Pages

Diary Work From Home Day 10 : Internet Connection Is The Key

Selasa, 31 Maret 2020

Alhamdulillah hari ini wifi kos udah lancar lagi. Thanks to petugas dari First Media yang kemarin udah ke sini, semoga lancar terus ya jaringannya. Aamiin.

Beneran deh yang namanya WFH ini sangat bergantung pada jaringan internet yang lancar. Alhamdulillah aku di kos ada wifi. Karena kalau pakai paket data di hp yang kemudian buat tethering malah bikin bete, hp cepat panas dan habis batre, jaringannya pun tak sekuat kalau pakai wifi. Mungkin memang hp ga dirancang sebagai modem ya? Engga tau deh kalau pakai wifi yang dari modem kayak Mifi itu apakah selancar kalau pake wifi yang kabel kayak Indihome, First Media, dan kawan-kawannya?

Hari ini juga ada jadwal meeting pakai aplikasi Zoom lagi. Alhamdulillah udah dikabarin jadwalnya dari pagi, jadi bisa prepare apa yang mau dilaporkan ke pimpinan eselon II dan lanjut ngerjain tugas harian yang udah dibagi sebelumnya. Karena ada project resensi yang membutuhkan buku fisik, rencananya besok aku dan atasanku mau ke kantor buat ambil buku yang diperlukan dan mengirimnya via ojol ke alamat calon narasumber. FYI kantorku lumayan ketat perihal WFH ini, setiap hari kami selalu lapor progress harian dan kalau ada yang dibutuhkan di kantor, harus seizin pimpinan eselon II.

Rasanya ga sabar buat kembali ke kantor, walaupun kami harus melakukannya seefisien mungkin. Tetap saja aku menyambutnya dengan gembira, terlebih sudah beberapa hari terakhir ini aku sama sekali ga keluar rumah kecuali ambil pesanan gofood di gerbang kosan.

Angka positif COVID-19 pada Senin (30/3) kemarin adalah 1.414 kasus. Angka positif COVID-19 yang diumumkan pada Selasa (31/3/2020) ini menjadi 1.528  kasus. Berarti ada lonjakan 114 kasus positif COVID-19 dalam sehari. 
 
Penambahan kasus positifnya 15 lebih sedikit jika dibanding dengan kemarin yaitu 129. Semoga WFH dan physical distancing yang kita terapkan mulai terlihat hasilnya dan wabah ini segera berakhir ya teman-teman, aamiin. 

Diary Work From Home Day 9 : This Negative News Is Drained Our Energy

Senin, 30 Maret 2020

Halo teman-teman, apa kabar?
Semoga kita selalu sehat dan terhindar dari virus covid 19 ya, aamiin.

Hari ini aku capek banget rasanya, jaringan wifi yang rusak dan atasan yang tidak memberi tugas dengan jelas bikin bete banget. I guess if I wasn't PMS and communication with my friend didn't get worse like yesterday, I wouldn't feel this tired either. So please let me tell you a little.

This covid 19 makes us exhausted, right? One of my friends said that I was insensitive by sent her info about covid 19 and didn't realize that she felt afraid. I was sorry and I said the reason I shared the info with her is that I do care about her.

If she doesn't feel comfortable, she can tell me so I could stop at the beginning. She doesn't answer my apologizes and keeps saying that I am an egoistic and insensitive person. Okay, I didn't reply her anymore and she stopped talking to me.

That's my story, thank you for letting me share this. How's your story? Is there someone who has the same problem with someone close to him because of this virus?

Angka positif COVID-19 pada Minggu (29/3) kemarin adalah 1.285 kasus. Angka positif COVID-19 yang diumumkan pada Senin (30/3/2020) ini menjadi 1.414  kasus. Berarti ada lonjakan 129 kasus positif COVID-19 dalam sehari. 

This negative news is drained our energy, right? Semoga besok jaringan wifi kembali lancar sehingga aku bisa mengerjakan tugas WFH ini dengan lebih baik dan wabah covid 19 ini segera berakhir, aamiin.

Diary Work From Home Day 8: Yang Enak dari Kerja dari Kosan

Jumat, 27 Maret 2020

Haloooo gaess... Sehat-sehat kan semuanya?

Pagi ini aku jalan-jalan udah menjelang siang dan itu pun hanya di dekat sini. Seperti biasa, setelah melaporkan suhu badan di grup kantor, aku dan mbak Yuyun beli Ice Coffee Dolce di Familymart gedung sebelah. Kali ini kami juga coba siomay dan dimsumnya buat sarapan. Mereka jual bijian kan dan ternyata pesanan kami terlalu banyak. Aku aja sampai harus berjuang buat menghabiskannya. Tak hanya itu, kami juga makan sop iga di samping kantor yang ternyata porsinya menurutku lebih banyak dari hari biasanya. Alhamdulillah kenyang banget anak kos.

Ice Coffee Dolce Familymart
Setelah menjalani kurang lebih dua pekan Work From Home, kira-kira begini sisi positif yang aku rasakan.
  1. Waktu lebih fleksibel. Jadi aku bisa mengatur sendiri kapan aku bisa fokus kerja, kapan aku mau mandi dulu, jalan-jalan pagi mencari sinar matahari dulu, asal sedang tidak ada pekerjaan yang diwaskat (pengawasan melekat) oleh atasan, hihihi.
  2. Lebih fokus mengerjakan tupoksi. Nah ini penting buat orang yang mudah terdiktraksi sepertiku ya. Kalau di kantor ada orang ngomong, ada telpon, ada apapun yang mudah banget mendistraksi fokusku lalu aku lupa tadi mau ngapain huhuhuhu. Selama WFH, aku tinggal matiin musik dan jauhkan hp udah bisa fokus kerjain bagianku.
  3. Bisa bobok siang sebentar. Ini penting ya secara kalau WFH itu aku cuma pakai meja lipat yang lesehan di lantai, jadi lebih pegel dan sering kesemutan. Bisa rebahan bentar di atas spring bed buat meluruskan punggung yang biasanya akan berakhir dengan boci sejam adalah kenikmatan tersendiri selama WFH ini, hihihihi.
  4. Output pekerjaan lebih terukur. Ini karena setiap sore menjelang pukul 16.30 WIB pasti kami wajib 'ain untuk melaporkan apa saja yang dikerjakan dan mengirimkan hasilnya, jadi aku merasa lebih jelas kerjaku hari ini ngapain aja.
  5. Lebih bisa menentukan ambience yang nyaman buat kerja. Nah ini juga penting karena di kamar aku tinggal cari lagu yang aku suka, ndak usah pake headset ndengerinnya. Kalau di kantor aku cuma bisa nyalain lagu pagi sebelum kerja dan setelah jam 4 sore karena Youtube dan Spotify diblokir sama jaringan kantor. Kalau pakai wifi kos mah bebas. Tetapi pekan kedua ini aku lebih pilih streaming siaran radio Prambors buat nemenin kerja, karena selain lagu kan ada orang ngobrol biar berasa ga sepi-sepi amat hidup ye...
 Jadi gambaran WFH-ku selama dua minggu ini kira-kira adalah:
  1. Lapor suhu badan di grup kantor tiap jam 8 pagi. Kalau ga laporan pasti akan diteror dan dicari di grup. Biasanya setiap bangun tidur aku langsung cek suhu badan pakai termometer dulu karena bisa saja pas jam 8 aku masih jalan pagi mencari sinar matahari.
  2. Mengerjakan tupoksi sesuai pembagian tugas yang disepakati sebelum WFH atau kerjaan lain yang diberikan oleh atasan langsung.
  3. Jalan kaki, beli sarapan, beli kopi, apapun lah. Begitu sampai kos langsung mandi dan ganti pakaian baru makan. Itulah kenapa kami (aku dan mbak Yuyun) belum mandi pagi sebelum jalan pagi, biar sekalian hihihihi.
  4. Kerja yang tentu diselingi rebahan, sholat, makan, ngemil, minum, ke kamar mandi, dan lapor hasil kerjaan setiap jam setengah 5 sore.
Angka positif COVID-19 pada Kamis (26/3) kemarin adalah 893 kasus. Angka positif COVID-19 yang diumumkan pada Jumat (27/3/2020) ini menjadi 1.046  kasus. Berarti ada lonjakan 153 kasus positif COVID-19 dalam sehari. 

Gils angkanya udah tembus lebih dari seribu orang, semoga keadaan ini segera membaik ya gaes. Keep safe and healthy!

Diary Work From Home Day 7 : Ndak Usah Panik Dilarang Mudik!

Kamis, 26 Maret 2020

Hai gaes, sehat-sehat kan?

Sebelumnya izinkan aku turut menghaturkan doa atas berpulangnya Ibu Sujiatmi Notomiharjo, Ibunda Bapak Joko Widodo Presiden RI. Inna lillahi wa inna illaihi raji'un. Allahumaghfirlaha warhamha wa'adlfiha wa'fuanha. 

~

WFH hari ini aku bangun kesiangan gegara begadang ngobrol sama temanku. Dia dokter tetapi sedang engga praktek, teman seangkatan dr. Tirta yang sedang naik daun karena aksinya membantu sesama itu. Kami tak bisa cerita dengan detil karena pegel kan ngetik di wa hahahaha. Intinya kita semua harus bertahan di keadaan sulit ini. Pasti bisa kalau kita jalani bersama.

Pemerintah pun telah mengkaji berbagai rencana untuk membantu masyarakat bertahan dalam menghadapi perekonomian yang menjadi sulit karena Covid 19 ini, mulai dari pemberian Bantuan Langsung Tunai kepada para driver ojek online (ojol) hingga pedagang pasar, kelonggaran pembayaran cicilan selama setahun ke depan, sampai wacana untuk meniadakan mudik Lebaran.

Sumber: Instagram.com/harimerdeka

Ya kita sama-sama tahu bahwa Indonesia merupakan negara dengan mayoritas penduduk yang beragama Islam dan mudik sudah seperti suatu keharusan. Tetapi ayolah kita berpikir dengan logika. Kalau kita mudik, selama perjalanan tidak mungkin benar-benar bersih. Karena kita pasti bersentuhan dengan banyak fasilitas umum dan orang lain. Kita tak pernah tahu siapa yang benar-benar bersih dari Covid 19 sekarang ini, apalagi di Jakarta. Lalu kita mudik, pulang ke rumah, bertemu orang tua dan saudara kita yang masih kecil bahkan bayi. 

Kita mungkin sehat dan tak merasakan apa-apa, namun mereka, bapak, ibu, pakde, bude, paklik, bulik, eyang kakung, eyang putri, keponakan, kakak, adik kita di rumah bisa saja mendapatkan virus itu dari kita. Covid 19 itu menyerang orang yang daya tahan tubuhnya lemah dan anak kecil serta orang tua yang umurnya di atas 40 tahun lebih rentan untuk terkena. Sekalinya pasien dicurigai terkena Covid 19, dia akan diisolasi yang mana tak bisa dijenguk bahkan oleh keluarganya. Bisa saja itu menjadi pertemuan terakhir kita dengan mereka. Hal buruk tak hanya sampai di situ. Saat pasien Covid 19 meninggal dunia, akan dimakamkan dengan cara khusus agar virusnya tidak menular. Ya Allah aku tak sanggup membayangkannya... Aku selalu berdoa agar keadaan ini segera berlalu. Aamiin. 

Angka positif COVID-19 pada Rabu (25/3) kemarin adalah 790 kasus. Angka positif COVID-19 yang diumumkan pada Kamis (26/3/2020) ini menjadi 893 kasus. Berarti ada lonjakan 103 kasus positif COVID-19 dalam sehari. 

Ayolah, kita bisa kok sama-sama melawan virus ini. Jangan ngeyel kalau dilarang mudik. Sabar sebentar... Berjumpa dan berkomunikasi dengan keluarga dan teman-teman sementara via video call dulu demi kesehatan dan keselamatan bersama. I know it's hard, but we can do it, for ourselves, for our beloved family, for our beloved ones.

Diary Work From Home Day 6 : Keep in Touch with Your People Is A Must In This Isolation Period

Selasa, 24 Maret 2020

How are you, guys? Still healthy and happy, right?
Pagi ini aku dan tetangga kos jalan pagi dan kami sempat putar balik setelah melihat beberapa meter di depan kami ada orang yang lagi batuk dan meludah di pinggir jalan. Selain jijay, jadinya parno juga kan? Haduh...

Biar lebih semangat dan ga ngantuk di siang hari, kami mampir ke Familymart terdekat buat take away a cup of ice dolce coffee... Itu enak dan murah, apalagi cocok sama seleraku yang nggak suka es susu kopi gula aren. Trust me! Hmmmm, aku mau cerita ada kejadian memalukan soal ke Familymart ini. Letaknya di basement salah satu perkantoran di dekat kos, kami dilarang masuk dari basement dong, disuruh muter ke pintu masuk di atas yang ada security lengkap dengan termometer tembak. Malu banget dua wanita pake kostum tidur tersesat di gedung perkantoran mewah di mana orang-orang yang ada di sana sudah berpakaian wangi dan rapi. Sedangkan kami, mandi aja belum. Untung kami masing-masing pakai masker, jadi semoga tidak dikenali secara gamblang ya. Mungkin bakal dihafalin sih, hahahaha.

Mie ayam homemade kiriman Ibuknya Baby G.
Oh iya di siang hari aku mendapat kiriman mie ayam homemade buatan temenku yang rumahnya di Jaksel. Dia emang hobi masak sedari masih gadis dan enak banget masakannya gaes. Menu yang ga biasa jadi bikin hidupku lebih berwarna, apalagi masakan homemade. I think that homemade food is the best. Seberapa mewahnya makanan di restoran, tetap kalah rasa nikmatnya dengan menu masakan rumahan yang sederhana. Mungkin karena dimasak dengan penuh cinta. Eaaa mulai ngegombal hahahaha.

FYI aku dan temanku ini selalu chat tiap hari, dan dia bilangin aku buat keep in touch dengan teman-temanku yang lain yang aku tau dia sendirian di perantauan tanpa keluarga. Sedihnya hidup sendirian begitu sih, takutnya kalau ada apa-apa nggak ada yang tau. Because it's real. Beberapa waktu lalu senior kami ada yang meninggal di rumahnya tanpa ada yang tahu, huhuhuhu. Aku sungguh tak mau berakhir seperti itu... Tetapi ya mau gimana, kalau keadaan sedang seperti ini, aku tak mungkin juga beredar buat usaha cari jodoh kan? Usahanya lewat doa dulu saja...

Jadi guys, buat kalian yang merantau, please jangan jadi ansos walaupun kita sedang disuruh social distancing. Please banget buat aware dengan orang-orang di sekitar kos/apartemenmu, teman-teman yang kamu tahu bahwa mereka juga sendirian di perantauan. Please keep contact to check each other everyday. Segera kabarin kalau ada apa-apa. You're not alone. We are not alone. We can through this together.

Angka positif COVID-19 pada Senin (23/3) kemarin adalah 579 kasus. Angka positif COVID-19 yang diumumkan pada Selasa (24/3/2020) ini menjadi 686 kasus. Berarti ada lonjakan 107 kasus positif COVID-19 dalam sehari.  

Stay safe and stay healthy ya teman-teman. We pray this to get over as soon as possible. Aamiin.

Diary Work From Home Day 5 : Bakso Aci Ciomy

Senin, 23 Maret 2020

Helo gaes, how are you today? Sehat-sehat semua kan?
Ini sudah pekan kedua, hari kelima Work From Home di kantorku. Tadi pagi aku melaporkan suhu tubuh 36,5  derajat Celcius. Sebenarnya sudah sejak hari pertama WFH diwajibkan mengisi form monitoring kesehatan sih, cuma hari Selasa itu aku beli online di JD ID kok nggak datang sampai hari Jumat. Padahal biasanya JD ID paling gercep. Malam transfer hari berikutnya dah sampai. Akhirnya Minggu siang kemarin baru spamming di Tokped nanya satu per satu dulu mana yang bisa delivery hari itu juga pakai ojol. Alhamdulillah maghrib sampai juga si paket mungil yang dinanti. Langsung dicoba sekalian buat ngisi form monitoring kesehatan.

Hmmm selama WFH ini kayaknya aku banyak begadang karena siang bisa boci #eh. Lalu malamnya begitu lagi baru bisa tidur di atas jam 1 dini hari. Ga bener ini bikin pening di siang hari trus mau ga mau ketiduran. Ya namanya di kos kan ruang gerak terbatas ya. Pegel ngadep laptop niat rebahan bentar eh ketiduran. Aduh maaf tidak baik untuk dicontoh ya. Mulai malam ini aku akan berusaha tidur lebih awal. Eh, sebelum ganti hari maksudnya.

Pekerjaan hari ini aku santai karena udah dicicil kemarin. Alhamdulillah lancar. Aduh aku merasa ga terlalu produktif gitu lho, karena ya kerjaan yang gitu doang sebenernya biasanya aku kerjakan sejam dua jam aja udah mencapai target asal aku fokus. Makanya aku usaha buat update blog tiap hari juga biar lebih produktif dan ada ide baru, ga tumpul gitu, huhuhu. Hmmm buat sesama anak kos mungkin aku bisa share stok makanan aja ya hahahaha.

Selain bermodalkan sebuah magic com mungil, aku stok bahan makanan kayak beras, mie instan, telur, abon, dan baru kepikiran bakso aci sih yang enak menurutku yang merk Ciomy. Dulu waktu di Palu ada senior namanya mbak Aulia yang jualan Ciomy jadi kami sering beli. Lumayan bisa jadi selingan biar ga melulu Indomie ya hahahaha. Bakso aci Ciomy ini buatan Garut, ada beberapa rasa yaitu ayam, keju, jando (tetelan sapi) dan mix dari ketiga rasa tersebut. Harganya 20 ribu per cup belum termasuk ongkir. Bakso Aci Ciomy kalau disimpan pada suhu ruang bisa tahan selama sekitar 10 hari. Kalau disimpan di kulkas bisa tahan sampai 88 hari, bahkan kalau disimpan di freezer bisa tahan sampai 189 hari. Rasanya lebih enak daripada baso aci yang aku beli di gofood tadi karena aku lebih suka semua bahan direbus jadi satu meskipun yang gorengan juga. Nah ternyata yang di gofood itu engga, yg direbus cuma baso acinya doang. Alhasil menurutku masih keras banget ya huhuhuhu.
Ciomy
Daya tahan Ciomy bisa sampai 189 hari kalau disimpan di freezer.
Buat teman-teman yang lebih luas tempat tinggalnya atau di kosnya nyaman buat masak sendiri, mungkin bisa stok lebih banyak bahan misalnya sarden, siomay, kebab, pasta dan sausnya, nuget, donat, risol mayo, sosis, bakso, dan lain-lain. Aduh aku laper gegera nyebutin nama makanan hehehe. Boleh ditambah stok bubuk cabe buat nambah level pedes di masakan berkuah biar makin selera makannya. Kalau stok cabe asli kan gak tahan lama ya, secara masaknya kadang-kadang aja.

Angka positif COVID-19 pada Minggu (22/3) kemarin adalah 514 kasus. Angka positif COVID-19 yang diumumkan pada Senin (23/3/2020) ini menjadi 579 kasus. Berarti ada lonjakan 65 kasus positif COVID-19 dalam sehari.  

Gaes, di setiap postingan Diary WFH ini aku sengaja menyisipkan info angka positif COVID-19 di postingan untuk reminder agar kita makin hati-hati dan tetap optimis menjalani hari. Semangat sehat! Semoga wabah ini segera berlalu, aamiin.

Diary Work From Home Day 4 : Let's Donate to Medical Personnel!

Jumat, 20 Maret 2020

Thank God It's Friday!

Yeah I know mungkin kita ga bisa merayakan Friday Night seperti biasanya, jalan-jalan ke mall, nonton bioskop, atau hanya nongkrong sampai tengah malam karena tak perlu khawatir  besoknya bangun kesiangan selepas begadang bersenang-senang. Tapi aku tetap bersyukur akhirnya pekan pertama Work From Home ini terlalui juga. Karena menurutku, hari-hari berjalan lambat. Aku kadang-kadang bisa lupa ini hari apa.

Hari ini aku memulai dengan pekerjaan yang seperti kemarin. Tidak terlalu banyak yang bisa kuhasilkan, hanya 22 dari target 50 karena susah sekali masuk portal kantor dengan VPN. Katanya sih VPN penuh. Haduh ya begitulah jadi yang aku laporkan ke atasan apa adanya. Walaupun setelah itu tetap aku lanjutkan sih pekerjaannya sampai 50, cuma kan udah dilaporin sore hari jadi ga bisa diakui jadi hasil kerja hari ini heheu. It's okay. Anggap saja sedang mencicil pekerjaan pekan depan.

Oh iya, #dirumahaja bukan berarti kita nggak bisa membantu sesama kan, gaes? FYI, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) membuka penggalangan dana untuk membantu kebutuhan Alat Pelindung Diri (APD) bagi tenaga medis. Kondisi saat ini banyak tenaga medis Indonesia yang kekurangan APD. Dukungan dari masyarakat dibutuhkan untuk menghadapi wabah ini, mengingat terbatasnya APD dan tenaga medis, sementara jumlah kasus akibat Covid-19 semakin tinggi. Yuk kita bantu donasi, selain doa dan ikhtiar jaga kesehatan #dirumahaja tentunya!

Sumber: https://covid19.idionline.org/bantuan/ 
Angka positif COVID-19 pada Kamis (19/3) kemarin adalah 309 kasus. Angka positif COVID-19 yang diumumkan pada Jumat (20/3/2020) ini menjadi 369 kasus. Berarti ada lonjakan 60 kasus positif COVID-19 dalam sehari.

Kita sama-sama berdoa dan berusaha agar tetap sehat dan wabah Corona ini segera berlalu ya gaes. Aamiin. Happy weekend!

Diary Work From Home Day 3 : Let's Take A Walk Around The Neighbourhood To Get The Sunshine

Kamis, 19 Maret 2020

Halo gaes, sehat semua kan?
Apa kabar Work From Home kalian? Is it fun, or boring?

Seperti sebelumnya hari ketiga dimulai dengan rapat online pakai aplikasi Zoom bersama rekan-rekan dan pimpinan eselon II. Membahas rencana kegiatan yang mana yang dilanjutkan dan mana yang perlu dikoreksi dalam pelaksanaannya. Hahahaha kaku banget ya bahasaku. Ya, begitulah pokoknya.

Untuk mendapatkan secercah harapan vitamin D yang terdapat dalam sinar matahari pagi, aku dan tetangga kos jalan pagi keliling kompleks. Kami membeli berbagai keperluan seperti makanan dan minuman. Di sekitar kantor masih banyak penjual sarapan seperti bubur ayam dan nasi kuning, kami pun sengaja membeli dua porsi sekaligus agar tak perlu keluar kos lagi. Kami juga membeli jamu kunyit asam sirih dan beras kencur jahe yang dijual per botol oleh simbah jamu langganan di depan kantor.

Selain itu, kami membeli cabai dan sayuran di tukang sayur keliling. Sayuran dan bahan makanan buat masak simpel pakai magic com ala anak kos tentunya hahahaha. Malam harinya aku memang niat engga makan, tetapi ternyata masih punya tiga potong bolu Meranti tempo hari. Karena lapar aku engga mau membuang makanan, akhirnya kulahap juga itu biar engga keburu basi ye kan.

Angka positif COVID-19 pada Rabu (18/3) kemarin adalah 227 kasus. Angka positif COVID-19 yang diumumkan pada Kamis (19/3/2020) ini menjadi 309 kasus. Berarti ada lonjakan 82 kasus positif COVID-19 dalam sehari. Lebih parah dari lonjakan-lonjakan sebelumnya :((

Oke teman-teman sehat selalu ya... Bagaimanapun membosankan kehidupan kita di balik pintu kosan mungil ini, mari tetap bersyukur karena tak semua orang mendapatkan privilege buat WFH untuk mengoptimalkan social distancing. Mari kita jaga diri jaga kesehatan, tak lupa mendoakan sesama agar sehat semua, apalagi untuk para tenaga kesehatan dan sesama yang harus tetap bekerja setiap hari di luar sana. Semoga wabah Covid 19 ini segera berakhir, aamiin. 

Diary Work From Home Day 2 : Let's Start the Online Meeting Using Zoom!

Rabu, 18 Maret 2020

Halo gaes, please stay at home ya buat social distancing. Buat teman-teman yang masih harus bekerja di luar rumah, dan terutama para tenaga kesehatan, tetap semangat, stay safe and healthy. Semoga epidemi ini segera berakhir, aamiin.

Jadi di hari kedua Work From Home ini aku bangun kesiangan, sampai udah dicari di whatsapp group. Bonus omelan dari atasan pastinya, hehehe. Setelah kami semua sudah aktif di grup, masing-masing melaporkan rencana kegiatan yang mau dikerjaan hari ini. Aku memutuskan melanjutkan pekerjaan yang kemarin karena jumlahnya belum memenuhi batas minimum.

Menjelang sore, kami mencoba berkoordinasi dengan menggunakan aplikasi Zoom. It works! Jadi kami rapat bersama dengan pimpinan eselon II, kemudian lanjut dengan rapat internal di subbag. Seperti kemarin, menjelang 16.30 WIB, kami harus melaporkan progress kerjaan masing-masing.
Zoom meeting
Ada yang bego hari ini. Aku pesan go-food sekalian dua porsi dengan maksud sekalian untuk makan sore karena tidak berencana makan malam, ternyata salah memilih menu. Aku pilih nasi pecel untuk sore, tetapi ternyata sambal kacangnya sudah agak basi. Alhamdulillah sambalnya diplastik terpisah, jadi aku masih bisa makan lauk sayuran dan gorengan, hahahaha. Harusnya tadi aku simpan di kulkas dulu sambalnya ya biar ga basi kalau dikonsumsi sore hari.

Angka positif COVID-19 pada Selasa (17/3) kemarin adalah 172 kasus. Angka positif COVID-19 yang diumumkan pada Rabu (18/3/2020) ini menjadi 227 kasus. Berarti ada lonjakan 55 kasus positif COVID-19 dalam sehari. Lebih banyak dari sebelumnya :((

Oke segitu aja sih catatan hari kedua ini. Oh iya untuk teman-teman yang menggunakan jasa ojek online untuk membeli makan sehari-hari pada situasi seperti ini, kalau bisa kasih tips lebih ya untuk Bapak/Ibu Driver-nya, syukur kalau berkenan melebihkan pesanan untuk berbagi dengan mereka. Semoga segera terhenti ya wabah Covid-19 ini, aamiin.

Diary Work From Home Day 1 : Let's Start the Isolation Day!

Selasa, 17 Maret 2020

Halo gaes, semoga kita semua sehat dan terlindungi dari penyakit apapun ya...!
Ini postingan pertamaku di tahun 2020 yang tak terasa telah memasuki bulan ketiga. Sejak awal tahun kita diuji dengan berbagai cara, dari banjir sampai Virus Covid-19. Kejadian-kejadian buruk yang rasanya hanya kita lihat di TV, mendadak terasa sangat nyata di depan mata. Di tengah rasa bosan yang melanda karena disuruh di rumah saja, aku kepikiran buat bikin semacam catatan harian buat merekam kegiatan selama Work From Home ini.

Honestly, untuk orang yang terbiasa banyak gerak kayak aku, WFH itu sangat membosankan. Sebelum WFH diberlakukan, ada rencana untuk tetap masuk kantor secara bergiliran. Sebagai anak kos yang kepleset aja juga sampai ke kantor, aku tak berkeberatan untuk tetap ke kantor setiap harinya. Namun kebijakan atasan berkata lain, kami semua WFH sampai dua minggu ke depan.

Hari pertama, aku masih jalan pagi buat beli sarapan sekalian ke apotek, beli obat anti alergi langgananku, karena akhir-akhir ini sering kambuh. Akhirnya aku dan tetangga kosku jalan pagi. Tanpa diduga, kami harus membatalkan janji makan malam karena beredar kabar kalau sudah ada Pasien Dalam Pengawasan (PDP) di daerah kompleks kos kami.
Sumber: tokopedia.com
Jadilah seharian mengerjakan tugas dan melaporkan via whatsapp group ke atasan, lengkap dengan hasil tangkapan layar atas pekerjaan yang telah selesai. Tak banyak yang aku selesaikan karena masih bingung mau mengerjakan yang mana dulu. Ini baru permulaan, masih harus lanjut seperti ini dalam dua minggu mendatang. 

Angka positif COVID-19 di Indonesia pada Senin (16/3) kemarin adalah 134 kasus. Angka positif COVID-19 yang diumumkan pada Selasa (17/3/2020) ini menjadi 172 kasus. Berarti ada lonjakan 38 kasus positif COVID-19 dalam sehari.

Semangat gaes, jaga kesehatan!

 
FREE BLOGGER TEMPLATE BY DESIGNER BLOGS