Pages

UMR oh UMR

Selasa, 18 Februari 2014

Kemarin, salah seorang teman berseloroh tentang UMR (Upah Minimum Regional). Penasaran, aku cari informasi dan kutemukan fakta berikut ini: 
  1. UMK Solo 2014 Rp1.145.000
  2. UMK Sukoharjo 2014 Rp1.150.000
  3. UMK Karanganyar 2014 Rp1.060.000
  4. UMK Boyolali 2014 Rp1.116.000
  5. UMK Klaten 2014 Rp1.026.000
  6. UMK Sragen 2014 Rp 960.000
  7. UMK Wonogiri 2014 Rp954.000 
Aku baru tahu kalau UMK (Upah Minimum Kabupaten/Kotamadya) ini didasarkan pada Kebutuhan Hidup Layak (KHL) buruh lajang. Ini yang bikin syok, bagaimana bisa seperti itu dasarnya? Padahal kita tahu, hampir semua pekerja adalah orang yang telah berkeluarga, mempunyai tanggungan untuk memberi makan istri dan anaknya. Kalaupun single, pasti turut membantu perekonomian keluarga. Lantas bagaimana para pekerja mendapat  penghasilan lebih untuk biaya hidup keluarga?

Ini yang bikin aku berpikir, selain cari uang itu susah, juga dampaknya pada kesejahteraan masyarakat, terutama kelas menengah ke bawah yang mungkin penghasilannya tak sebanyak UMR di atas. Dan aku percaya, tidak banyak orang yang punya tabungan dan merencakan keuangan hidupnya dengan detil. Untuk kalangan menengah ke bawah, masih ada yang dimakan untuk besok pun sudah bersyukur. Jangan dikata hidup di kota kecil seperti Solo ini semurah yang dibayangkan. Apalagi sekarang mulai menjamur tempat makan dan mall yang menggiurkan untuk dikunjungi, yang ujung-ujungnya akan menghabiskan uang juga.

Tapi yang menakjubkan, masyarat tetap bisa menjalani hidupnya! Menurutku iIni adalah bukti janji Allah pada hamba-Nya, karena barang siapa yang mau berusaha maka akan mendapatkan rizki-Nya. Di segala kesulitan hidup dan susahnya mendapatkan rupiah, para orang tua bisa membelikan kendaraan terbaru untuk anak mereka yang masih duduk di bangku SMA. Mall dan tempat nongkrong ramai dikunjungi oleh anak muda yang entah mendapat uang hasil kerja sendiri atau masih minta ke orang tua.

Aku memang belum sepenuhnya terjun ke dunia orang dewasa, karena saat ini aku masih tinggal dengan orang tua. Namun sedikit demi sedikit aku belajar memaknai hidup, agar suatu saat jika datang masanya aku bertanggung jawab sepenuhnya terhadap kehidupanku sendiri, aku tak akan kaget dan bisa menjalaninya dengan baik.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Komentator tolong tinggalin nama ya..! Makasih :)

 
FREE BLOGGER TEMPLATE BY DESIGNER BLOGS