Pages

Diary Geng (Bagian 1)

Senin, 16 April 2012

Waktu SMA, selayaknya ABG lain, aku punya beberapa teman dekat yang kemana-mana selalu bersama, atau bahasa gaulnya disebut 'geng'. Kami menamakan diri 'Uniq Roku'. Uniq berarti unik dan roku berarti 6 dalam bahasa Jepang. Awalnya, kami beranggotakan 6 orang dari kelas XI IS 3. Ada aku, Paulina, Eka, Visca, Intan dan Lamia. Pada perkembangannya, anggota kami bertambah dengan masuknya Tias dan Dita. Sebenarnya ada Nanda juga, tetapi dia belum pernah ikut kami kumpul full team dan lebih dekat denganku atau Intan. Jadi ya, 8 orang saja sampai saat ini yang masih keep in touch.

Dulu, entah dimulai dari kapan, aku lupa, kami mempunyai buku harian bersama. Buku tulis Sina Dunia biasa yang kami corat-coret dengan pengalaman menarik yang terjadi di masa remaja. Kami menulisinya secara bergantian. Tidak ada jadwal khusus. Syaratnya hanya 1; orang di luar geng kami tidak boleh ada yang tahu kalau itu buku diary, apalagi tentang isinya. Sampai saat ini, hampir 4 tahun setelah kami lulus dari Smaga, buku itu masih tersimpan rapi di rumah Paulina. Untung bukan di rumahku, atau pasti sudah berakhir menjadi bungkus tempe.

Kemudian, waktu kuliah, aku juga punya semcam geng yang beranggotakan kaum hawa semua. Namanya 'Spinpop'. Awalnya anggotanya ada 6 juga, mungkin itu angka yang bagus untuk memulai sisterhood di fase kehidupan berikutnya. Ada aku, Lulu, Ontin, Luki, Unin, dan Dena. Sama seperti Uniq Roku, Spinpop juga mengalami penambahan anggota dengan hadirnya Ocha dan Ike. Sama-sama jadi 8 orang. Mungkin ini angka keberuntungan selanjutnya.

Di awal semester 4, diprakarsai Ontin, kami membuka lembaran baru 'Chatum', singkatan dari 'Channing Tatum'. Tenang haadirin wal hadirot sekalian, ini bukan tentang aktor ganteng yang terkenal itu. Kami hanya meminjam namanya karena memang ia figur lelaki dambaan kami, haha, Chatum berbentuk lebih elegan dari diary Uniq Roku zaman SMA. Ia berlapis hard cover yang bermotif ukiran dan ada pita pembatas di dalamnya. Sangat berkelas dan mengangkat derajat kami, haha. Orang luar yang tidak tahu sering mengira itu Al Qur'an, yang kami iyakan saja agar mereka tidak kepo lebih lanjut.

Awalnya kami bebas menulisinya kapan saja, sampai satu semester selesai dan kami agak susah bertemu karena kelas yang diambil berbeda-beda. Kami memutuskan membuat jadwal pengasuhan Chatum. Ada yang unik disini. Karena dalam seminggu hanya ada 7 hari, maka ada 2 orang yang mendapat jadwal menulis secara bersamaan. Dan orang-orang yang beruntung tersebut adalah aku dan Lulu, karena kami dinilai masihsering bertemu walaupun mengambil konsentrasi mata kuliah
yang berbeda.

Saat ini, Chatum sudah beristirahat dengan tenang, di rumah Lulu kalau tidak salah. Ia telah menjalankan tugasnya dengan seratus halaman lebih. Bnayak cerita di dalamnya, yang mungkin akan menjadi perekat kami di masa mendatang. Saat kami sudah menempuh hidup masing-masing, pekerjaan masing-masing. Seperti yang terjadi kalau sedang berkumpul dengan Uniq Roku, pasti ada saja cerita di diary yang diangkat untuk bernostalgia dan tertawa bersama.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Komentator tolong tinggalin nama ya..! Makasih :)

 
FREE BLOGGER TEMPLATE BY DESIGNER BLOGS