetan ngebatalin date, jadi ngambek dan uring-uringan gak jelas. Nguoook! Gebetan nolak penembakanmu, kamu langsung stress, frustasi, depresi, destruktif dan gak jelas. Ini karena kamu terlalu serius dalam masa PDKT. Ingat, PDKT harus fun. Itu yang bikin PDKTmu seru! Kalau PDKT udah sering galau & ribet, hampir bisa dipastikan ketika pacaran, bakal lebih sering galau & sering ribet.
So, itu adalah 5 sosok yg bisa bikin gebetanmu ilfeel. Hindari jadi kelima sosok tadi ya? Have a fun PDKT, people!" :D

*berasa kenal sama beberapa orang dengan berbagai tipe pem-PDKT diatas. Mau PDKT mas? Baca dan resapi ini dulu ya, baru diaplikasi :))

Get Enough with Nasi Bakar Wirobrajan!

Sabtu, 06 Oktober 2012

Awal pekan lalu, aku dan Lulu makan di Nasi Bakar Wirobrajan. Penasaran aja gimana rasanya, karena banyak yang bilang nasi bakarnya enak, dan kebetulan dia muncul di deal diskonnya diskon.com, website dimana kami mencari sesuatu yang baru untuk dicoba dengan kantong seadanya. :D

Kesan pertama, sorry to say, tapi emang begitu adanya, adalah jorok! Kami tiba saat tempatnya sepi, tidak ada pengunjung lain, tapi masih ada sisa makanan di meja yang akan kami tempati. Kemana aja pegawainya? Magabut? Kalaupun mereka nyantai karena lagi sepi gak ada customer, mbok ya itu meja-meja dirapihin dulu. Masa harus nunggu ada tamu dulu baru diberesin, bahkan kami yang meminta buat dibersihin. Apa mungkin emang sengaja gak dibersihin dulu, nunggu ada yang datang dan seakan bilang “ini lho tempat makan kami, walaupun saat Anda datang terlihat sepi, tapi tadi ada yang makan disini. Berarti laku, berarti enak”. Astaghfirullah, suudzon banget kan jadinya…

Kemudian kami memesan menu dengan memberitahu sebelumnya kalau kami memakai voucher yang dari diskon itu. Setelah ngobrol ngalor ngidul dan satu per satu meja di sekitar kami jadi penuh, kami menyadari sesuatu; pelayanannya LAMA banget! Kami menengok ke bagian dapur, dan melihat mas-mas karyawan yang berjumlah sekitar 5 orang itu malah asyik ngobrol dan bercanda satu sama lain. Kami kan jadi berasa tambah ilfeel ya, ini mas-mas pada niat kerja gak sih, kok gak berasa banget kalau pada ditungguin sama para pelanggannya. Bahkan, sepasang kekasih yang datangnya tepat setelah kami, masih belum mendapat makanan waktu kami sudah selesai makan. Parahnyaaaa...!

Waktu itu, kami mendapat titipan dari teman kos yang minta dibungkusin makan malam. Pas Lulu manggil mas-mas yang sudah selesai melayani meja lain, eh, boro-boro mendekat, masnya malah berlalu begitu saja seakan tak mendengar. Panggilan kedua ditujukan kepada karyawan lain baru mereka ngeh. Itupun tak luput bikin sebel juga. Pasalnya, waktu kami pesan mau mbungkus makanan malah dibilangin, “mbaknya kan pakai voucher, itu kan dine in only mbak, jadi gak bisa dibawa pulang”. Kami bilang, “iya mas, itu nanti kita bayar sendiri.”

FYI aja sih. Kami bukan orang baru ya didunia pervoucherdiskonan kayak gini. Kita paham betul aturan mainnya, makanya pas pesen menu dine in ini sudah disesuaikan sama kuotanya. Semacam ogah rugi gitu, harus totalnya ngepas. Jadi kalau pun kita mau membungkus untuk orang rumah, ya kita tahu harus bayar sendiri dengan harga regular sesuai yang berlaku di tempat itu.

Kami merasa pesanan kami yang baru bakal lama, secara dipesan setelah semua pesanan lain. Kami mulai berpikir, apakah sebaiknya kami tunggu, atau kami tinggal sholat dahulu, karena adzan maghrib sudah berkumandang sedari tadi. Akhirnya kami samperin mas-mas di dapur, dan Alhamdulillah pesanan kami sudah siap, tinggal dibungkus. Itu berarti kami bisa mengejar waktu maghrib yang akan segera habis. Eh, ada masalah lagi dong ya… Mas-mas yang di kasir bilang sisa uang kembalian dari voucher diskon tidak dapat diuangkan. Oke, sudah kami iyakan. Tiba saat pembayaran makanan yang dibungkus, dia bilang seharusnya nggak bisa, karena kita tadi pake voucher. Lah, padahal kan kita emang juga mau bayar sendiri itu pesenannya. Aku lupa gimana persisnya, intinya masnya itu menekankan bahwasanya kami sebenarnya nggak bisa pesen makanan yang dibungkus bareng sama makan pake voucher. Kalau masnya pinter kan tinggal dibikinin nota baru aja ya buat pesanan yang dibungkus itu. Ini kok malah ngajakin pelanggan buat berdebat. Akhirnya kami bilang, “terserah masnya aja deh” sambil membayar makanan itu.
Nasi bakar XO "arem-arem"

Nasi bakar biasa.

Kekecewaan tentang pelayanan udah, sekarang kita bahas makanannya. Aku pesan nasi bakar dengan lauk yang terpisah. Rasanya biasa saja, seperti nasi yang dibungkus daun pisang. Penyajiannya juga Cuma diberi satu sendok tanpa garpu. Kebayang dong gimana aku harus turun tangan buat menghabiskan ayam itu. Sambelnya juga sedikit, aku yang nggak terlalu doyang sambel aja sampe merasa tidak puas. Sedangkan temanku pesan nasi bakar kuali xo. Entah apa singkatan XO disini. Bentuknya nasi yang telah dicampur dengan sambal disajikan dalam mangkuk yang terbuat dari tanah liat. Rasanya seperti AREM-AREM! Persis! Menurutku, lebih terasa enak nasi bakar yang ada di Jakal deh, soalnya disana emang dibakar di pemanggangan kayak yang buat bikin sate itu. Lha disini aku lihat sendiri, mbakarnya Cuma di atas kompor gas. Pantas saja tak terasa sedap sama sekali.

Sushi unyu :9
Dengan ketidakpuasan yang maksimal, setelah sholat kami memutuskan menggenapkan isi perut dengan mencoba “Tuanmuda Cafe” yang terletak di seberang jalan dari nasi bakar marmos (marai emosi = bikin emosi) itu. Awalnya kami ingin pesan takoyaki saja sebagai dessert, tapi sepertinya perut kami masih muat juga kalau dikasih sushi. Lumayan memantapkan dengan 8 potongan dan rasa yang enak. Nasinya nggak mocar-macir kayak waktu nyobain di Sushi Kali Lima di depan Galleria Mall itu.



 
FREE BLOGGER TEMPLATE BY DESIGNER BLOGS