Pages

Tampilkan postingan dengan label Communication Department. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Communication Department. Tampilkan semua postingan

Diary Work From Home Day 46 : Membuat Katalog dengan Microsoft Publisher

Rabu, 27 Mei 2020

Saat ini aku sedang diberi mandat untuk membuat sebuah diseminasi koleksi perpustakaan, bahasa umumnya katalog buku-lah ya. Aku sudah meminta bantuan temanku yang pandai design untuk membuatkan sebuah template layout. Tinggal nanti aku isi per halaman. Dulu zaman awal kuliah aku pernah membuat sebuah design buku saku untuk mahasiswa baru dengan CorelDraw. Itu sudah lebih dari satu dekade yang lalu, namun aku masih punya gambaran kasarnya dalam ingatanku. Sewaktu diberi tugas menyusun katalog ini aku membayangkan akan membuatnya dengan menggunakan program yang sama daripada mematuhi arahan atasanku untuk membuatnya dengan Microsoft Word karena aku merasa ya ampun, ini benar-benar penghinaan dalam bidang design dan aku tak akan melakukannya, namun apa daya laptopku untuk menjalankan CorelDraw X7 Portable saja sudah lambatnya minta ampun.

Akhirnya aku memutuskan untuk menyusun katalog itu dengan program Microsoft Publisher. Setidaknya itu program bawaan Windows dan aku tak perlu meng-install lagi dan walaupun sederhana, program itu bisa menyajikan layout seperti yang aku bayangkan. Dengan bantuan template layout buatan temanku, aku mulai menyusunnya seperti ini.
Sepertinya design di atas harus lebih disesuaikan lagi background-nya per halaman agar lebih memenuhi kriteria estetik. Sakit mata juga aku melihatnya seperti tumpang tindih begini. Haduh maafkan designer abal-abal ini ya, I will try my best.

Angka positif COVID-19 pada Selasa (26/5) kemarin adalah 23.165 kasus. Angka positif COVID-19 yang diumumkan pada Rabu (27/5/2020) ini menjadi 23.851 kasus. Berarti ada lonjakan 686 kasus positif COVID-19 dalam sehari.

Walaupun kita mulai disosialisasikan cara hidup #newnormal, dengan angka positif Covid 19 yang masih tinggi seperti sekarang, berarti kita harus lebih waspada. Karena dengan kenyataan kurva penderita Covid 19 yang belum melandai untuk di Indonesia, kita akan dipaksa menjalani hidup seperti biasa. Tidak lagi bisa bersembunyi #dirumah saja, melainkan berhadapan langsung dengan virus tak kasat mata di luar sana. Mengerikan menurutku, jadi mari kita tetap waspada dengan mematuhi protokol kebersihan dan kesehatan, juga tak berhenti berdoa agar Allah SWT segera mengakhiri ujian berupa pandemi ini, aamiin.

Diary Work From Home Day 41 : Pelatihan Penulisan Jurnalistik Online Bersama Praktisi dari Republika

Senin, 18 Mei 2020

Hari ini yang bertepatan dengan 25 Ramadhan 1441 H, aku mengikuti pelatihan online lagi. Tema pelatihan kali ini adalah penulisan jurnalistik yang diampu oleh Redaktur Republika.co.id, mas Yudha Manggala Putra.

Mas Yudha memberikan materi dasar penulisan berita seperti pentingnya nilai suatu berita, kelengkapan unsur 5W + 1H (What, Who, When, Where, Why + How), sumber berita yang relevan, pembuatan judul dan lead berita yang menarik serta penyusunan siaran pers yang menarik di mata media.


Untuk lebih lengkapnya, silakan menonton rekamannya di link YouTube ini.

Angka positif COVID-19 pada Ahad (17/5) kemarin adalah 17.514 kasus. Angka positif COVID-19 yang diumumkan pada Senin (18/5/2020) ini menjadi 18.010 kasus. Berarti ada lonjakan 496 kasus positif COVID-19 dalam sehari.

Semoga dengan semakin banyaknya pasien yang terdeteksi akhir-akhir ini menjadi motivasi kita untuk semakin mematuhi protokol kesehatan ya teman-teman, dan semoga wabah covid 19 ini segera berlalu, aamiin.

Diary Work From Home Day 40 : ASN Sebagai PR Officer Bagi Institusinya di Media Sosial

Jumat, 15 Mei 2020

Hari ini hari ke-22 Ramadhan 1441 H. Aku mengikuti sharing online dengan tema ASN sebagai PR Officer bagi Istitusinya di Media Sosial. Narasumbernya Ibu Dyah R. Sugiyanto dari LIPI.

Sharing session bersama Ibu Dyah

Berikut sedikit materi yang diberikan Bu Dyah yaitu do's & don'ts dalam bermedia sosial, khususnya bagi para ASN yang secara tidak langsung merepresentasikan institusi tempatnya bekerja.

Do's dalam bermedia sosial:
  • Membagikan konten yang positif
  • Memberikan opini yang berimbang
  • Membagikan informasi dari sumber konten yang dapat dipertanggungjawabkan
  • Saring informasi sebelum sharing
Don'ts dalam bermedia sosial:
  • Jangan menyebarkan informasi hoax
  • Jangan menyebarkan informasi yang mengandung SARA
  • Jangan curhat tentang kondisi kantor
  • Jangan mengunggah konten pada jam kerja
Untuk lebih lengkapnya, kalian bisa menonton langsung rekamannya di link berikut.

Angka positif COVID-19 pada Kamis (14/5) kemarin adalah 16.006 kasus. Angka positif COVID-19 yang diumumkan pada Jumat (15/5/2020) ini menjadi 16.496 kasus. Berarti ada lonjakan 490 kasus positif COVID-19 dalam sehari.

Bulan Ramadhan yang penuh berkah segera pergi, mari kita manfaatkan sisa waktu ini dengan sebaik-baiknya. Semoga hidup kita barokah dan bermanfaat bagi sesama. Stay healthy, stay safe and don't be sad karena engga bisa mudik. Alhamdulillah sekarang teknologi sudah semakin canggih, kita tetap dapat bersua dengan orang-orang tercinta melalui video call. Mari bersama melawan Covid 19 agar segera pergi dari bumi ini, aamiin.

Dairy Work From Home Day 39 : Pelatihan Online Teknik Foto Menggunakan Smartphone

Kamis, 14 Mei 2020

Hari ini aku dan seorang teman ditugaskan untuk mengikuti Pelatihan Online Teknik Foto Menggunakan Smartphone yang diadakan oleh Subbagian Publikasi. Kebetulan narasumbernya adalah sesama Alumni Ilmu Komunikasi Fisipol UGM, Mas Dita Alangkara. Beliau adalah Chief Photographer untuk Indonesia dan salah satu founder 1000 kata. Haduh apalah aku yang butiran debu ini, rasanya malu mengaku sebagai adik angkatannya (/.\)

Materi yang disampaikan mas Dita bagus dan mudah dipahami oleh pemula sepertiku. Bahkan kami diberi waktu selama 15 menit untuk praktik mengambil foto dari sekitar yang kemudian akan diberi masukan oleh beliau. Ini contoh fotoku yang buat praktik tadi:
Ini fotoku buat praktek

Mas Dita tahu aku ingin menonjolkan si kucing itu. Setelah diberi masukan, jadilah seperti ini:

Jadi lebih fokus dan enak dilihat ya. Hmmm memang harus lebih mengasah skill lagi.

Angka positif COVID-19 pada Rabu (13/5) kemarin adalah 15.438 kasus. Angka positif COVID-19 yang diumumkan pada Kamis (14/5/2020) ini menjadi 16.006 kasus. Berarti ada lonjakan 568 kasus positif COVID-19 dalam sehari.

Beredar kabar bahwa mulai bulan Juni nanti secara bertahap kita akan memulai kembali kehidupan seperti biasanya. Namun sampai sekarang belum ada vaksin atau obat yang ditemukan untuk menanggulangi wabah ini. Apapun itu, kita harus semakin bersiap dengan segala kemungkinan, tetap menjaga kebersihan dan kesehatan, serta kewarasan.

Belum Waktunya Sekolah Lagi

Selasa, 07 Agustus 2018

Awal Agustus ini adalah hari-hari yang penuh kejutan untukku. Betapa tidak? Dari hari pertama yang sudah senang sekali dengan pengumuman kampus dan alhamdulillah lolos yang kupikir otomatis lolos juga beasiswa yang kuajukan karena begitulah yang kutahu dari keterangan instansi pemberi beasiswa ketika pertama kali aku bertanya kepada contact center mereka dan menanyakan tentang prosedur pendaftaran beasiswa tersebut, sampai kemudian di hari berikutnya harus menghadapi kenyataan bahwa aku tidak lolos beasiswa karena penyebutan jabatan pemeriksa. Setidaknya begitulah jawaban dari contact person instansi pemberi beasiswa ketika aku mencoba menghubunginya dan mengonfirmasi alasan ketidaklolosanku.

CP tersebut mengatakan pimpinannya selaku pengambil keputusan tidak memilihku sebagai kandidat yang layak menerima beasiswa karena jika jabatanku pemeriksa maka dikhawatirkan aku akan kembali kepada tugas pemeriksaan begitu selesai studi magister Ilmu Komunikasi sehingga tidak mempraktekan ilmu kehumasan. Padahal aku sudah mencoba menjelaskan bahwa di instansi tempatku bekerja memang semua pegawai yang telah menyelesaikan pendidikan S1 dan mengikuti diklat jabatan fungsional pemeriksa maka akan disebut pemeriksa, terlepas dia memang bertugas di pemeriksaan maupun di penunjang/pendukung perkantoran. Aku pun telah mengirimkan SK penempatanku di Subbagian Humas sejak 2016 dan menyebutkan beberapa nama temanku yang sesama instansi dan jabatannya juga pemeriksa namun bisa lolos mendapat beasiswa tersebut.

Setelah berusaha menjelaskan dan tidak ada tanggapan lagi dari pihak pemberi beasiswa tersebut, aku memutuskan untuk menerima kenyataan. Sedih dan kecewa memang, bayangan kembali menuntut ilmu di Kota Pelajar yang dekat dengan keluarga yang sudah di depan mata, menguap begitu saja. Sesungguhnya ini bukan pertama kalinya aku gagal dalam mengajukan beasiswa. Tahun lalu aku juga mengalami hal yang sama namun aku masih bisa menerima karena waktu itu beasiswanya memang diperuntukkan bagi ASN yang bertugas di bidang perencanaan. Sedangkan aku memenuhi semua syarat administrasi kecuali satu hal itu, karena aku bertugas pada bidang kehumasan.

Terlepas dari rasa kecewa dan kesal karena ketidakjelasan pemberi beasiswa, aku memutuskan untuk segera bangkit. Walaupun hidup tidak berjalan sesuai rencanaku, setidaknya aku masih punya banyak hal untuk disyukuri. Aku masih punya pekerjaan yang bisa aku lakukan, aku punya keluarga dan teman-teman yang baik dan selalu mendukungku, aku punya segala fasilitas hidup yang nyaman dan aman. Terima kasih Tuhan, mungkin Kau belum mengizinkanku mewujudkan mimpi yang ini, namun aku yakin Kau pasti akan wujudkan mimpiku yang lain yang lebih aku butuhkan.

Oplosan

Senin, 30 Januari 2017

Ini adalah kisah nyata, yang tidak perlu direka ulang apalagi dicoba.

Ini ceritaku saat KKN tahun 2011 lalu. Barusan ingat karena chat sama adek soal Sprite sama Promag, hahaha. Alkisah suatu siang saat mengajar di SD tempat KKN, tetiba perutku merasa perih. Saat itu teman-teman pun sedang sibuk mengajar kelas yang lain sehingga tak ada yang bisa dimintai tolong untuk membeli obat maag. Beruntung selang tak berapa lama akhirnya sekolah pun usai juga. Kami kembali ke pondokan dan aku segera minum Promag yang sudah menjadi persediaan buat jaga-jaga.

Waktu itu aku ingat ada teman yang baru datang dari kota iya soalnya kami KKN di puncak bukit dimana jajanan paling mewah adalah bakso, mie ayam, dan sate serta alfamart di kota kecamatan dan membawa beberapa bungkus bakso. Karena memang sudah jam makan siang akhirnya aku ikut menyantap bakso dengan nikmatnya. Sampai suapan terakhir dan merasa butuh minum, akhirnya ke dapur tanpa mendapatkan air putih atau teh botol. Di kulkas warung Bu Lurah hanya tersedia beberapa botol Fanta dan Sprite. Karena kebiasaan kami adalah minum dulu baru totalan kemudian jadi aku pilih Sprite aja yang kupikir lebih segar di teriknya siang, hahahaha.

Selang satu setengah jam, saat ikut jama'ah sholat dzuhur yang sudah mepet waktunya karena kebanyakan bercanda, aku merasa ada yang aneh. Pusing-pusing lemes aneh gimana gitu. Dan saat sholat itu pun aku baru ingat kalau ternyata tadi minum Promag, makan bakso dan minum Sprite. Hahahahahahahaha pinter emang! Bikin oplosan kecil-kecilan.

Selesai sholat, nanya ke Bu Lurah di mana ada dokter atau puskesmas. Kata beliau, ada puskesmas di bawah sana tapi bidannya sedang rapat di kecamatan. Ngalamat pasrah aja sama nasib kalau begini. Meringis nahan perih dan pusing. Akhirnya gresek-gresek di warung lagi dan dapat penawar, susu cair rasa coklat. Kata teman-teman yang cowok, itu wajar aja sakitnya karena keracunan. Nanti juga hilang sendiri. Tampaknya mereka jauh lebih berpengalaman ya? Hahaha.

Temen sekamar bilang katanya aku pucet banget, trus disuruh bobok aja. Beneran rasanya nano-nano keringet dingin mau bobok kayaknya gak bisa. Akhirnya bisa bobok walau sebentar dan udah bisa keringetan. Alhamdulillah ya Allah masih dikasih perpanjangan nyawa.

Setelah itu aku diem-diem aja kalau ditanya kabar sama orang rumah. Pas udah pulang KKN baru berani cerita kalau punya pengalaman gak sengaja minum oplosan, jadi kan cuma dapet omelan doang gak bikin khawatir, hahahaha. Beneran jangan pernah mencoba kekonyolan semacamnya ya!

Ketika TM Seratus Menit Masih Kurang

Sabtu, 13 Agustus 2016

Happy Saturday night all..!
Bagi yang nggak jomblo pasti lagi wakuncar ya aduh bahasanya dangdut banget, hahaha. Bagi yang jomblo kemana? Kalau kalian tanya aku, jawabanku adalah di mess aja. Jangan salah, bukannya kaga ada yang ngajakin jalan, karena harusnya malam ini aku ngikut makan di Black Canyon sama temen kantor atau kumpul Kelas Inspirasi (KI), cuma karena tadi sore baru kelar pijet, jadi enaknya dibawa gegoleran di kasur sekalian menepati janji ke diri sendiri buat mengurangi keluar malam. Awalnya sih berencana menyelesaikan baca novelnya Pidi Baiq yang DILAN; dia adalah Dilanku tahun 1990. Tetapi dasarnya aku, lebih suka menelpon kawan lama yang nan jauh di sana. Kalau sedang begini, aku merasa menjadi orang yang kuat LDR, karena sejauh apapun jarak yang memisahkan, aku bakal selalu ingat pada orang-orang tersayang.

Korban kangenku malam ini adalah Dena. Neng geulis dari Banten ini adalah sahabat dari masa ospek kuliah sampai detik ini alhamdulillah. Selain satu kelompok semasa ospek, kami berdua juga sebimbingan semasa skripsi. Sebutlah kami sebagai anak bimbingan Daddy, yang berhasil membuatku menangis tak henti-henti sampai dua kali. Tetapi untungnya waktu pendadaran malah dibelain. Nah kan malah curhat, hahaha.

Terakhir kali aku telponan sama dia tuh waktu mengucapkan selamat ulang tahun pada 22 Mei lalu. Itu pun tak berlangsung lama karena aku menelponnya di perjalanan dari makan siang bersama tim waktu masih di Poso. Tak terasa sudah lima bulan berlalu rupanya sejak saat itu. Tetapi rasanya keakraban kami masih seperti bertemu setiap hari.

Setelah ngobrolin kehidupan masing-masing, tak perlu aku jelaskan siapa yang lebih banyak mendominasi obrolan kan? tak terasa paket TM Malam 100 menit telepon pun habis juga. Itu pun nggak terasa, sampai akhirnya Dena pamit duluan karena ada temannya yang lain yang mau digilir ngobrol juga. Terima kasih Dence, sudah merelakan hand phone dan telinga sama-sama panas buat dengerin suara cemprengku selama satu jam lebih dua puluh menit.

Korban yang jadi "tempat sampah" malam ini bukan cuma Dena sebenarnya, masih ada pacar orang yang sabar menyediakan waktu lengkap beserta paketan internet dan pegal-pegalnya jari membalas pesanku. Bukan, bukan aku jadi orang ketiga dalam hubungannya dengan pasangannya. As long as seseorang itu belum menikah, sah-sah saja aku bersahabat dengannya kan? 

Sewaktu aku bercerita kalau aku baru saja menghabiskan 100 menit bonus telepon, dia bilang nggak heran, karena terakhir kali aku menelponnya pun sekitar dua setengah jam. Setelah aku ingat-ingat, benar juga ya, aku tak pernah telponan dalam hitungan menit, melainkan hitungan jam, hahaha. Silakan dibayangkan betapa panasnya hand phone dan kuping pendengarnya. Poinnya di sini adalah aku suka mengobrol, suka bercerita. Jadi untuk siapa pun yang akan menjadi pendamping hidupku nantinya, kuharap engkau dianugrahi kesabaran yang tak terhingga dan kemampuan mendengarkan di atas rata-rata, hahaha.

Mungkin pengalamanku ini bisa menjadi salah satu insight untuk para provider telepon seluler, agar ke depannya dapat memberikan fasilitas tambahan bonus telepon. Karena bagi jomblo yang menjalani hubungan jarak jauh dengan keluarga dan sahabat sepertiku, tak cuma satu orang yang ingin ditelpon untuk menyampaikan rasa sayang dari kejauhan. Kalau buat jomblo yang lain sih mungkin bonus seratus menit masih kurang karena untuk menelpon gebetan-gebetan yang tak terhitung itu harus didukung dengan layanan yang jitu.

Sekian cerita malam ini, kalau ada yang tak berkenan mohon dimaafkan dan ndak usah dimasukkan ke hati. Selamat bermalam panjang, blo! 

P.S. Pacar orang yang aku sebutin ternyata nggak terima disebut sebagai tempat sampah belaka. Pun ternyata dia bete namanya nggak disebut. Padahal kan aku baik, udah melindungi privasinya. Eh doi minta disebut pakai nama samaran semacam "sebut saja Bunga" tapi request-nya "sebut saja Mas Ganteng". Kan aku nggak mau melakukan tindak pembohongan publik ya, hahaha. Kemudian dia minta kompensasi traktiran di Koki Joni. Hayuk aja sih kalau kita sama-sama lagi di Jogja, hiks...

Poso Tak Semenyeramkan Itu

Jumat, 06 Mei 2016

Happy long weekend everyone!

Ini hari ke-11 aku di Poso, dan kerjaan makin banyak aja gausah dibahas. Kalau orang-orang pada pulang kampung, refreshing di tempat-tempat hits yang Instagramable, dan sebagainya, aku masih di sini, ikutan cek fisik kesana-kemari. Asyik tau cek fisik itu, bisa liat tempat-tempat baru yang awesome! Jadi gak berasa kalau lagi kerja hohoho.

Proyek anjungan Danau Poso yang rauwis-uwis :p

Yuk mari dicek irigasinya di bawah sinar terik matahari!

Salah satu saluran irigasi di dalam hutan.

Dari atas jembatan, entah sungai apa namanya hahaha.

Salah satu tepian Danau Poso yang begitu luasnya.


Tim kami berkunjung ke daerah Tentena di sekitar Danau Poso. Tempatnya hijau... Bagus dan aku suka! Ya walaupun hampir selalu ketiduran di perjalanan, hahaha. Maklum berangkat pagi pulang malam. Bahkan sempat kami mengira nggak akan bisa pulang karena ada buka tutup jalan.

Ada beberapa desa yang kami kunjungi di sana, mayoritas penduduknya nonmuslim, dan memang hanya ada beberapa masjid saja yang bisa dijumpai. Konon pernah menjadi salah satu tempat menyeramkan sewaktu terjadi konflik sekitar tahun 2000 lalu. Tetapi sekarang aman-aman saja kok tempatnya, orangnya ramah-ramah juga. Cuma kalau soal memilih warung makan memang harus berhati-hati, salah-salah bisa ada kandungan yang nggak halalnya, hehehe.

Di Poso ternyata juga banyak orang Jawa yang jual makanan, dan rasa masakannya juga lebih berbumbu daripada masakan di Palu menurutku, hehehe. Bahkan aku sering berasa di Jawa aja gitu bayar makanan pakai bahasa Jawa. Yah, walaupun tak terlalu banyak juga variasi makanannya.

Semoga Poso memang dan selalu aman untuk ke depannya!

Pemberkasan CPNS BPK RI 2014

Rabu, 31 Desember 2014

Hai hai.. tak terasa kita sudah berada di hari ke-365 dari tahun 2014. Banyak tragedi di akhir tahun ini, seperti kebakaran Pasar Klewer dan hilangnya Pesawat AirAsia QZ8501. Semoga Allah memberikan kekuatan untuk kita semua menghadapinya. Semoga para korban AirAsia lekas ditemukan jasadnya, diberi tempat terbaik di sisi-Nya. Amiin ya roobal'alamiin.
 
Hari Senin kemarin aku ke Jogja buat pembekalan dan pemberkasan CPNS. Banyak kejutan di hari itu, salah satunya kami harus menjual hidup menandatangani kontrak ikatan dinas selama 5 tahun dengan negara Indonesia tercinta ini. Jika kami resign sebelum masa ikatan dinas selesai maka dikenakan pinalti sebesar 50 juta rupiah. Ijazah kami yang asli juga ditahan oleh instansi.

Pada saat pemberkasan, kami diberi tahu penempatan pertama selama 3-4 tahun ke depan. Aku mendapat penempatan di Palu, Sulawesi Tengah. Amazing, ngidam kerja di Indonesia Timur akhirnya terwujud juga alhamdulillah... Kami harus menandatangani surat kontrak di atas materai 6 ribu di depan pejabat BPK. Jika kami tidak bersedia tanda tangan, maka kami dianggap mengundurkan diri sebagai CPNS dan akan diganti dengan peserta cadangan. Sebagian besar sudah mantap tanda tangan dan sebagian kecil yang masih bimbang masih diberi waktu 1 hari lagi untuk memutuskan.

Status kami sebagai CPNS dihitung dari 1 Februari 2015 nanti, sedangkan menjadi PNS 1 tahun kemudian. Sembari menunggu jadwal diklat prajabatan dan diklat ke-BPK-an serta diklat lainnya, kami dipersilahkan magang di kantor perwakilan BPK yang dekat dengan domisili atau sesuai keinginan. Sewaktu magang belum mendapat gaji, melainkan hanya diberi uang saku sebesar 1,6 juta. Untuk jurusan di luar ekonomi akuntasi nanti diklatnya akan ditambah sebulan. Setelah rangkaian diklat selesai baru kami disebar untuk bertugas sesuai penempatan masing-masing.


My Happy Ending of Being A Jobseeker: CPNS BPK RI 2014

Jumat, 26 Desember 2014


Alhamdulillah... Setelah perjuangan panjang mencari pekerjaan yang halal dan mensejahterakan, akhirnya nyangkut juga aku di suatu instansi, yaitu CPNS BPK RI 2014. Lega banget rasanya :)

Pengumumannya tanggal 23 Desember jam 9 malam. Jadwal pemberkasan di Jogja besok Senin, tanggal 29 Desember. Mepet banget mengingat banyak hari libur dalam sepekan ini. Akhirnya hari Rabu tanggal 24 Desember aku langsung ke RSUD Dr. Moewardi Surakarta untuk membuat surat keterangan sehat jasmani, rohani, bebas napza dan thorax. Datang jam setengah 9 pagi selesai jam setengah 1 siang. Ada psikotestnya selama sekitar 2,5 jam. Hasilnya baru bisa diambil besok Sabtu jam 12 siang. Biayanya 298 ribu. 

Sampai di rumah jam 2 siang, langsung ke Disnakertrans Kab. Sukoharjo buat minta legalisir Kartu Kuning terbaru. Sebenarnya udah tutup, tapi aku pasang tampang memelas dan bilang kalau ini penting banget harus dikumpulkan hari Senin. Akhirnya bapak pegawainya luluh juga. Terima kasih, Pak. Maaf saya merepotkan, tapi ini benar-benar demi masa depan, hehehe...

Ke-hectic-an hari itu belum berakhir. Masih harus ke Polres bikin SKCK yang baru khusus buat pemberkasan CPNS. Sebenarnya SKCK ku masih berlaku tapi tulisannya cuma buat mencari kerja gitu aja, jadi buat amannya mending bikin baru sekalian. Karena mepet banget waktunya, aku gak pake surat pengantar, cuma fotokopi KTP&KK, SKCK yang udah dimiliki, pas foto, sama bayar uang administrasi aja. Untungnya lagi-lagi bapaknya baik masih mau melayani walaupun udah lewat dari jam pelayanan.

Alhamdulillah lega rasanya semua syarat udah terpenuhi. Semoga lancar pemberkasan dan tahap selanjutnya. Semoga mendapat penempatan terbaik juga nantinya. Amiin ya robbal'alamiin...


User Interview PT Badak NGL

Karena namaku gak tercantum dalam daftar nama yang lolos ke wawancara user di Jakarta, yaudah aku pasrah saja. Eh tetiba beberapa hari kemudian, tepatnya tanggal 12 Desember 2014 sekitar jam 10 malam, ada sms dari Pak Tito Yushadi, HRD PT Badak NGL yang dulu cerita-cerita waktu di Hotel Phoenix itu.

Pak Tito bilang ada kandidat yang tak bisa hadir wawancara sehingga aku ditunjuk sebagai peserta pengganti dan disuruh dateng ke Sari Pan Pacific Hotel di Jalan M.H. Thamrin Jakarta tanggal 16 Desember. Alhamdulillah ternyata masih ada harapan. Langsung aku iyain aja dan pesan tiket kereta buat ke Jakarta.

Senin pagi waktu masih di kereta, aku ditelpon Ibu Sudaryani dari PT Badak NGL, diminta mengirimkan nama lengkap dan nomor peserta tes ke beliau. Senin maghrib aku sampai di Stasiun Jatinegara, dijemput sepupuku yang kebetulan kosnya di dekat situ dan dianterin sampai kos sahabatku di Mampang Prapatan. Selasa pagi aku berangkat ke lokasi tes wawancara naik Kopaja AC 612 dari Halte Busway Durentiga, turun di Halte Busway Sarinah dan jalan kaki sedikit ke Sari Pan Pasific Hotel.

Disana aku ketemu adik angkatanku dan 2 orang lagi dari Fikom Unpad. Kami diwawancarai secara bergantian dan aku mendapat urutan terakhir. Panelis yang mewawancarai harusnya ada 3 orang tapi seorang berhalangan hadir karena sibuk dengan tugas yang lain. Aku diwawancarai oleh Pak Bambang Budi, Pjs Senior Manager HRD sama Bu Rini Senior Corporate Communication PT Badak NGL.

Wawancara direkam menggunakan voice recorder dan handy cam. Awalnya disuruh mendeskripsikan diri, pengalaman organisasi dan kuliah, dan prestasi terbaik yang pernah diraih dalam Bahasa Inggris. Tapi selanjutnya pakai bahasa Indonesia kok. Ditanyain modal apa yang ada dalam diri kamu yang bikin PT Badak NGL pantas buat ngrekrut kamu. Ditanyain juga fase-fase sulit dalam hidup dan bagaimana mengatasinya. Ya pokoknya sekitar kuliah, pelajaran kuliah, organisasi, kehidupan sehari-hari, yang intinya bagaimana kita melakukan keseharian yang memproses development diri. Tips dari temannya temanku yang udah ketrima disana yaitu waktu wawancara usahakan menjual tapi jangan over dan jadilah pribadi yang menyenangkan.

Oh ya, gaji di PT Badak NGL untuk jurusan lulusan S1 nonteknik sekitar 14 juta IDR/bulan. Kalau teknik mungkin lebih ya.. Pokoknya setahun bisa sekitar 200jutaan. Setelah user interview masih ada medical check up dan BOD interview. Nah BOD interview ini kita disuruh ke Bontang sana. Tenang, akomodasi ditanggung PT Badak NGL kok sejak user interview. Aku kemarin dapet sejuta buat ganti akomodasi Jogja-Jakarta. Kalau udah sampai BOD interview berarti kita udah 95% ketrima di PT Badak NGL. 

Setelah dinyatakan diterima di PT Badak NGL, kita harus mengikuti pelatihan selama 3 bulan. Selama 3 bulan itu kita udah dapet gaji full. Setelah 3 bulan nanti ada evaluasi lagi. Kalau itu lolos, baru kita dinyatakan lolos sebagai pegawai tetap PT Badak NGL.

Walaupun aku cuma sampai user interview, aku tetap bersyukur karena diberi kesempatan buat mendapat pengalaman bertemu orang-orang hebat selama rekrutmen PWTT PT Badak NGL. Selamat buat teman-teman ya lolos ke tahap berikutnya. Buat yang belom beruntung semoga segera dibukakan pintu rezeki di tempat lain, yang penting jangan patah semangat yaaa!

Psikotes, FGD dan Wawancara Psikolog PT Badak NGL

Senin, 10 November 2014

Alhamdulillah setelah menanti kabar sekitar 2 minggu, muncullah sms dan email dari PT Badak NGL yang intinya aku lolos PAPs dan berhak mengikuti tes tahap selanjutnya yaitu psikotes, FGD dan wawancara psikolog.

Tesnya diadakan di hotel Phoenix Jalan Jendral Sudirman Yogyakarta. Di email tertulis pukul 8 WITA. Karena takut telat, pukul 7 pagi lobi hotel sudah ramai dengan para peserta tes. Parahnya, aku lupa nggak bawa kartu tes. Bukan lupa sih, tepatnya kartu tesnya mendadak hilang dari tasku, padahal seingatku setelah aku keluarin dari tempat pensil terus aku pindahin ke tas ransel bagian depan. Aku baru ngecek lagi pagi hari sebelum berangkat tes. Akhirnya aku berangkat tes dengan perasaan gambling, kalau masih boleh ikut tanpa kartu tes ya syukur, kalau enggak ya pulang ke Solo saja. Habis mau gimana lagi?

Tes diadakan di ruang Pandawa. Untung aku masih boleh ikut walau tanpa kartu tes, yang penting ingat nomor tesnya dan membawa KTP. Ternyata tes dimulai pukul 8 pagi dan kami diberi waktu 15 menit buat mengganjal perut dengan coffee break sebelum tes dimulai. Tes hari pertama tes TOEIC dari ITC Jakarta.

Soal tes TOEIC terdiri dari 100 soal listening dan 100 soal paper based yang terdiri dari grammar dan reading. 100 soal listening selesai dalam waktu 45 menit dan soal grammar and reading harus selesai dalam waktu 75 menit.

Tes TOEIC selesai pukul 11.10 dan dilanjutkan cerita dari staf HRD PT Badak NGL sembari menunggu jam makan siang tiba. Bapaknya banyak bercerita tentang fasilitas yang ada di PT Badak NGL. Di sana, pegawai diberi fasilitas perumahan yang lengkap dengan fasilitas pendidikan sampai tingkat SMA di kompleksnya itu. Tunjangan pendidikan anak pegawai ditanggung sampai anak ke-3 dan sampai lulus S1 atau berusia 25 tahun. Kalau anak pegawai PT Badak kuliah di Jogja misalnya, nanti dapat uang bantuan pendidikan 1,5 juta per bulan kalau ga salah dengar. Cukup banget lah yaa buat hidup di Jogja. Oh iya, kalau lolos tes tahap ini masih ada medcheck dan wawancara user. Kalau lolos ke wawancara user, kita diberi uang saku dari PT Badak nya. Aku intip di websitenya sih antara 500 ribu - 1 juta. Wow benar-benar kabar gembira yaaa buat para job seeker, hahaha...

Tepat jam 12 siang kami dipersilahkan makan gratis prasmanan di hotel. Menunya macem-macem, dari nasi dan bermacam lauk-pauk, es, salad, buah-buahan bahkan cake dan pudding yang bisa bikin kita bilang 'bye bye diet' hahaha...

Hari kedua dimulai jam 8 pagi dan aku dateng telat, huhuhu... Mereka semua udah duduk dan nulis-nulis gitu. Aku pikir udah mulai psikotesnya, ternyata baru ngisi biodata. Huft... Tes pertama ada Kraepelin, tes hitungan ringan, tes kode-kode gambar sampai terakhir ada blangko khusus yang suruh nulis 20 sifat dasar kita, kelebihan kekurangan kita, dan motivasi kita apply di PT Badak. Terakhir ada tes wartegg, gambar orang dan pohon tanpa disuruh ngasih keterangan.

Setelah makan siang kita dibagi kedalam kelompok sekitar 7 orang buat FGD. Soal FGD-nya kita diberi naskah yang berisi nama-nama pegawai dan deskripsi tentang kinerjanya. Kita diberi waktu 5 menit untuk mengurutkan nama-nama itu ke dalam daftar yang pantas diajukan sebagai pegawai teladan. Setelah itu kami diberi waktu 25 menit untuk memutuskan jawaban secara berkelompok. Alhamdulillah kelompok kami lancar dan akrab. Ternyata ada kelompok lain yang cuma bisa mengurutkan 2 nama saja dari total 8 urutan.

Setelah itu kami diwawancarai satu persatu, ditanyain soal yang 20 facts about me itu.... Setelah selesai, kami boleh pulang dan tetep ada coffee break lagi, hahahaha royal banget ya si anak perusahaan bumn ini :D

Katanya sih pengumumannya sekitar 2 minggu lagi. Dan kami berkesempatan ngobrol lagi dong dengan bapak HRD itu... Bapaknya cerita kalau Communication Officer tugasnya banyak banget dan jarang bisa ngantor tepat dari jam 7 pagi sampai 4 sore. Tapi bisa ke luar negeri dan sering disuruh dinas keluar kantor, dan memang disitu asyiknya ;-)


Tes Tahap 3 OJK

Aku ikut tes tahap 3 OJK ini setelah selesai tes TPA PT Badak NGL. Untung waktunya gak tabrakan jadi gak bikin dilema, hehehe... Setelah lolos dari tes tahap 2, lanjutlah kita ke tes tahap 3 OJK. Tes ini terdiri dari tiga bagian, yaitu psikotes tahap II, tes bidang ke-OJK-an, dan tes bahasa Inggris. Boleh aja kita ga ikut tes bahasa Inggrisnya dengan catatan harus bisa menunjukkan sertifikat dan fotokopi skor TOEFL yang di atas 500. Karena skorku belum sampai segitu jadi aku harus ikut semua rangkaian tes secara lengkap.

Walaupun di pengumuman ditulis tes dimulai jam 1 siang ternyata molor setengah jam. Psikotes tahap II lengkap dengan gambar orang, pohon dan wartegg setelah memecahkan kode-kode gambar dan hitungan ringan dan teman-teman sepaketnya itu. Karena rangkaian tes yang banyak dan waktu yang terbatas, psikotes ini disisipi waktu buat sholat Ashar cuma 15 menit.

Setelah psikotes selesai, kami diberi waktu 15 menit lagi untuk sholat Maghrib. Tes bidang ke-OJK-an berjumlah 100 soal yang harus selesai dalam waktu 60 menit. Pertanyaannya seputar OJK dan campuran istilah ekonomi akuntansi dan keuangan gitu. Selesai tes, peserta yang skor TOEFLnya lebih dari 500 boleh pulang duluan. Yang skornya ga nyampe segitu harus berjuang satu sesi lagi yaitu tes bahasa Inggris. Tes ini terdiri dari 90 soal dengan waktu 60 menit juga. 45 soal tentang grammar dan 45 soal yang berikutnya tentang bacaan yang panjang gitu. Ahirnya tes selesai sekitar pukul 8 malam. Huaaa.. lapar rasanya berjam-jam terkuras tenaga dan pikiran.

Ternyata cukup sampai di situ saja perkenalanku dengan OJK karena aku tidak berhak mengikuti tes tahap selanjutnya, huhuhu... Tetap semangat, pasti rezeki sudah lebih dekat!


TPA PT Badak NGL

Senin, 27 Oktober 2014

Selamat pagi semuanyaaaa... Semangat memulai hari Senin dengan suka cita yaaa... Selamat buat Pak Rektor mantan kampusku yang baru saja dilantik jadi Mensegneg, selamat mengemban amanah baru Pak Tik, semoga lancar dan bersih dari KKN. Amiiin... :)

Beberapa menteri Kabinet Kerja-nya Pak Jokowi berasal dari alumni Kampus Biru, sampe di Republika Online dibilang Geng UGM. Jadi ikutan bangga nih, hohoho... Oh ya, satu lagi deh. Selamat hari listrik nasional ke-69, semoga listrik cepat merata ke berbagai pelosok nusantara yaaa... Efek skripsi PLN jadi susah move on dari kelistrikan.

Pasti pada bingung deh, judulnya apa, prolognya apa, hahaha.. Oke lah mari kita mulai saja. Jadi kemarin hari Minggu, 26 Oktober 2014, aku berkesempatan mengikuti Tes Potensi Akademik (TPA) sebagai seleksi awal dari rekrutmen PWTT PT Badak NGL. Acara dimulai pukul 7.30 tetapi peserta diharuskan datang 30 menit sebelumnya. Karena lokasi tesnya di Fakultas Psikologi UGM yang lagi direnovasi, jadi kemarin rada muter gitu nyari pintu masuknya, hahaha. Syukurlah pas nyampe di sana, acaranya belum dimulai.

Tepat pukul 7.30 kami daftar ulang dan diberi kartu peserta. Itu harus antri buat nunjukkin syarat-syaratnya, yaitu KTP, ijazah sama transkrip nilai (semuanya asli dan fotokopi). Setelah dapet kartu peserta tes yang udah ditempelin foto, kami antri lagi verifikasi dari PT Badak NGL-nya. Distempel itu kartu tesnya biar resmi, fotokopian KTP, ijazah, sama transkrip nilai dikumpulin di situ. Selesai verifikasi, kami dikumpulkan di salah satu ruangan tes yang paling muat banyak orang buat briefing sama pemutaran company profile. Aku baru tahu ternyata 50% saham PT Badak NGL itu dimiliki oleh Pertamina :D

Waktu briefing dijelasin kalau nanti tesnya ada 2 jenis yaitu TPA sama FET (Fundamental Engineering Test). Syukurlah yang dari jurusan non teknik cuma TPA doang. Mati aja kalau juga disuruh FET yang tesnya 4 jam nonstop dan kabarnya isinya soal-soal macam Kimia, Fisika, dan Matematika yang sudah kuceraikan sejak dari kelas 2 SMA hahaha.

Kemarin itu aku baru pertama kali menjumpai TPA yang pakainya PAPs alias Potential Academic Pascasarjana. Jadi itu tesnya sebenarnya TPA buat S2 di UGM gitu. Jadi kalau nanti lolos TPA ini bisa diartikan kalau kemungkinan besar kita juga bakal lolos TPA buat masuk S2 di UGM, hihihi. Jadi motivasi lolos TPA ada 2, buat lolos tes tahap selanjutnya PT Badak NGL sama buat ngelihat kira-kira pantes gak buat lanjut S2 di mantan kampus tercinta.

TPA model PAPs ini terdiri dari 120 soal yang harus diselesaikan dalam waktu 100 menit. Terdiri dari tes verbal (sinonim, antonim, analogi dan pemahaman bacaan - 40 soal 20 menit), tes kualitatif (deret angka, aritmatika, aljabar, perbandingan kuantitatif - 40 soal 40 menit), dan tes penalaran logis (diagram, analitis, serial, klasifikasi - 40 soal 40 menit).

Tenang saja, waktu tes ini kita dikasih konsumsi kok. Pagi ada snack, siang ada nasi box. Walaupun kita gak ikut FET juga tetep dikasih lunch, hohoho... #PecintaGratisan

Finally Going To Kuningan, West Java!

Minggu, 23 Februari 2014

Akhirnya ada kesempatan juga buat travelling lagi! Kali ini ke Kuningan, Jawa Barat, dalam rangka pernikahan Ontin dan mas Ipus, sekalian mampir ke tempat Pakdhe dan Budhe di Caracas. Setelah jauh-jauh hari menabung buat beli tiket kereta, dan sempat tidak diizinkan orang tua karena abu vulkanik beberapa minggu kemarin, 2 tiket pulang pergi berhasil juga didapatkan.

Rencananya aku akan pergi menumpangi kereta Bengawan dari Solo pada hari Jumat sore, tetapi pada hari Kamis sore mendadak mendapat panggilan interview dari ECC. Akhirnya reschedule tiket jadi Gajah Wong jurusan Jogja - Jakarta yang berhenti di Cirebon. Berangkat pagi hari ke Jogja dulu, sempat mampir ke kos dan menuruti hawa nafsu makan di Koki Joni yang telah terpendam sejak lama, hahaha.

Senangnya sekarang di dalam kereta api ada fasilitas colokan listrik, jadi sepanjang perjalanan Jogja - Cirebon aku gak mati gaya. Bisa online pakai laptop dan modem, walopun harus miring-miring mencari cantolan modem yang pas biar dapet sinyal yang kenceng. Kereta ekonomi ac yang lumayan nyaman ini bikin aku betah berlama-lama menatap layar soleha walaupun harus berganti-ganti posisi buat nyari sinyal yang pas. Aku jadi bisa bikin schedule twit buat kerjaanku, jadi besok waktu kondangan aku gak dihantui hutang online buat klien, hehehehe..
Miring-miring nyari sinyal di dalam kereta Gajah Wong.

Sekitar jam 12 malam kereta sampai di Stasiun Cirebon Parujakan. Semacam Stasiun Lempuyangan kalau di Jogja. Pakdheku sudah stand by di sana. Ternyata perjalanan Cirebon ke Kuningan memakan waktu lama. Apalagi lewat tengah kota. Kalau siang hari lumayan macet katanya.

Jantungku berdegup kencang sepanjang perjalanan karena jalan yang berkelok-kelok naik turun dilewati oleh kendaraan baik motor atapun kendaraan besar seperti bus dan truk. Hampir semua pengendara memacu kendaraan dengan kecepatan tinggi dan memakai lajur yang semestinya digunakan oleh kendaraan yang berasal dari lawan arah. Tak hanya itu, banyak juga pengendara yang mengerem secara mendadak dan berbelok tiba-tiba. Benar-benar membuatku takut.

Tapi aku gak bisa jalan-jalan kemanapun di Kuningan atau Cirebon karena dari pagi sampai sore full di tempat resepsi pernikahan mas Ipus dan Ontin. Sorenya hujan turun cukup deras dan sepupuku tak kunjung datang menjemput, membuatku deg-degan akan tertinggal oleh kereta atau tidak karena kereta Brantas yang aku tumpangi berangkat dari Stasiun Cirebon Parujakan ke Solo Jebres pada jam 19.21 WIB. Belum lagi mengkhawatirkan Lulu dan Wisnu yang sempat bingung akan naik apa ke Jakarta. Akhirnya mereka naik kereta Progo dari Stasiun Cirebon Parujakan ke Jakarta dan turun di Stasiun Jatinegara.

Ternyata lumayan terjangkau harga tiketnya, dari Cirebon ke Jakarta Kereta Progo 45 ribu. Setara naik bus ekonomi dari Jakarta ke Kuningan. Kalau tiketku sendiri yang Bengawan itu 95 ribu dari Solo Jebres ke Cirebon Parujakan, terus diganti jadi GajahWong 170 ribu. Pulangnya naik kereta Brantas Cirebon Parujakan ke Solo Jebres 90 ribu. Memang beda harga beda kualitas. Tetap lebih nyaman yang ekonomi ac daripada ekonomi biasa, walaupun sekarang juga ada ac nya.
 
FREE BLOGGER TEMPLATE BY DESIGNER BLOGS