Pages

Diary Work From Home Day 52 : Finally, This Is My Last Day Of WFH

Jumat, 05 Juni 2020

Alhamdulillah akhirnya fase Work From Home (WFH) ini berakhir juga! Bukannya aku tidak suka, tetapi ku rasa sistem pekerjaanku belum siap untuk dijalankan secara WFH, karena sewaktu WFH malah banyak jam kerja yang melebihi seharusnya. Bahkan aku sering sengaja tidak membaca grup chat kantor jika sudah malam, benar-benar melelahkan seperti 24 jam sehari harus memikirkan pekerjaan!

Bahkan pada hari terakhir WFH ini, atasanku masih menginstruksikan untuk zoom meeting dari jam 1 siang sampai jam 5 sore. OH MY GOD! Tentu saja aku lalui putus sambung karena kebetulan sabungan Wifi di kos sedang tak bersahabat. Pun pastinya lagi-lagi hal seperti ini menjadi hambatanku dalam menyelesaikan design diseminasi secepatnya, padahal atasan baru saja menambahiku tanggung jawab menjadi PIC acara yang melibatkan para pejabat. Rasanya inginku protes atas ketidakadilan ini, karena atasanku pernah bilang bahwa yang akan menjadi Person In Charge (PIC) setiap acara akan bergantian setiap staf. Tetapi apa kenyataannya? Insya Allah ini akan menjadi kegiatan ketiga yang aku handle pada semester pertama, padahal seingatku masih ada teman lain yang belum menjadi PIC. Entah memang beliau menaruh kepercayaan padaku, atau memang tak mau membiarkanku sedikit bernapas dan bersantai.

Saking sudah lelahnya, aku pun tak ikut menimpali sewaktu chat grup kantor masih ramai dengan perbincangan perihal persiapan WFO. Bagiku seharusnya setiap orang sudah mempersiapkan diri baik mental maupun perlengkapan untuk pergi perang melawan keadaan ini. Aku pribadi sudah punya beberapa masker kain dan beberapa botol hand sanitizer, juga alat sholat, sajadah, dan alat makan pribadi. Aku tak memakai face shield karena tugasku bukan di bagian pelayanan sehingga tak perlu mempersulit diri dengan atribut yang menyiksa. Lebih simple lebih baik, yang penting tetap physical distancing.

Angka positif COVID-19 pada Kamis (4/6) kemarin adalah 28.818 kasus. Angka positif COVID-19 yang diumumkan pada Kamis (4/6/2020) ini menjadi 29.521 kasus. Berarti ada lonjakan 703 kasus positif COVID-19 dalam sehari.

Terima kasih WFH, tahun 2020 yang tak disangka mengubah paksa gaya hidup manusia di seluruh dunia ini, juga menjadi tahun terproduktif menulis blog untukku, karena ini menjadi tulisanku ke-52 tahun ini. Jumlah postingan terbanyak dalam waktu yang belum ada satu tahun, mengalahkan rekor menulisku sendiri pada tahun 2012 yang berjumlah sebanyak 33 postingan dalam setahun itu. Wow! Aku takjub pada diriku sendiri! Ternyata aku bisa juga konsisten menulis sejumlah hari kerja selama WFH. Walaupun dengan tema tulisan yang random dan awalnya hanya aku niatkan sebagai salah satu stress relief dan sarana belajar untuk mengasah kemampuanku merangkai kata agar tak menumpul begitu saja. Semoga sewaktu WFO nanti aku masih rajin menulis, walaupun aku tak yakin akan bisa serutin selama WFH ini. Terima kasih untuk kalian yang sudah mau membaca tulisan-tulisanku selama ini. Semoga ada manfaat yang dapat aku bagikan pada kalian ya.

See ya on the next post, my friends! Stay sane and healthy, semoga wabah covid 19 segera pergi, aamiin.

Diary Work From Home Day 51 : Aplikasi, Mempermudah atau Malah Menambah Pekerjaan?

Kamis, 04 Juni 2020

Hari ini menjadi hari yang melelahkan. Bagaimana tidak? Selain harus segera menyelesaikan pekerjaan yang sudah menanti, ditambah kegalauan karena harap-harap cemas kapan Work From Office (WFO) resmi dimulai, dan disuruh untuk melaporkan pekerjaan pada aplikasi yang baru diperkenalkan. Saking lelahnya, aku sampai tertidur setelah maghrib.

Aku memang telah menyetujui untuk WFO setiap hari, tetapi kalau diminta langsung memulainya besok pagi, jujur aku belum siap, terutama secara mental. Aku masih sering bangun siang, dan belum mempersiapkan barang-barang yang harus kukembalikan ke kantor. Selama Work From Home (WFH), banyak buku koleksi perpustakaan dan souvenir yang mengungsi ke kamar kosku yang mungil ini. Aku harus membawanya kembali ke kantor secara bertahap, tentu saja hal itu menambah daftar persiapanku selain properti untuk WFO nanti.

Sembari menyelesaikan pekerjaan diseminasi itu, yang sebenernya sederhana tetapi tetap saja membutuhkan konsentrasi serta detil yang presisi, ada lagi yang menambah beban pikiran, yaitu instruksi penggunaan aplikasi untuk melaporkan tugas harian kami. Aku baru tahu ada aplikasi seperti ini, tiba-tiba saja diinstruksikan untuk mengisinya. Saat aku bertanya ke teman-temanku di satker lain, mereka bahkan ada yang baru mendengar nama aplikasinya. Kami harus trial & error agar dapat menggunakannya. Benar-benar menyebalkan, membingungkan dan menyita banyak waktu yang seharusnya bisa kumaksimalkan untuk melakukan pekerjaan agar lebih cepat selesai. Selain itu, aku tak yakin jika aplikasi ini akan bisa diterapkan secara masif dan maksimal, karena malah jadi terkesan mengada-adakan kegiatan dan menuntut output, yang menurutku abstrak karena tidak semua tupoksi menghasilkan sesuatu yang tangible.

Angka positif COVID-19 pada Rabu (3/6) kemarin adalah 28.233 kasus. Angka positif COVID-19 yang diumumkan pada Kamis (4/6/2020) ini menjadi 28.818 kasus. Berarti ada lonjakan 585 kasus positif COVID-19 dalam sehari.

Tetap jaga kesehatan dan kewarasan ya teman-teman, selamat menyongsong #newnormal, semoga wabah Covid ini secepatnya angkat kaki dari muka bumi, aamiin.

Diary Work From Home Day 50 : Bersiap untuk WFO

Rabu, 03 Juni 2020

Setelah lebih dari dua bulan menjalani Work From Home (WFH), akhirnya tibalah saatnya untuk menyongsong #newnormal. Tempatku bekerja telah menyusun jadwal untuk melaksanakan tugas secara WFH dan Work From Office (WHO). Jadi, jika tidak ada Surat Edaran (SE) Perpanjangan WFH lagi, berarti besok adalah hari terakhirku bangun siang dan menikmati indahnya WFH ini. Memang ya segala sesuatu di dunia ini hanya sementara, hahahaha.

Penyusunan jadwal #newnormal tersebut dibagi berdasarkan tanggal pelaksanaan WFO secara bergantian pada tanggal ganjil dan tanggal genap. Dengan pegawai yang masuk kantor secara bergantian, tentu saja merupakan upaya untuk menjaga physical distancing di kantor, apalagi dengan ruang dan tempat duduk yang terbatas. Aku sebagai anak kos yang tinggal tak jauh dari kantor akhirnya diminta untuk melaksanakan WFO secara full. It's ok, selain aku bisa lebih waras karena bisa bersosialisasi dengan banyak orang, juga lebih banyak gerak daripada cuma rebahan di kamar kos dengan ruang gerak yang sangat terbatas. Bonusnya, aku bisa menghemat anggaran untuk membayar token listrik karena siang hari tidak menyalakan AC kamar kos, pun kabarnya selama melaksanakan WFO, pegawai akan mendapat kompensasi lebih atas perjuangannya untuk ke kantor.
Itu adalah jadwalku WFO untuk bulan Juni 2020 ini. Jika mayoritas pegawai lain akan mendapat jadwal selama 8 atau 9 hari untuk melaksanakan WFO, aku dua kali lipatnya. Semangat! Toh aku telah memilih untuk menjalankan tanggung jawab ini demi kesehatan jasmani dan rohaniku sendiri juga. Kalaupun benar ada kompensasi dalam bentuk bonus materi, anggap saja itu tabungan untuk membeli vaksin Covid 19 jika sudah ada nanti. Aku dan teman-temanku memang sudah berniat untuk mevaksin diri dan keluarga kami jika sudah ditemukan vaksinnya nanti.

Angka positif COVID-19 pada Selasa (2/6) kemarin adalah 27.549 kasus. Angka positif COVID-19 yang diumumkan pada Rabu (3/6/2020) ini menjadi 28.233 kasus. Berarti ada lonjakan 684 kasus positif COVID-19 dalam sehari.

Selamat mempersiapkan fisik dan mental menyongsong #newnormal teman-teman, semoga wabah Covid 19 ini segera ada vaksinnya dan segera berakhir, aamiin.

Diary Work From Home Day 49 : Black Out Tuesday

Selasa, 02 Juni 2020

Industri musik tutup dalam sehari, yakni pada 2 Juni 2020 hari ini, sebagi aksi protes terhadap kasus George Floyd. Aksi yang diberi nama “Black Out Tuesday” ini diorganisir beberapa label ternama seperti Columbia Records, RCA Records, Epic Records dan lainnya, saat protes pecah karena kematian George Floyd saat ditahan polisi Minneapolis karena tuduhan memberi uang palsu pada 25 Mei 2020 lalu

Baca selengkapnya di artikel "Kronologi Kematian George Floyd yang Jadi Penyebab Demo di AS", https://tirto.id/fEyQ
saat ditahan polisi Minneapolis karena tuduhan memberi uang palsu

Baca selengkapnya di artikel "Kronologi Kematian George Floyd yang Jadi Penyebab Demo di AS", https://tirto.id/fEyQ
saat ditahan polisi Minneapolis karena tuduhan memberi uang palsu

Baca selengkapnya di artikel "Kronologi Kematian George Floyd yang Jadi Penyebab Demo di AS", https://tirto.id/fEyQ
, pembunuhan Ahmaud Arbery di Georgia pada 23 Februari 2020 lalu, serta penembakan seorang petugas medis darurat bernama Breonna Taylor di Louisville, Kentucky, pada 13 Maret 2020 lalu.


Sebenarnya aku sudah membaca nama
George Floyd di internet hari ini, maklum aku tak punya TV di kosan, namun baru benar-benar sempat membaca beritanya malam ini setelah pekerjaanku selesai. Aku sudah menonton rekaman rekonstruksi kematian George Floyd yang diunggah pada akun YouTube Resmi New York Times. Benar-benar tak berperikemanusiaan, siapapun yang masih punya hati nurani pasti tak akan tega melihatnya. Pantas saja kejadian itu menimbulkan protes besar melawan isu rasisme di berbagai negara. Meninggalnya ketiga korban tadi memang sangat nyata sebagai perlakuan rasis karena ketiganya bahkan belum terbukti melakukan kejahatan yang berat sampai pantas untuk diperlakukan atau dibunuh secara terang-terangan dengan cara sebrutal itu. Naudzubillahi min dzalik.

Untuk teman-teman yang ingin memahami lebih jauh, aku sudah menyertakan link berita pada paragraf di atas ya. Aku benar-benar tak habis pikir mengapa ada orang yang tega menyakiti bahkan membunuh sesamanya seperti itu? Kurasa orang-orang itu sudah bukan manusia lagi, tetapi monster. Naudzubillahi min dzalik.

Angka positif COVID-19 pada Senin (1/6) kemarin adalah 26.940 kasus. Angka positif COVID-19 yang diumumkan pada Selasa (2/6/2020) ini menjadi 27.549 kasus. Berarti ada lonjakan 609 kasus positif COVID-19 dalam sehari.

Stay safe, stay sane, and stay being a good human for others ya teman-teman!
 
FREE BLOGGER TEMPLATE BY DESIGNER BLOGS