Pages

Ketika TM Seratus Menit Masih Kurang

Sabtu, 13 Agustus 2016

Happy Saturday night all..!
Bagi yang nggak jomblo pasti lagi wakuncar ya aduh bahasanya dangdut banget, hahaha. Bagi yang jomblo kemana? Kalau kalian tanya aku, jawabanku adalah di mess aja. Jangan salah, bukannya kaga ada yang ngajakin jalan, karena harusnya malam ini aku ngikut makan di Black Canyon sama temen kantor atau kumpul Kelas Inspirasi (KI), cuma karena tadi sore baru kelar pijet, jadi enaknya dibawa gegoleran di kasur sekalian menepati janji ke diri sendiri buat mengurangi keluar malam. Awalnya sih berencana menyelesaikan baca novelnya Pidi Baiq yang DILAN; dia adalah Dilanku tahun 1990. Tetapi dasarnya aku, lebih suka menelpon kawan lama yang nan jauh di sana. Kalau sedang begini, aku merasa menjadi orang yang kuat LDR, karena sejauh apapun jarak yang memisahkan, aku bakal selalu ingat pada orang-orang tersayang.

Korban kangenku malam ini adalah Dena. Neng geulis dari Banten ini adalah sahabat dari masa ospek kuliah sampai detik ini alhamdulillah. Selain satu kelompok semasa ospek, kami berdua juga sebimbingan semasa skripsi. Sebutlah kami sebagai anak bimbingan Daddy, yang berhasil membuatku menangis tak henti-henti sampai dua kali. Tetapi untungnya waktu pendadaran malah dibelain. Nah kan malah curhat, hahaha.

Terakhir kali aku telponan sama dia tuh waktu mengucapkan selamat ulang tahun pada 22 Mei lalu. Itu pun tak berlangsung lama karena aku menelponnya di perjalanan dari makan siang bersama tim waktu masih di Poso. Tak terasa sudah lima bulan berlalu rupanya sejak saat itu. Tetapi rasanya keakraban kami masih seperti bertemu setiap hari.

Setelah ngobrolin kehidupan masing-masing, tak perlu aku jelaskan siapa yang lebih banyak mendominasi obrolan kan? tak terasa paket TM Malam 100 menit telepon pun habis juga. Itu pun nggak terasa, sampai akhirnya Dena pamit duluan karena ada temannya yang lain yang mau digilir ngobrol juga. Terima kasih Dence, sudah merelakan hand phone dan telinga sama-sama panas buat dengerin suara cemprengku selama satu jam lebih dua puluh menit.

Korban yang jadi "tempat sampah" malam ini bukan cuma Dena sebenarnya, masih ada pacar orang yang sabar menyediakan waktu lengkap beserta paketan internet dan pegal-pegalnya jari membalas pesanku. Bukan, bukan aku jadi orang ketiga dalam hubungannya dengan pasangannya. As long as seseorang itu belum menikah, sah-sah saja aku bersahabat dengannya kan? 

Sewaktu aku bercerita kalau aku baru saja menghabiskan 100 menit bonus telepon, dia bilang nggak heran, karena terakhir kali aku menelponnya pun sekitar dua setengah jam. Setelah aku ingat-ingat, benar juga ya, aku tak pernah telponan dalam hitungan menit, melainkan hitungan jam, hahaha. Silakan dibayangkan betapa panasnya hand phone dan kuping pendengarnya. Poinnya di sini adalah aku suka mengobrol, suka bercerita. Jadi untuk siapa pun yang akan menjadi pendamping hidupku nantinya, kuharap engkau dianugrahi kesabaran yang tak terhingga dan kemampuan mendengarkan di atas rata-rata, hahaha.

Mungkin pengalamanku ini bisa menjadi salah satu insight untuk para provider telepon seluler, agar ke depannya dapat memberikan fasilitas tambahan bonus telepon. Karena bagi jomblo yang menjalani hubungan jarak jauh dengan keluarga dan sahabat sepertiku, tak cuma satu orang yang ingin ditelpon untuk menyampaikan rasa sayang dari kejauhan. Kalau buat jomblo yang lain sih mungkin bonus seratus menit masih kurang karena untuk menelpon gebetan-gebetan yang tak terhitung itu harus didukung dengan layanan yang jitu.

Sekian cerita malam ini, kalau ada yang tak berkenan mohon dimaafkan dan ndak usah dimasukkan ke hati. Selamat bermalam panjang, blo! 

P.S. Pacar orang yang aku sebutin ternyata nggak terima disebut sebagai tempat sampah belaka. Pun ternyata dia bete namanya nggak disebut. Padahal kan aku baik, udah melindungi privasinya. Eh doi minta disebut pakai nama samaran semacam "sebut saja Bunga" tapi request-nya "sebut saja Mas Ganteng". Kan aku nggak mau melakukan tindak pembohongan publik ya, hahaha. Kemudian dia minta kompensasi traktiran di Koki Joni. Hayuk aja sih kalau kita sama-sama lagi di Jogja, hiks...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Komentator tolong tinggalin nama ya..! Makasih :)

 
FREE BLOGGER TEMPLATE BY DESIGNER BLOGS