Pages

Idul Fitri, Apa Esensinya?

Sabtu, 18 Agustus 2012

Seperti yang kita tahu, perayaan Idul Fitri di negeri ini sudah menjadi tradisi. Baju, kue-kue, makanan enak, kendaraan, gadget, dan yang serba baru lainnya tak pernah hilang dari pandangan. Mudik atau kembali ke kampung halaman juga seperti menjadi hal yang wajib saat Idul Fitri tiba.

Saat kecil, seperti umumnya anak lainnya, aku bersuka cita menyambutnya. Namun, perasaan berbeda mulai muncul ketika lulus SMA. Setelah 18 tahun pulang ke tempat yang sama, tetiba aku merasa bosan. Aku bosan dengan rutinitas seperti itu melulu, sholat ied, salam-salaman, berkunjung atau dikunjungi oleh orang-orang yang bahkan tak pernah dilihat dan dikenal sebelumnya.

Tahun ini, aku merasa semakin muak. Melihat begitu berjubelnya mall oleh orang-orang yang menghabiskan rupiah demi terlihat “wow” di depan keluarga mereka sendiri. Apa sih yang ada di pikiran mereka? Membeli baju baru kan tidak harus saat Idul Fitri tiba? Juga orang-orang yang bahkan berusaha mati-matian kejar setoran demi tuntutan tetek bengek perayaan lebaran. Uang yang mereka kumpulkan dengan susah payah habis dalam hitungan detik, demi membeli barang-barang yang sebenarnya tak dibutuhkan.

Baju, kendaraan, gadget yang serba baru itu sebenarnya untuk apa? Mengapa orang-orang begitu ingin menunjukkannya bahkan rela kredit? Untuk menunjukkan bahwa sebagai perantauan mereka telah sukses? Hanya untuk pamer seperti itukah? Apa sebenarnya esensi Idul Fitri itu sendiri? Kembali ke fitri? Kembali suci seperti apa yang dimaksud? Aku penasaran, apakah zaman Nabi Muhammad S.A.S dulu juga seperti ini?

Ini murni pikiranku tentang perayaan Idul Fitri yang semakin tak masuk akal lho ya. Jangan sedih jangan tersinggung, apalagi sampai dimasukin ke hati. Mungkin nanti saat aku sudah bekerja dan menghasilkan uang sendiri aku akan haus pengakuan dan tertawa membaca tulisanku sendiri ini. Tetapi semoga saja tidak. Amin.

5 komentar:

  1. Wah sama bgt dengan yg saya alamin . sama bgt . tp saya pernah pada suatu waktu mengalami apa itu nikmatnya idul fitri . tp itu xuma sekali saat saya di kampung waktu itu saya Pulang kampung kira2 semingguan sebelum lebaran di Kampung yg msh terpencil. Tv msh kresek2, kulkas ga ada, air masih nimba, mall blm ada, gadget apalagi, sms jg ud bagus...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makna idul fitri sekarang sepertinya sudah berbeda ya.. Lebih nikmat di zaman dulu, saat teknologi dan gaya hidup belom semaju ini..

      Hapus
    2. Iya betul. Oya kok ga bkn postingan lg. Ditunggu .

      Hapus
    3. Iya betul. Oya kok ga bkn postingan lg. Ditunggu .

      Hapus
  2. Ah, iyakah? Aduh.. Aku terharu...
    Tunggu ya.. Diusahakan secepatnya bikin tulisan lagi..
    Terima kasih sudah mau membaca tulisanku ya.. Salam kenal :)

    BalasHapus

Komentator tolong tinggalin nama ya..! Makasih :)

 
FREE BLOGGER TEMPLATE BY DESIGNER BLOGS