Pages

Diary Work From Home Day 52 : Finally, This Is My Last Day Of WFH

Jumat, 05 Juni 2020

Alhamdulillah akhirnya fase Work From Home (WFH) ini berakhir juga! Bukannya aku tidak suka, tetapi ku rasa sistem pekerjaanku belum siap untuk dijalankan secara WFH, karena sewaktu WFH malah banyak jam kerja yang melebihi seharusnya. Bahkan aku sering sengaja tidak membaca grup chat kantor jika sudah malam, benar-benar melelahkan seperti 24 jam sehari harus memikirkan pekerjaan!

Bahkan pada hari terakhir WFH ini, atasanku masih menginstruksikan untuk zoom meeting dari jam 1 siang sampai jam 5 sore. OH MY GOD! Tentu saja aku lalui putus sambung karena kebetulan sabungan Wifi di kos sedang tak bersahabat. Pun pastinya lagi-lagi hal seperti ini menjadi hambatanku dalam menyelesaikan design diseminasi secepatnya, padahal atasan baru saja menambahiku tanggung jawab menjadi PIC acara yang melibatkan para pejabat. Rasanya inginku protes atas ketidakadilan ini, karena atasanku pernah bilang bahwa yang akan menjadi Person In Charge (PIC) setiap acara akan bergantian setiap staf. Tetapi apa kenyataannya? Insya Allah ini akan menjadi kegiatan ketiga yang aku handle pada semester pertama, padahal seingatku masih ada teman lain yang belum menjadi PIC. Entah memang beliau menaruh kepercayaan padaku, atau memang tak mau membiarkanku sedikit bernapas dan bersantai.

Saking sudah lelahnya, aku pun tak ikut menimpali sewaktu chat grup kantor masih ramai dengan perbincangan perihal persiapan WFO. Bagiku seharusnya setiap orang sudah mempersiapkan diri baik mental maupun perlengkapan untuk pergi perang melawan keadaan ini. Aku pribadi sudah punya beberapa masker kain dan beberapa botol hand sanitizer, juga alat sholat, sajadah, dan alat makan pribadi. Aku tak memakai face shield karena tugasku bukan di bagian pelayanan sehingga tak perlu mempersulit diri dengan atribut yang menyiksa. Lebih simple lebih baik, yang penting tetap physical distancing.

Angka positif COVID-19 pada Kamis (4/6) kemarin adalah 28.818 kasus. Angka positif COVID-19 yang diumumkan pada Kamis (4/6/2020) ini menjadi 29.521 kasus. Berarti ada lonjakan 703 kasus positif COVID-19 dalam sehari.

Terima kasih WFH, tahun 2020 yang tak disangka mengubah paksa gaya hidup manusia di seluruh dunia ini, juga menjadi tahun terproduktif menulis blog untukku, karena ini menjadi tulisanku ke-52 tahun ini. Jumlah postingan terbanyak dalam waktu yang belum ada satu tahun, mengalahkan rekor menulisku sendiri pada tahun 2012 yang berjumlah sebanyak 33 postingan dalam setahun itu. Wow! Aku takjub pada diriku sendiri! Ternyata aku bisa juga konsisten menulis sejumlah hari kerja selama WFH. Walaupun dengan tema tulisan yang random dan awalnya hanya aku niatkan sebagai salah satu stress relief dan sarana belajar untuk mengasah kemampuanku merangkai kata agar tak menumpul begitu saja. Semoga sewaktu WFO nanti aku masih rajin menulis, walaupun aku tak yakin akan bisa serutin selama WFH ini. Terima kasih untuk kalian yang sudah mau membaca tulisan-tulisanku selama ini. Semoga ada manfaat yang dapat aku bagikan pada kalian ya.

See ya on the next post, my friends! Stay sane and healthy, semoga wabah covid 19 segera pergi, aamiin.

Diary Work From Home Day 51 : Aplikasi, Mempermudah atau Malah Menambah Pekerjaan?

Kamis, 04 Juni 2020

Hari ini menjadi hari yang melelahkan. Bagaimana tidak? Selain harus segera menyelesaikan pekerjaan yang sudah menanti, ditambah kegalauan karena harap-harap cemas kapan Work From Office (WFO) resmi dimulai, dan disuruh untuk melaporkan pekerjaan pada aplikasi yang baru diperkenalkan. Saking lelahnya, aku sampai tertidur setelah maghrib.

Aku memang telah menyetujui untuk WFO setiap hari, tetapi kalau diminta langsung memulainya besok pagi, jujur aku belum siap, terutama secara mental. Aku masih sering bangun siang, dan belum mempersiapkan barang-barang yang harus kukembalikan ke kantor. Selama Work From Home (WFH), banyak buku koleksi perpustakaan dan souvenir yang mengungsi ke kamar kosku yang mungil ini. Aku harus membawanya kembali ke kantor secara bertahap, tentu saja hal itu menambah daftar persiapanku selain properti untuk WFO nanti.

Sembari menyelesaikan pekerjaan diseminasi itu, yang sebenernya sederhana tetapi tetap saja membutuhkan konsentrasi serta detil yang presisi, ada lagi yang menambah beban pikiran, yaitu instruksi penggunaan aplikasi untuk melaporkan tugas harian kami. Aku baru tahu ada aplikasi seperti ini, tiba-tiba saja diinstruksikan untuk mengisinya. Saat aku bertanya ke teman-temanku di satker lain, mereka bahkan ada yang baru mendengar nama aplikasinya. Kami harus trial & error agar dapat menggunakannya. Benar-benar menyebalkan, membingungkan dan menyita banyak waktu yang seharusnya bisa kumaksimalkan untuk melakukan pekerjaan agar lebih cepat selesai. Selain itu, aku tak yakin jika aplikasi ini akan bisa diterapkan secara masif dan maksimal, karena malah jadi terkesan mengada-adakan kegiatan dan menuntut output, yang menurutku abstrak karena tidak semua tupoksi menghasilkan sesuatu yang tangible.

Angka positif COVID-19 pada Rabu (3/6) kemarin adalah 28.233 kasus. Angka positif COVID-19 yang diumumkan pada Kamis (4/6/2020) ini menjadi 28.818 kasus. Berarti ada lonjakan 585 kasus positif COVID-19 dalam sehari.

Tetap jaga kesehatan dan kewarasan ya teman-teman, selamat menyongsong #newnormal, semoga wabah Covid ini secepatnya angkat kaki dari muka bumi, aamiin.

Diary Work From Home Day 50 : Bersiap untuk WFO

Rabu, 03 Juni 2020

Setelah lebih dari dua bulan menjalani Work From Home (WFH), akhirnya tibalah saatnya untuk menyongsong #newnormal. Tempatku bekerja telah menyusun jadwal untuk melaksanakan tugas secara WFH dan Work From Office (WHO). Jadi, jika tidak ada Surat Edaran (SE) Perpanjangan WFH lagi, berarti besok adalah hari terakhirku bangun siang dan menikmati indahnya WFH ini. Memang ya segala sesuatu di dunia ini hanya sementara, hahahaha.

Penyusunan jadwal #newnormal tersebut dibagi berdasarkan tanggal pelaksanaan WFO secara bergantian pada tanggal ganjil dan tanggal genap. Dengan pegawai yang masuk kantor secara bergantian, tentu saja merupakan upaya untuk menjaga physical distancing di kantor, apalagi dengan ruang dan tempat duduk yang terbatas. Aku sebagai anak kos yang tinggal tak jauh dari kantor akhirnya diminta untuk melaksanakan WFO secara full. It's ok, selain aku bisa lebih waras karena bisa bersosialisasi dengan banyak orang, juga lebih banyak gerak daripada cuma rebahan di kamar kos dengan ruang gerak yang sangat terbatas. Bonusnya, aku bisa menghemat anggaran untuk membayar token listrik karena siang hari tidak menyalakan AC kamar kos, pun kabarnya selama melaksanakan WFO, pegawai akan mendapat kompensasi lebih atas perjuangannya untuk ke kantor.
Itu adalah jadwalku WFO untuk bulan Juni 2020 ini. Jika mayoritas pegawai lain akan mendapat jadwal selama 8 atau 9 hari untuk melaksanakan WFO, aku dua kali lipatnya. Semangat! Toh aku telah memilih untuk menjalankan tanggung jawab ini demi kesehatan jasmani dan rohaniku sendiri juga. Kalaupun benar ada kompensasi dalam bentuk bonus materi, anggap saja itu tabungan untuk membeli vaksin Covid 19 jika sudah ada nanti. Aku dan teman-temanku memang sudah berniat untuk mevaksin diri dan keluarga kami jika sudah ditemukan vaksinnya nanti.

Angka positif COVID-19 pada Selasa (2/6) kemarin adalah 27.549 kasus. Angka positif COVID-19 yang diumumkan pada Rabu (3/6/2020) ini menjadi 28.233 kasus. Berarti ada lonjakan 684 kasus positif COVID-19 dalam sehari.

Selamat mempersiapkan fisik dan mental menyongsong #newnormal teman-teman, semoga wabah Covid 19 ini segera ada vaksinnya dan segera berakhir, aamiin.

Diary Work From Home Day 49 : Black Out Tuesday

Selasa, 02 Juni 2020

Industri musik tutup dalam sehari, yakni pada 2 Juni 2020 hari ini, sebagi aksi protes terhadap kasus George Floyd. Aksi yang diberi nama “Black Out Tuesday” ini diorganisir beberapa label ternama seperti Columbia Records, RCA Records, Epic Records dan lainnya, saat protes pecah karena kematian George Floyd saat ditahan polisi Minneapolis karena tuduhan memberi uang palsu pada 25 Mei 2020 lalu

Baca selengkapnya di artikel "Kronologi Kematian George Floyd yang Jadi Penyebab Demo di AS", https://tirto.id/fEyQ
saat ditahan polisi Minneapolis karena tuduhan memberi uang palsu

Baca selengkapnya di artikel "Kronologi Kematian George Floyd yang Jadi Penyebab Demo di AS", https://tirto.id/fEyQ
saat ditahan polisi Minneapolis karena tuduhan memberi uang palsu

Baca selengkapnya di artikel "Kronologi Kematian George Floyd yang Jadi Penyebab Demo di AS", https://tirto.id/fEyQ
, pembunuhan Ahmaud Arbery di Georgia pada 23 Februari 2020 lalu, serta penembakan seorang petugas medis darurat bernama Breonna Taylor di Louisville, Kentucky, pada 13 Maret 2020 lalu.


Sebenarnya aku sudah membaca nama
George Floyd di internet hari ini, maklum aku tak punya TV di kosan, namun baru benar-benar sempat membaca beritanya malam ini setelah pekerjaanku selesai. Aku sudah menonton rekaman rekonstruksi kematian George Floyd yang diunggah pada akun YouTube Resmi New York Times. Benar-benar tak berperikemanusiaan, siapapun yang masih punya hati nurani pasti tak akan tega melihatnya. Pantas saja kejadian itu menimbulkan protes besar melawan isu rasisme di berbagai negara. Meninggalnya ketiga korban tadi memang sangat nyata sebagai perlakuan rasis karena ketiganya bahkan belum terbukti melakukan kejahatan yang berat sampai pantas untuk diperlakukan atau dibunuh secara terang-terangan dengan cara sebrutal itu. Naudzubillahi min dzalik.

Untuk teman-teman yang ingin memahami lebih jauh, aku sudah menyertakan link berita pada paragraf di atas ya. Aku benar-benar tak habis pikir mengapa ada orang yang tega menyakiti bahkan membunuh sesamanya seperti itu? Kurasa orang-orang itu sudah bukan manusia lagi, tetapi monster. Naudzubillahi min dzalik.

Angka positif COVID-19 pada Senin (1/6) kemarin adalah 26.940 kasus. Angka positif COVID-19 yang diumumkan pada Selasa (2/6/2020) ini menjadi 27.549 kasus. Berarti ada lonjakan 609 kasus positif COVID-19 dalam sehari.

Stay safe, stay sane, and stay being a good human for others ya teman-teman!

Diary Work From Home Day 48 : Tips Tetap Waras, Sehat, dan Bahagia Selama WFH

Jumat, 29 Mei 2020

Sudah dua bulan lebih kita menjalani kehidupan Work From Home, tentu banyak hal yang berubah dari keseharian kita. Aku adalah salah satu perantau yang memilih untuk stay di Jakarta saja sejak hari pertama WFH, walaupun kalau mau nekat, selalu ada cara untuk pulang ke rumah dari bulan Maret lalu. Namun aku sengaja tidak melakukannya karena aku berpikir inilah saatnya untuk aku belajar menjalani kehidupan secara mandiri. Walaupun sudah belajar hidup terpisah dari keluarga inti sejak kuliah, namun baru kali ini aku benar-benar hanya bisa mengandalkan diri sendiri karena sebelumnya saat penempatan kerja di Palu, Sulawesi Tengah, aku pun masih tinggal bersama teman-teman di mess yang sudah seperti keluarga sendiri, jadi jika aku sakit atau butuh bantuan, aku masih bisa minta tolong kepada mereka, pun aku tak kesepian karena dulu sekamar berdua jadi selalu ada teman menjalani hari-hari yang penuh warna.

Memang ga mudah sih, tapi alhamdulillah aku sampai detik ini berhasil menjalaninya. Setidaknya aku berhasil menjalani puasa Ramadhan 1441 H dengan menyiapkan makanan sahur sendiri, plus bayar hutang puasa sampai lunas dimulai pada hari ketiga bulan Syawal. Alhamdulillah ini rekor aku tercepat membayar hutang puasa, karena dengan pertimbangan masih WFH dan belum banyak pekerjaan yang menyita banyak tenaga dan pikiran, hihihihi.

Karena WFH ini bukan sesuatu yang normal untuk kehidupan kita, pasti setiap individu merasakan bebannya, entah dalam bentuk stres, psikosomatis atau lainnya. Aku sendiri merasakan lebih sering kambuh alergi gatal seperti kaligata selama WFH ini, sampai sudah menghabiskan stok obat ketiga atau keempat selama dua bulan terakhir ini. It's okay, aku berusaha untuk tidak ketergantungan obat alergi dan hanya minum obatnya jika benar-benar tak bisa menahan rasa gatalnya.

Tips dariku agar tetap waras, sehat dan bahagia selama WFH adalah :
  1. Selalu bersyukur kepada Allah SWT, terutama untuk kesehatan, pekerjaan dan tempat tinggal yang nyaman sampai sekarang. Aku juga bersyukur Allah SWT selalu menjagaku dan keluarga serta teman-teman yang kusayangi sehingga kami sehat semua walaupun belum bisa saling bertatap muka.
  2. Video call dengan keluarga sesering mungkin. Satu hal yang dulu sebelum pandemi sangat jarang kulakukan karena sudah terlalu lelah dengan kegiatan sehari-hari dan ingin me time di hari libur. Bertatap muka dengan mereka memberikan rasa tenang dan mengobati rasa rindu, yang penting semuanya sehat selalu.
  3. Keep in touch with my people. Selain keluarga, aku juga selalu bertukar kabar dan intens bercerita bersama sahabat-sahabatku seperti yang pernah aku ceritakan di tulisan ini. Lumayan menjaga kewarasan dengan mengobrol banyak hal kan?
  4. Berjalan kaki keliling kompleks yang rutin kulakukan hampir setiap hari bersama Mbak Yuyun. Kami melakukan ini selain agar badan kami tidak kaku dan pegal karena kurang gerak dan terlalu banyak rebahan di kamar kos, juga agar mendapatkan sinar matahari langsung. Selama ini kami jalan kaki sekalian refreshing mengamati keadaan sekitar. It much help to keep us sane!
  5. Melakukan hobi menulis blog dan menonton Netflix. Banyak sekali tontonan bagus di Netflix yang bisa aku pilih agar aku tak melulu terpapar berita tentang Covid 19 yang berpotensi menambah beban pikiran dan menurunkan sistem imun karena stres. Menulis blog ini juga menjadi stress relief yang ampuh untukku. Walaupun aku memutuskan hanya menulis pada hari kerja dan kadang merasa kehabisan ide apalagi yang akan kutulis, karena aku berusaha berbagi lewat tulisan, agar tak sia-sia waktu orang lain membaca blogku ini.
  6. More and more donation. Aku menulis poin ini bukan untuk pamer atau riya, tapi sebagai ajakan untuk kita sebagai makhluk sosial membantu sesama. Di luar sana, banyak sekali orang-orang yang tak seberuntung kita untuk menjalani WFH dan punya penghasilan dan kehidupan yang layak seperti kita. Sudah saatnya kita saling membantu meringankan beban saudara-saudara kita, walaupun bulan Ramadhan yang penuh berkah telah lewat, namun semangat kebaikan kita semoga selalu membara. Setelah berbagi dengan sesama, rasanya bahagia, berasa sedikit bermanfaat jadi manusia.
  7. Selalu berdoa agar semuanya sehat dan segera ditemukan obat atau vaksin untuk Covid 19 ini. Berdoa itu sangat penting untuk menjaga kewarasan karena siapalah kita? Kita hanya makhluk Allah SWT yang sangat kecil, dan  tak ada yang tak mungkin bagi-Nya jika Allah SWT sudah berkendak maka "kun fayakun".
Angka positif COVID-19 pada Kamis (28/5) kemarin adalah 24.538 kasus. Angka positif COVID-19 yang diumumkan pada Jumat (29/5/2020) ini menjadi 25.216 kasus. Berarti ada lonjakan 678 kasus positif COVID-19 dalam sehari.

Stay sane and stay safe ya teman-teman, semoga kita sehat selalu dan wabah Covid 19 ini segera berlalu, aamiin.

Diary Work From Home Day 47 : Novel The Architecture of Love by Ika Natassa

Kamis, 28 Mei 2020

Selama Work From Home, selain menonton berbagai serial dan film di Netflix, aku juga membaca buku. Salah satu buku yang telah selesai aku baca adalah sebuah novel karya pengarang Ika Natassa. Aku memang sengaja meminjam novel ini sebelum mulai WFH dari perpustakaan tempatku bekerja karena aku mengikuti Instagram kak Ika dan ada pengumuman kalau novelnya bakal dijadikan film lagi, kali ini yang berjudul Architecture of Love.
Novel Architecture of Love

Sebelumnya aku sudah pernah membaca dan menonton film yang ceritanya diangkat dari novel Kak Ika, di antaranya Antalogi Rasa, Critical Eleven dan Twivortiare. Aku sudah membaca hampir semua novelnya kecuali Underground dan Susah Sinyal. Tapi untuk film, aku baru menonton Critical Eleven dan Twivortiare saja. Seakan tak ingin ketinggalan untuk Architecture of Love, aku langsung gercep membaca biar nanti kalau filmnya sudah tayang, tinggal nonton saja.

Novel Architecture of Love bercerita tentang seorang penulis bernama Raia Risjad yang mengalami writer's block atau kebuntuan menulis dan 'melarikan diri' ke New York. Di sana, Raia bertemu dengan River Jusuf, seorang arsitek yang ternyata juga sedang 'melarikan diri' dari kehidupannya di Jakarta. Buku ini seakan mengingatkan kita bahwa dibalik perangai atau tingkah laku seseorang, pasti ada alasan atau histori yang melandasi mengapa seseorang berlaku seperti itu. Penasaran seperti apa ceritanya? Silakan baca sendiri ya teman-teman, jangan lupa untuk membeli atau meminjam buku yang original!

Angka positif COVID-19 pada Rabu (27/5) kemarin adalah 23.851 kasus. Angka positif COVID-19 yang diumumkan pada Kamis (28/5/2020) ini menjadi 24.538 kasus. Berarti ada lonjakan 687 kasus positif COVID-19 dalam sehari.

Tetap jaga kebersihan dan patuhi protokol kesehatan ya teman-teman, semoga kita sehat selalu dan wabah Covid 19 ini segera berlalu, aamiin.




Diary Work From Home Day 46 : Membuat Katalog dengan Microsoft Publisher

Rabu, 27 Mei 2020

Saat ini aku sedang diberi mandat untuk membuat sebuah diseminasi koleksi perpustakaan, bahasa umumnya katalog buku-lah ya. Aku sudah meminta bantuan temanku yang pandai design untuk membuatkan sebuah template layout. Tinggal nanti aku isi per halaman. Dulu zaman awal kuliah aku pernah membuat sebuah design buku saku untuk mahasiswa baru dengan CorelDraw. Itu sudah lebih dari satu dekade yang lalu, namun aku masih punya gambaran kasarnya dalam ingatanku. Sewaktu diberi tugas menyusun katalog ini aku membayangkan akan membuatnya dengan menggunakan program yang sama daripada mematuhi arahan atasanku untuk membuatnya dengan Microsoft Word karena aku merasa ya ampun, ini benar-benar penghinaan dalam bidang design dan aku tak akan melakukannya, namun apa daya laptopku untuk menjalankan CorelDraw X7 Portable saja sudah lambatnya minta ampun.

Akhirnya aku memutuskan untuk menyusun katalog itu dengan program Microsoft Publisher. Setidaknya itu program bawaan Windows dan aku tak perlu meng-install lagi dan walaupun sederhana, program itu bisa menyajikan layout seperti yang aku bayangkan. Dengan bantuan template layout buatan temanku, aku mulai menyusunnya seperti ini.
Sepertinya design di atas harus lebih disesuaikan lagi background-nya per halaman agar lebih memenuhi kriteria estetik. Sakit mata juga aku melihatnya seperti tumpang tindih begini. Haduh maafkan designer abal-abal ini ya, I will try my best.

Angka positif COVID-19 pada Selasa (26/5) kemarin adalah 23.165 kasus. Angka positif COVID-19 yang diumumkan pada Rabu (27/5/2020) ini menjadi 23.851 kasus. Berarti ada lonjakan 686 kasus positif COVID-19 dalam sehari.

Walaupun kita mulai disosialisasikan cara hidup #newnormal, dengan angka positif Covid 19 yang masih tinggi seperti sekarang, berarti kita harus lebih waspada. Karena dengan kenyataan kurva penderita Covid 19 yang belum melandai untuk di Indonesia, kita akan dipaksa menjalani hidup seperti biasa. Tidak lagi bisa bersembunyi #dirumah saja, melainkan berhadapan langsung dengan virus tak kasat mata di luar sana. Mengerikan menurutku, jadi mari kita tetap waspada dengan mematuhi protokol kebersihan dan kesehatan, juga tak berhenti berdoa agar Allah SWT segera mengakhiri ujian berupa pandemi ini, aamiin.

Diary Work From Home Day 45 : Selamat Hari Raya Idul Fitri 1441 Hijriyah

Selasa, 26 Mei 2020

Selamat  Hari Raya Idul Fitri 1441 Hijriyah
Taqabbalallahu Minna Wa Minkum Shiyamana Wa Shiyamakum
Mohon dimaafkan lahir dan batin atas banyak salah kata, perbuatan dan postingan yang tidak berkenan selama ini 🙏🏻

Merayakan Hari Raya Idul Fitri di tengah pandemi Covid 19 ini memang tak mudah. Banyak momen yang biasanya dilalui bersama menjadi harus dijalani sendirian, pun melaksanakan sholat Ied yang biasanya beramai-ramai di lapangan dan diakhiri dengan bersalam-salaman.

Selamat dan terus semangat untuk teman-teman sesama perantau yang tidak mudik. We did it! Terima kasih buat Mbak Yuyun yang setia menemani jalan kaki keliling di sekitar sini demi menjaga kewarasan selama Working From Home agar lebih banyak membakar kalori, mendapat sinar matahari langsung dan mengetahui keadaan sekitar, daripada badan kaku dan pegal karena terlalu banyak rebahan dan lesehan di kamar kos saja.

Semoga kita sehat selalu dan keadaan ini lekas membaik. Mari kita bersiap menjalani hidup #newnormal dengan tetap mematuhi protokol kebersihan dan kesehatan, juga tetap semangat untuk saling bantu sesama di sekitar kita.

Angka positif COVID-19 pada Senin (25/5) kemarin adalah 22.750 kasus. Angka positif COVID-19 yang diumumkan pada Selasa (26/5/2020) ini menjadi 23.165 kasus. Berarti ada lonjakan 415 kasus positif COVID-19 dalam sehari.

Menjelang rencana akan dilonggarkannya kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan persiapan menuju cara hidup dengan #newnormal, kita harus tetap waspada dengan cara menjaga kebersihan dan kesehatan, juga selalu berdoa semoa pandemi covid 19 ini akan berakhir segera, aamiin.

Diary Work From Home Day 44 : Say No To Sexual Harrasment!

Jumat, 22 Mei 2020

Hello people! It's Friday and we're still working karena cuti bersama Idul Fitri 1441 H yang dibatalkan sehari. Sedih ga sih? Udah ga bisa mudik, disuruh tetap WFH jadi hawa-hawanya otomatis ga semangat sama sekali. Kali ini aku akan cerita kejadian kemarin sore, Kamis (21/05/2020) saat aku dan Mbak Yuyun melakukan rutinitas kami buat jalan kaki membeli makanan untuk buka puasa. Kalian bacalah hasil tangkapan layar dari story Instagram-ku ini ya.
Awalnya aku ingin melupakan saja kejadian buruk itu, namun aku pikir aku harus menuliskannya agar teman-temanku juga lebih waspada. Setelah kejadian itu aku langsung membeli pepper spray di Shopee walaupun pengirimannya akan tertunda karena libur Idul Fitri.

Angka positif COVID-19 pada Kamis (21/5) kemarin adalah 20.162 kasus. Angka positif COVID-19 yang diumumkan pada Jumat (22/5/2020) ini menjadi 20.796 kasus. Berarti ada lonjakan 634 kasus positif COVID-19 dalam sehari.

Meskipun angka lonjakan kasus positif Covid 19 tidak setinggi hari sebelumnya yang bertambah sampai 973 orang, kita tetap harus waspada karena sekarang banyak penderita Covid 19 yang merupakan Orang Tanpa Gejala (OTG) yang semakin besar potensinya untuk menularkan virus ini kepada orang-orang di sekitarnya. Yuk kita tetap ikhitar menjaga kesehatan dan berdoa agar sehat selalu dan tidak terpapar Covid 19 dan selalu waspada agar tidak terkena keburukan lainnya, aamiin.

Diary Work From Home Day 43 : Stay Focus When You're In A Zoom Meeting

Rabu, 20 Mei 2020

Pada hari terakhir sebelum libur Idul Fitri 1441 H ini, atasanku masih mengajak koordinasi online melalui Zoom Meeting yang baru dimulai pukul 2 siang, padahal pukul setengah 4 sore seharusnya kami sudah mengakhiri jam kerja khusus di bulan Ramadhan. Sebagai anak kos yang supply makanannya terbatas dan amat bergantung dari warung di sekitar, aku memutuskan menonaktifkan fitur video pada aplikasi tersebut.

Masih sambil mendengarkan pembahasan bersama konsultan aplikasi yang sengaja diundang dalam rapat online, seperti biasa, setelah sholat Ashar aku jalan kaki bersama Mbak Yuyun untuk membeli hidangan buka puasa. Sesekali aku akan menyaut dan menyalakan fitur unmute microphone. Agak sulit membagi fokus untuk mendengarkan pembahasan selama berjalan kaki, rasanya seperti mendengarkan siaran radio dengan topik yang serius, sambil mengobrol bersama Mbak Yuyun dan melangkah dengan hati-hati. Namun ku rasa aku bisa melakukannya dengan baik sampai pada akhirnya waktu kami sedang di Warung Ayam Bakar, aku lupa bahwa aku sudah menekan tombol unmute pada microphone, dan dengan santainya berbicara agak keras, "Bu, nasinya tambah satu lagi ya, dibungkus!" seruku yang kemudian disahutin oleh senior "Tambah dua aja nasinya." dan disambut oleh tertawaan teman-teman yang lain. Rasanya malu sekali, apalagi saat itu atasanku sedang menyampaikan kesimpulan untuk menutup rapat online tersebut.
Setelah kejadian itu, aku tak berhenti khawatir apa saja ucapanku yang terdengar oleh mereka selama aku lupa kalau telah menekan tombol unmute. Karena tak mau lebih tersiksa lagi dengan kekhawatiran dan kecemasan berlebih, aku memutuskan untuk bertanya pada salah satu teman yang baru dibalas pada saat sahur. Hanya itu katanya yang mereka dengar. Alhamdulillah. Aku khawatir kalau obrolanku bersama Mbak Yuyun ikut terdengar oleh mereka, karena ya banyak yang kami bahas seputar kantor juga, hehehehe. Pesan moral dari cerita ini adalah berhati-hati dan fokuslah pada saat rapat online, terutama dengan fitur mute/unmute microphone dan shared/unshared video.

Angka positif COVID-19 pada Selasa (19/5) kemarin adalah 18.496 kasus. Angka positif COVID-19 yang diumumkan pada Rabu (20/5/2020) ini menjadi 19.189 kasus. Berarti ada lonjakan 693 kasus positif COVID-19 dalam sehari.

Stay safe and healthy, people!

Diary Work From Home Day 42 : Gehu Pedas Jeletot

Selasa, 19 Mei 2020

Sebagian besar orang Indonesia gemar menyantap makanan pedas, maka tak heran jika apapun menu makanannya pasti akan disediakan sambal, saus cabai, atau bubuk cabai sebagai pelengkapnya. Bahkan sekarang muncul makanan dengan level pedas yang bervariasi, sehingga dapat dinikmati oleh orang yang benar-benar pecinta makanan pedas atau hanya pemakan pedas level anak TK sepertiku.

Selama Ramadhan 1441 H ini, aku sering berjalan kaki di sepanjang Jalan Bendungan Hilir Jakarta Pusat. Memasuki pukul 4 sore akan banyak penjual takjl yang menjajakan dagangannya yang semuanya terlihat menarik apalagi untuk orang yang sedang berpuasa. Namun karena adanya wabah Covid 19 ini, aku dan Mbak Yuyun sangat berhati-hati untuk memilih makanan yang akan dibeli. Kami akan memilih tempat yang terjamin kebersihannya seperti restoran atau rumah makan. Kalaupun kami beli jajanan di pedagang keliling, kami akan mengamati terlebih dulu apakah bersih atau tidak, dan apakah ramai atau tidak. Memang keramaian pembeli tetap menjadi tolak ukur untuk memperkirakan rasa makanan, enak atau tidak.
Salah satu jajanan gerobak yang sering kami beli adalah Gehu Pedas Jeletot. Gehu pedas ini adalah tahu yang diisi dengan sayuran dan cabai yang kemudian digoreng dengan tepung. Ukurannya lebih besar dari tahu isi yang dijual kebanyakan. Gehu Pedas Jeletot ini berlokasi di Jalan Bendungan Hilir, tepatnya di dekat Alfamart yang ada gangnya, karena terlalu banyak Alfamart di sepanjang jalan itu, hahahaha. Abang penjualnya mulai berdagang sejak pukul 3 sore atau setelah Ashar, sampai dagangannya habis menjelang maghrib. Biasanya sebelum jam 5 sore, kami mengamati dagangannya sudah habis terjual.

Gehu Pedas Jeletot ini biasanya aku makan bersama nasi putih karena rasa pedasnya yang aku tidak tahan jika hanya memakannya tanpa tambahan yang menetralkan. Penyuka makanan pedas harus mencobanya, dijamin ketagihan karena pedasnya asli dari cabai yang diuleg dan dicampur dengan sayuran sebagai isian, pun tekstur gorengannya crunchy dan kering sehingga tak terlalu berminyak. Aku bahkan beberapa kali memakannya sebagai menu sahur, tinggal dimakan dengan nasi hangat saja.

Angka positif COVID-19 pada Senin (18/5) kemarin adalah 18.010 kasus. Angka positif COVID-19 yang diumumkan pada Selasa (19/5/2020) ini menjadi 18.496 kasus. Berarti ada lonjakan 486 kasus positif COVID-19 dalam sehari.

Mari tetap menjaga kebersihan dan kesehatan, pun jangan lelah untuk selalu berdoa semoga pandemi Covid 19 ini segera berakhir dan ditemukan obat serta vaksinnya, aamiin.

Diary Work From Home Day 41 : Pelatihan Penulisan Jurnalistik Online Bersama Praktisi dari Republika

Senin, 18 Mei 2020

Hari ini yang bertepatan dengan 25 Ramadhan 1441 H, aku mengikuti pelatihan online lagi. Tema pelatihan kali ini adalah penulisan jurnalistik yang diampu oleh Redaktur Republika.co.id, mas Yudha Manggala Putra.

Mas Yudha memberikan materi dasar penulisan berita seperti pentingnya nilai suatu berita, kelengkapan unsur 5W + 1H (What, Who, When, Where, Why + How), sumber berita yang relevan, pembuatan judul dan lead berita yang menarik serta penyusunan siaran pers yang menarik di mata media.


Untuk lebih lengkapnya, silakan menonton rekamannya di link YouTube ini.

Angka positif COVID-19 pada Ahad (17/5) kemarin adalah 17.514 kasus. Angka positif COVID-19 yang diumumkan pada Senin (18/5/2020) ini menjadi 18.010 kasus. Berarti ada lonjakan 496 kasus positif COVID-19 dalam sehari.

Semoga dengan semakin banyaknya pasien yang terdeteksi akhir-akhir ini menjadi motivasi kita untuk semakin mematuhi protokol kesehatan ya teman-teman, dan semoga wabah covid 19 ini segera berlalu, aamiin.
 
FREE BLOGGER TEMPLATE BY DESIGNER BLOGS