Pages

Tampilkan postingan dengan label Ramadan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ramadan. Tampilkan semua postingan

Diary Work From Home Day 45 : Selamat Hari Raya Idul Fitri 1441 Hijriyah

Selasa, 26 Mei 2020

Selamat  Hari Raya Idul Fitri 1441 Hijriyah
Taqabbalallahu Minna Wa Minkum Shiyamana Wa Shiyamakum
Mohon dimaafkan lahir dan batin atas banyak salah kata, perbuatan dan postingan yang tidak berkenan selama ini ๐Ÿ™๐Ÿป

Merayakan Hari Raya Idul Fitri di tengah pandemi Covid 19 ini memang tak mudah. Banyak momen yang biasanya dilalui bersama menjadi harus dijalani sendirian, pun melaksanakan sholat Ied yang biasanya beramai-ramai di lapangan dan diakhiri dengan bersalam-salaman.

Selamat dan terus semangat untuk teman-teman sesama perantau yang tidak mudik. We did it! Terima kasih buat Mbak Yuyun yang setia menemani jalan kaki keliling di sekitar sini demi menjaga kewarasan selama Working From Home agar lebih banyak membakar kalori, mendapat sinar matahari langsung dan mengetahui keadaan sekitar, daripada badan kaku dan pegal karena terlalu banyak rebahan dan lesehan di kamar kos saja.

Semoga kita sehat selalu dan keadaan ini lekas membaik. Mari kita bersiap menjalani hidup #newnormal dengan tetap mematuhi protokol kebersihan dan kesehatan, juga tetap semangat untuk saling bantu sesama di sekitar kita.

Angka positif COVID-19 pada Senin (25/5) kemarin adalah 22.750 kasus. Angka positif COVID-19 yang diumumkan pada Selasa (26/5/2020) ini menjadi 23.165 kasus. Berarti ada lonjakan 415 kasus positif COVID-19 dalam sehari.

Menjelang rencana akan dilonggarkannya kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan persiapan menuju cara hidup dengan #newnormal, kita harus tetap waspada dengan cara menjaga kebersihan dan kesehatan, juga selalu berdoa semoa pandemi covid 19 ini akan berakhir segera, aamiin.

Diary Work From Home Day 44 : Say No To Sexual Harrasment!

Jumat, 22 Mei 2020

Hello people! It's Friday and we're still working karena cuti bersama Idul Fitri 1441 H yang dibatalkan sehari. Sedih ga sih? Udah ga bisa mudik, disuruh tetap WFH jadi hawa-hawanya otomatis ga semangat sama sekali. Kali ini aku akan cerita kejadian kemarin sore, Kamis (21/05/2020) saat aku dan Mbak Yuyun melakukan rutinitas kami buat jalan kaki membeli makanan untuk buka puasa. Kalian bacalah hasil tangkapan layar dari story Instagram-ku ini ya.
Awalnya aku ingin melupakan saja kejadian buruk itu, namun aku pikir aku harus menuliskannya agar teman-temanku juga lebih waspada. Setelah kejadian itu aku langsung membeli pepper spray di Shopee walaupun pengirimannya akan tertunda karena libur Idul Fitri.

Angka positif COVID-19 pada Kamis (21/5) kemarin adalah 20.162 kasus. Angka positif COVID-19 yang diumumkan pada Jumat (22/5/2020) ini menjadi 20.796 kasus. Berarti ada lonjakan 634 kasus positif COVID-19 dalam sehari.

Meskipun angka lonjakan kasus positif Covid 19 tidak setinggi hari sebelumnya yang bertambah sampai 973 orang, kita tetap harus waspada karena sekarang banyak penderita Covid 19 yang merupakan Orang Tanpa Gejala (OTG) yang semakin besar potensinya untuk menularkan virus ini kepada orang-orang di sekitarnya. Yuk kita tetap ikhitar menjaga kesehatan dan berdoa agar sehat selalu dan tidak terpapar Covid 19 dan selalu waspada agar tidak terkena keburukan lainnya, aamiin.

Diary Work From Home Day 43 : Stay Focus When You're In A Zoom Meeting

Rabu, 20 Mei 2020

Pada hari terakhir sebelum libur Idul Fitri 1441 H ini, atasanku masih mengajak koordinasi online melalui Zoom Meeting yang baru dimulai pukul 2 siang, padahal pukul setengah 4 sore seharusnya kami sudah mengakhiri jam kerja khusus di bulan Ramadhan. Sebagai anak kos yang supply makanannya terbatas dan amat bergantung dari warung di sekitar, aku memutuskan menonaktifkan fitur video pada aplikasi tersebut.

Masih sambil mendengarkan pembahasan bersama konsultan aplikasi yang sengaja diundang dalam rapat online, seperti biasa, setelah sholat Ashar aku jalan kaki bersama Mbak Yuyun untuk membeli hidangan buka puasa. Sesekali aku akan menyaut dan menyalakan fitur unmute microphone. Agak sulit membagi fokus untuk mendengarkan pembahasan selama berjalan kaki, rasanya seperti mendengarkan siaran radio dengan topik yang serius, sambil mengobrol bersama Mbak Yuyun dan melangkah dengan hati-hati. Namun ku rasa aku bisa melakukannya dengan baik sampai pada akhirnya waktu kami sedang di Warung Ayam Bakar, aku lupa bahwa aku sudah menekan tombol unmute pada microphone, dan dengan santainya berbicara agak keras, "Bu, nasinya tambah satu lagi ya, dibungkus!" seruku yang kemudian disahutin oleh senior "Tambah dua aja nasinya." dan disambut oleh tertawaan teman-teman yang lain. Rasanya malu sekali, apalagi saat itu atasanku sedang menyampaikan kesimpulan untuk menutup rapat online tersebut.
Setelah kejadian itu, aku tak berhenti khawatir apa saja ucapanku yang terdengar oleh mereka selama aku lupa kalau telah menekan tombol unmute. Karena tak mau lebih tersiksa lagi dengan kekhawatiran dan kecemasan berlebih, aku memutuskan untuk bertanya pada salah satu teman yang baru dibalas pada saat sahur. Hanya itu katanya yang mereka dengar. Alhamdulillah. Aku khawatir kalau obrolanku bersama Mbak Yuyun ikut terdengar oleh mereka, karena ya banyak yang kami bahas seputar kantor juga, hehehehe. Pesan moral dari cerita ini adalah berhati-hati dan fokuslah pada saat rapat online, terutama dengan fitur mute/unmute microphone dan shared/unshared video.

Angka positif COVID-19 pada Selasa (19/5) kemarin adalah 18.496 kasus. Angka positif COVID-19 yang diumumkan pada Rabu (20/5/2020) ini menjadi 19.189 kasus. Berarti ada lonjakan 693 kasus positif COVID-19 dalam sehari.

Stay safe and healthy, people!

Diary Work From Home Day 42 : Gehu Pedas Jeletot

Selasa, 19 Mei 2020

Sebagian besar orang Indonesia gemar menyantap makanan pedas, maka tak heran jika apapun menu makanannya pasti akan disediakan sambal, saus cabai, atau bubuk cabai sebagai pelengkapnya. Bahkan sekarang muncul makanan dengan level pedas yang bervariasi, sehingga dapat dinikmati oleh orang yang benar-benar pecinta makanan pedas atau hanya pemakan pedas level anak TK sepertiku.

Selama Ramadhan 1441 H ini, aku sering berjalan kaki di sepanjang Jalan Bendungan Hilir Jakarta Pusat. Memasuki pukul 4 sore akan banyak penjual takjl yang menjajakan dagangannya yang semuanya terlihat menarik apalagi untuk orang yang sedang berpuasa. Namun karena adanya wabah Covid 19 ini, aku dan Mbak Yuyun sangat berhati-hati untuk memilih makanan yang akan dibeli. Kami akan memilih tempat yang terjamin kebersihannya seperti restoran atau rumah makan. Kalaupun kami beli jajanan di pedagang keliling, kami akan mengamati terlebih dulu apakah bersih atau tidak, dan apakah ramai atau tidak. Memang keramaian pembeli tetap menjadi tolak ukur untuk memperkirakan rasa makanan, enak atau tidak.
Salah satu jajanan gerobak yang sering kami beli adalah Gehu Pedas Jeletot. Gehu pedas ini adalah tahu yang diisi dengan sayuran dan cabai yang kemudian digoreng dengan tepung. Ukurannya lebih besar dari tahu isi yang dijual kebanyakan. Gehu Pedas Jeletot ini berlokasi di Jalan Bendungan Hilir, tepatnya di dekat Alfamart yang ada gangnya, karena terlalu banyak Alfamart di sepanjang jalan itu, hahahaha. Abang penjualnya mulai berdagang sejak pukul 3 sore atau setelah Ashar, sampai dagangannya habis menjelang maghrib. Biasanya sebelum jam 5 sore, kami mengamati dagangannya sudah habis terjual.

Gehu Pedas Jeletot ini biasanya aku makan bersama nasi putih karena rasa pedasnya yang aku tidak tahan jika hanya memakannya tanpa tambahan yang menetralkan. Penyuka makanan pedas harus mencobanya, dijamin ketagihan karena pedasnya asli dari cabai yang diuleg dan dicampur dengan sayuran sebagai isian, pun tekstur gorengannya crunchy dan kering sehingga tak terlalu berminyak. Aku bahkan beberapa kali memakannya sebagai menu sahur, tinggal dimakan dengan nasi hangat saja.

Angka positif COVID-19 pada Senin (18/5) kemarin adalah 18.010 kasus. Angka positif COVID-19 yang diumumkan pada Selasa (19/5/2020) ini menjadi 18.496 kasus. Berarti ada lonjakan 486 kasus positif COVID-19 dalam sehari.

Mari tetap menjaga kebersihan dan kesehatan, pun jangan lelah untuk selalu berdoa semoga pandemi Covid 19 ini segera berakhir dan ditemukan obat serta vaksinnya, aamiin.

Diary Work From Home Day 41 : Pelatihan Penulisan Jurnalistik Online Bersama Praktisi dari Republika

Senin, 18 Mei 2020

Hari ini yang bertepatan dengan 25 Ramadhan 1441 H, aku mengikuti pelatihan online lagi. Tema pelatihan kali ini adalah penulisan jurnalistik yang diampu oleh Redaktur Republika.co.id, mas Yudha Manggala Putra.

Mas Yudha memberikan materi dasar penulisan berita seperti pentingnya nilai suatu berita, kelengkapan unsur 5W + 1H (What, Who, When, Where, Why + How), sumber berita yang relevan, pembuatan judul dan lead berita yang menarik serta penyusunan siaran pers yang menarik di mata media.


Untuk lebih lengkapnya, silakan menonton rekamannya di link YouTube ini.

Angka positif COVID-19 pada Ahad (17/5) kemarin adalah 17.514 kasus. Angka positif COVID-19 yang diumumkan pada Senin (18/5/2020) ini menjadi 18.010 kasus. Berarti ada lonjakan 496 kasus positif COVID-19 dalam sehari.

Semoga dengan semakin banyaknya pasien yang terdeteksi akhir-akhir ini menjadi motivasi kita untuk semakin mematuhi protokol kesehatan ya teman-teman, dan semoga wabah covid 19 ini segera berlalu, aamiin.

Diary Work From Home Day 40 : ASN Sebagai PR Officer Bagi Institusinya di Media Sosial

Jumat, 15 Mei 2020

Hari ini hari ke-22 Ramadhan 1441 H. Aku mengikuti sharing online dengan tema ASN sebagai PR Officer bagi Istitusinya di Media Sosial. Narasumbernya Ibu Dyah R. Sugiyanto dari LIPI.

Sharing session bersama Ibu Dyah

Berikut sedikit materi yang diberikan Bu Dyah yaitu do's & don'ts dalam bermedia sosial, khususnya bagi para ASN yang secara tidak langsung merepresentasikan institusi tempatnya bekerja.

Do's dalam bermedia sosial:
  • Membagikan konten yang positif
  • Memberikan opini yang berimbang
  • Membagikan informasi dari sumber konten yang dapat dipertanggungjawabkan
  • Saring informasi sebelum sharing
Don'ts dalam bermedia sosial:
  • Jangan menyebarkan informasi hoax
  • Jangan menyebarkan informasi yang mengandung SARA
  • Jangan curhat tentang kondisi kantor
  • Jangan mengunggah konten pada jam kerja
Untuk lebih lengkapnya, kalian bisa menonton langsung rekamannya di link berikut.

Angka positif COVID-19 pada Kamis (14/5) kemarin adalah 16.006 kasus. Angka positif COVID-19 yang diumumkan pada Jumat (15/5/2020) ini menjadi 16.496 kasus. Berarti ada lonjakan 490 kasus positif COVID-19 dalam sehari.

Bulan Ramadhan yang penuh berkah segera pergi, mari kita manfaatkan sisa waktu ini dengan sebaik-baiknya. Semoga hidup kita barokah dan bermanfaat bagi sesama. Stay healthy, stay safe and don't be sad karena engga bisa mudik. Alhamdulillah sekarang teknologi sudah semakin canggih, kita tetap dapat bersua dengan orang-orang tercinta melalui video call. Mari bersama melawan Covid 19 agar segera pergi dari bumi ini, aamiin.

Dairy Work From Home Day 39 : Pelatihan Online Teknik Foto Menggunakan Smartphone

Kamis, 14 Mei 2020

Hari ini aku dan seorang teman ditugaskan untuk mengikuti Pelatihan Online Teknik Foto Menggunakan Smartphone yang diadakan oleh Subbagian Publikasi. Kebetulan narasumbernya adalah sesama Alumni Ilmu Komunikasi Fisipol UGM, Mas Dita Alangkara. Beliau adalah Chief Photographer untuk Indonesia dan salah satu founder 1000 kata. Haduh apalah aku yang butiran debu ini, rasanya malu mengaku sebagai adik angkatannya (/.\)

Materi yang disampaikan mas Dita bagus dan mudah dipahami oleh pemula sepertiku. Bahkan kami diberi waktu selama 15 menit untuk praktik mengambil foto dari sekitar yang kemudian akan diberi masukan oleh beliau. Ini contoh fotoku yang buat praktik tadi:
Ini fotoku buat praktek

Mas Dita tahu aku ingin menonjolkan si kucing itu. Setelah diberi masukan, jadilah seperti ini:

Jadi lebih fokus dan enak dilihat ya. Hmmm memang harus lebih mengasah skill lagi.

Angka positif COVID-19 pada Rabu (13/5) kemarin adalah 15.438 kasus. Angka positif COVID-19 yang diumumkan pada Kamis (14/5/2020) ini menjadi 16.006 kasus. Berarti ada lonjakan 568 kasus positif COVID-19 dalam sehari.

Beredar kabar bahwa mulai bulan Juni nanti secara bertahap kita akan memulai kembali kehidupan seperti biasanya. Namun sampai sekarang belum ada vaksin atau obat yang ditemukan untuk menanggulangi wabah ini. Apapun itu, kita harus semakin bersiap dengan segala kemungkinan, tetap menjaga kebersihan dan kesehatan, serta kewarasan.

Diary Work From Home Day 38 : Alhamdulillah Our Event Went Well

Rabu, 13 Mei 2020

Selamat tengah pekan, teman-teman!
Walaupun weekdays masih ada dua hari lagi, alhamdulillah hari ini acara kami lancar. Berbekal pengalaman mengadakan acara dengan aplikasi Zoom Meeting pertama kali bulan lalu, kami banyak belajar dan berusaha memperbaiki kendala yang pernah kami hadapi sebelumnya. Alhamdulillah dari segi peserta, kami bisa memaksimalkan kuota dan bahkan bisa menyiarkan secara langsung pada YouTube Live. Memang tetap ada kendala terutama pada jaringan internet, yang membuat diskusi online kami menjadi tersendat dan bahkan beberapa kali narasumber kami harus join ulang ke Zoom Meeting, namun itu tidak mengurangi pesan yang tersampaikan kepada para peserta.

Selain dari sisi peserta yang jauh lebih banyak dari acara bulan lalu, juga antusiasme para peserta membuat acara ini berlangsung lebih dari jadwal yang direncanakan. Dalam susunan acara, kami merencanakan acara akan berlangsung sekitar dua jam. Namun ternyata antusiasme narasumber dan para peserta membuat acara ini berlangsung selama tiga jam. Walaupun aku sedang tidak dalam kondisi yang fit selama mengikutinya, namun keberhasilan acara ini menyisakan semangat untuk menyelesaikan sampai rangkaian terakhir. Kami sebagai panitia masih punya banyak daftar yang harus diselesaikan sampai laporan selesai nantinya.

Di akhir acara, admin memintaku mengaktifkan video yang selama acara berlangsung memang sengaja aku nonaktifkan. Ternyata benar dong dugaanku, mereka pasti mau menjahiliku seperti biasanya. Beberapa menit kemudian muncul fotoku di grup. Salah satu senior yang biasa bercanda juga mengirimi melalui japri. Aku hanya tertawa dan bertanya apa kabar, dan saat beliau menanyakan kabarku, aku menjawab, "Alhamdulillah sehat... Walaupun sejujurnya aku sempat sedih pas tau tiba-tiba Pak Abi berpulang... ๐Ÿ˜ž" Setelah itu beliau tak menjawab lagi. Pasti beliau juga merasakan kehilangan, terlebih sering berinteraksi secara langsung dengan almarhum dalam banyak acara kantor.

Angka positif COVID-19 pada Selasa (12/5) kemarin adalah 14.749 kasus. Angka positif COVID-19 yang diumumkan pada Rabu (13/5/2020) ini menjadi 15.438 kasus. Berarti ada lonjakan 689 kasus positif COVID-19 dalam sehari.

Ini memang tidak mudah, tetapi kita harus tetap semangat agar mampu melaluinya. Semoga wabah Covid 19 ini segera berakhir, aamiin.

Diary Work From Home Day 37 : Sore yang Cerah untuk Jiwa yang Sepi

Selasa, 12 Mei 2020

Pagi ini aku ke kantor tanpa minta izin ke atasanku, karena kupikir aku hanya akan mencari berkas yang kubutuhkan dan memfotonya saja setelah itu pulang. Jadi, aku hanya menghubungi petugas kebersihan yang membawa kunci ruangan untuk menemaniku selama mencari berkas. Kantor benar-benar sepi, hanya terlihat beberapa petugas keamanan berjaga seperti biasanya. Saat melewati sudut-sudut kantor di mana aku pernah bertemu dengan beliau, rasanya tak akan sama lagi. Tak akan lagi aku melihatnya dari kejauhan saat baru datang. Atau kami bertatapan mata dan aku akan sok cuek pura-pura tak melihatnya. Bodoh, harusnya aku menyapa dengan ramah seperti kepada senior lainnya.
Grieving Loss Quote by Mandy Hale
Hari ini aku benar-benar masih belum bisa kerja dengan produktif. Badanku masih sakit efek kurang tidur. Aku bahkan tidak fokus sampai melewatkan jadwal zoom meeting karena salah mengira waktu. Sore ini pun aku jalan kaki sendirian dan menggunggah foto dengan caption "Sore yang cerah untuk jiwa yang sepi" sampai seorang kawan yang tahu tangisku karena kepergian beliau kemarin bertanya apa aku masih sedih? Aku pun menjawab apa adanya. Aku harus menerima perasaan sedih ini agar bisa melewati fasenya. I am a mess. 

Angka positif COVID-19 pada Senin (11/5) kemarin adalah 14.265 kasus. Angka positif COVID-19 yang diumumkan pada Selasa (12/5/2020) ini menjadi 14.749 kasus. Berarti ada lonjakan 484 kasus positif COVID-19 dalam sehari.

Semoga kita semua baik-baik saja. Aamiin. 

Diary Work From Home Day 36 : Walau Bukan Siapa-Siapa, Rasa Sedih itu Nyata

Senin, 11 Mei 2020

Ini sudah hari Senin lagi. Awalnya aku merasa tak ingin menulis apa-apa lagi. Aku merasa tak bersemangat dan masih merasa sedih. Walau bukan siapa-siapa, rasa sedih itu nyata. Aku bahkan masih menangisi di hari kedua kemarin. Maaf ya Pak. Semoga penyesalanku tak membuat Bapak sedih juga di sana, toh Panjenengan tak sempat mengenalku.

Aku masih sulit tidur, sampai menjelang subuh baru bisa terlelap. Setiap memejamkan mata, bayangan pesan Whatsapp pada Sabtu pagi kemarin akan berkelebat. Rasa sedih itu kembali datang. Aku juga tak menyangka mengapa aku bisa sesedih ini, bahkan melebihi sedihku saat kakek kandungku berpulang. Seingatku, saat itu mataku hanya berkaca-kaca, karena aku tahu doa-doaku akan lebih menenangkan kakek di sana. Rasanya ini adalah rasa kesedihan pertamaku atas orang yang berpulang ke Rahmatullah.
Sumber: Buku Digital "Tidak Ada yang Kemana-mana Hari Ini"
Karena ini hari kerja, maka aku harus terjaga di pagi hari. Dengan badan yang tak karuan rasanya karena kurang tidur, aku melewati hari Senin ini dengan perasaan yang embuh banget. Namun setidaknya aku bisa menenangkan hatiku dengan mendoakan beliau. Aku yakin doaku pasti sampai karena kami seiman. Dalam Islam, doa untuk orang yang sudah berpulang, akan tetap sampai kepada yang bersangkutan. 

Aku harus kembali bersemangat. Aku punya hidupku sendiri yang harus ku jalani dengan hati-hati. Setidaknya kepergian beliau mengingatkanku yang hampir berumur tiga dekade ini untuk menjalani hidup dengan baik dan lebih bermanfaat untuk sesama.

Angka positif COVID-19 pada Minggu (10/5) kemarin adalah 14.023 kasus. Angka positif COVID-19 yang diumumkan pada Senin (11/5/2020) ini menjadi 14.265 kasus. Berarti ada lonjakan 242 kasus positif COVID-19 dalam sehari.

Mari menjalani hidup dengan berhati-hati dan sebaik-baiknya, agar kelak jika kita sudah kembali menghadap-Nya dapat mempertanggungjawabkan semua ini dengan baik. Tetap sehat dan semangat ya teman-teman, aamiin.

Diary Work From Home Day 35 : Sugeng Tindak, Pak Abi

Sabtu, 09 Mei 2020

Hari ini hari Sabtu, 16 Ramadhan 1441 H. Selayaknya weekend, aku bangun siang, terlebih karena sedang tidak berpuasa. Aku bangun karena mendengar adzan dan kaget ternyata sudah jam 12 siang. Memang aku baru tidur jam 2 dini hari. Seperti biasa, aku mengaktifkan jaringan internet di hp dan banyak pesan masuk di Whatsapp. Tetapi ada berita duka yang membuatku tak percaya. Pak Abi berpulang, pagi ini. Aku masih tak percaya. Aku baca chat grup yang lain, juga memberitakan hal serupa.

Innalillahi wa inna ilaihi roji'un... He gone too soon.
Allahumaghfirlahu warhamhu wa'afihi wa'fu'anhu...

Pak Abi adalah salah seorang senior di kantor. Meskipun umur kami terpaut 15 tahun, tetapi karena sama-sama belum menikah, teman-teman di ruanganku sering menjodohkan. Belum sempat berkomunikasi secara personal, wabah covid 19 sudah membuat kami work from home. Seingatku kami bertemu dua kali, pertama saat ada beliau ke perpustakaan dan aku membantunya memfotokopi literatur yang dibutuhkan, kedua saat sosialisasi perpustakaan dan beliau duduk di depanku. 

The one who wear glasses in the left
Sebenarnya ada seorang teman yang mengusulkan aku untuk say hello duluan via Whatsapp, sekedar untuk care apalagi di masa pandemi ini orang-orang stay at home dan mungkin tak saling berkabar seperti postinganku di awal masa isolasi mandiri ini. Bodohnya, aku menolak dengan alasan classic harusnya cowok yang mulai kontak duluan dan toh nanti setelah WFH berakhir bakal ketemu lagi di kantor.

Sekarang aku hanya bisa menangisi penyesalanku. Seharusnya aku mencoba say hello duluan, walaupun itu mungkin tak akan mengubah takdir kepergiannya, setidaknya mungkin beliau tak akan pergi dalam kesendirian seperti ini. I'm so sorry... 

Aku jadi teringat akhir-akhir ini aku selalu merasa deg-degan melihat Whatsapp story atas nama "Mas Abi" namun aku buru-buru menepis kekhawatiran dengan mengingat itu bukan nomornya Pak Abi karena kami tak saling menyimpan kontak. Padahal sebelumnya, aku biasa aja melihat Whatsapp story atas nama "Mas Abi". Entah pertanda atau bukan, aku makin merasa bersalah...

Sugeng tindak Pak Abi, semoga Panjenengan husnul khotimah karena berpulang ke Rahmatullah di bulan suci Ramadan dan semoga Allah memberikan tempat terbaik di sisi-Nya. Semoga Panjenengan berkumpul dengan roh-roh orang sholeh lainnya di sisi Allah, dan tidak sendirian lagi. Aamiin ya robbal'alamiin...

Diary Work From Home Day 34 : Let's Try the Detox Foot Pads

Rabu, 06 Mei 2020

Halo gaes, 
Kali ini aku mau cerita pengalamanku mencoba detox foot pads. Itu lho, koyo yang ditempel di kaki. Awalnya aku tanya ke temanku dulu yang pernah posting di Instagram story kalau dia abis jastip detox foot pads. Dia bilang lumayan bisa mengurangi capek. Lalu aku tanya rekomendasinya merk apa. 

Meluncurlah aku ke JD ID dan membeli Kinoki Cleansing Detox Foot Pads. Temanku bilang yang gold lebih bagus daripada yang biasa. Aku beli di JD ID seharga Rp14.800,00 isi 10 lembar jadi bisa untuk 5 kali pemakaian.
 
Kinoki foot pads

Aku mencoba 2 malam berturut-turut ternyata alhamdulillah lumayan mengurangi pegal-pegal di badanku. Sejak Work From Home, aku tak bisa rutin pijat tiap bulan. Badanku rasanya udah nggak karuan. And the foot pads really work for me! Alhamdulillah jadi aku punya solusi buat keluhan ga enak badan pegal tak karuan ini, selain koyo biasa dan segala macam minyak lainnya ya, mwehehehehe.

Buat kalian yang merasa ga enak badan, yuk cobain detox foot pads ini. Beneran pas bangun tidur itu jadi hitam banget. Aku sampai ga mau fotoin saking jijiknya. Padahal ya itu kotoran kan dari aku sendiri. Aku rencana mau beli banyak buat stok sekalian mau beliin buat orang tua di rumah, siapa tahu juga mereka cocok nanti.

Angka positif COVID-19 pada Selasa (5/5) kemarin adalah 12.071 kasus. Angka positif COVID-19 yang diumumkan pada Rabu (6/5/2020) ini menjadi 12.438 kasus. Berarti ada lonjakan 367 kasus positif COVID-19 dalam sehari.
 
Tetap jaga kesehatan ya teman-teman, semoga wabah ini segera berakhir dan kita bisa nongkrong di mall lagi, aamiin.

Diary Work From Home Day 33: Sugeng Tindak, Lord Didi Kempot, the Godfather of Broken Heart

Selasa, 05 Mei 2020

Innalillahi wa inna ilaihi roji'un... Sugeng tindak Lord Didi, the Godfather of broken heart. Allahumaghfirlahu warhamhu wa'afihi wa'fu'anhu...

Selepas sahur, aku tidur lagi dan kaget begitu melihat grup kantor. Bukan karena atasan yang mengomel karena itu sudah biasa, namun karena ucapan "Innalillahi wa inna ilaihi roji'un Didi Kempot" yang diucapkan rekanku. Kepalaku mendadak pusing karena terbangun dan kaget mendengar kabar itu. Dengan mata yang masih mengantuk, aku buka portal berita. Benar saja, Pakde Didi Kempot dinyatakan meninggal dunia pukul 7.40 WIB di RS Kasih Ibu, Solo.

Serasa tak percaya, tapi Indonesia harus kembali kehilangan musisi terbaiknya. Istilah "Sobat Ambyar", "Sad Boys" dan "Sad Girls" mungkin baru terdengar beberapa tahun belakangan sebagai julukan untuk fans Pakdhe Didi Kempot. Namun, aku sebagai anak yang besar di Jawa Tengah, telah akrab dengan lagu-lagunya sejak dua dekade lalu. Sewaktu masih duduk di bangku SD, seringkali aku mendengar lantunan lagu Pakdhe Didi Kempot yang berjudul "Stasiun Balapan", "Sewu Kutho", "Cintaku Sekonyong Konyong Koder", "Terminal Tirtonadi", "Kuncung", "Iki Weke Sopo" dan lain-lain. Aku akrab dengan lagu-lagu itu lantaran tetangga depan rumahku adalah penggemar lagu-lagu campursari dan sering memutar lagu-lagu itu dengan keras sehingga aku familiar dibuatnya.
Sumber: @merawatjogja
Pakdhe Didi Kempot adalah panutan musisi yang humble, lagu-lagunya yang bertema patah hati dikemas dengan lirik yang mewakili keadaan masyarakat yang hidupnya pas-pasan. Pun Pakdhe Didi telah dapat membawa lagu-lagu campursari menjadi lagu-lagu yang dinikmati pula oleh para elite politik saat ini. Bahkan beliau sempat mengadakan Konser Amal dari Rumah yang disiarkan langsung oleh Kompas TV pada 11 April 2020 lalu. Bahkan total donasi yang dikumpulkan pada saat itu mencapai 7,6 milyar rupiah, masya Allah. Sugeng tindak, insya Allah husnul khotimah Pakdhe...

Angka positif COVID-19 pada Senin (4/5) kemarin adalah 11.587 kasus. Angka positif COVID-19 yang diumumkan pada Selasa (5/5/2020) ini menjadi 12.071 kasus. Berarti ada lonjakan 484 kasus positif COVID-19 dalam sehari.

Keep strong ya Sobat Ambyar. Semoga semangat Pakdhe Didi meng"uri-uri" lagu campursari dan kesenian Indonesia dapat kita lanjutkan ke depannya, dan semoga wabah Covid 19 ini segera berakhir, aamiin.
 
FREE BLOGGER TEMPLATE BY DESIGNER BLOGS