Pages

Mahasiswa Sebagai Agent of Change

Rabu, 09 Januari 2013

Agent of change dalam bahasa Indonesia berarti agen perubahan. Saya pernah mendengar kata itu diucapkan oleh dosen di sebuah kelas pada saat masih mengambil mata kuliah dulu. Baru saja saya membacanya kembali di website ECC UGM, situs wajib para job seeker di kampus saya. Walaupun saya belum memasuki tahap itu, tetapi sesekali saya mengintip untuk mencari jawaban atas rasa keingintahuan saya akan masa depan. Saya ingin tahu seperti hutan belantara bernama dunia kerja yang akan saya masuki selulusnya dari perguruan tinggi nanti.

Kembali pada istilah agent of change. Pada umumnya salah satu golongan yang ditunjuk untuk menjadi agent of change dalam kehidupan masyarakat adalah mahasiswa. Mahasiswa dengan tingkatan perguruan tinggi yang sedang mereka jalani dinilai sudah mampu memberikan ide-ide segar dan cukup matang untuk memberikan perubahan. Emosi mahasiswa dinilai lebih stabil dibanding dengan adik-adik kelasnya yang masih duduk di bangku SMP dan SMA, tetapi masih relatif 'polos' dibanding para pejabat, politikus dan kritikus senior yang sudah lebih dulu mewarnai  jagad permasalahan tanah air. Pada titik keseimbangan itulah masyarakat menaruh harapan besar terhadap para mahasiswa.

Masyarakat seakan lupa jika 'pendekar' mereka ini sebenarnya juga harus menghadapi problemanya sendiri. Mahasiswa dituntut untuk memahami ilmu yang disampaikan oleh para dosen, pun dengan nilai yang tidak boleh mengecewakan orang tua yang telah banyak berkorban untuk mengerluarkan biaya yang tidak sedikit. Dalam usia secara fisik dan psikologis, sebenarnya mahasiswa juga sedang berada dalam proses pencarian jati diri yang sebenarnya, penentuan tujuan hidup selanjutnya. Oleh karena itu, banyak mahasiswa mengikuti berbagai macam paham pemikiran dan organisasi yang menurut mereka cocok untuk diyakini. Para mahasiswa tipe inilah yang kemudian dicap sebagai mahasiswa aktivis dan idealis. Sedangkan sebagian yang lain memilih untuk fokus terhadap studi, sambil bekerja atau buka usaha, atau bahkan hanya dengan bersenang-senang menikmati masa indahnya sebagai orang yang belum diwajibkan mencari nafkah karena masih ada kiriman orang tua.

Para mahasiswa yang memiliki pemikiran idealis, berusaha mewujudkan cita-cita mereka untuk perbaikan masyarakat melalui berbagai organisasi yang menaungi. Namun, jika saatnya tiba, mereka pun harus kembali ke fitrah sebagai seorang pelajar, yaitu memahami pelajaran dan mengejar kelulusan. Bahkan sekarang perguruan tinggi memberikan batas waktu maksimal kelulusan jika mahasiswa tidak ingin terkena kebijakan Drop Out (DO). Jika sudah lulus dan tak lagi menggendong label sebagai seorang mahasiswa, masyarakat menuntut mereka untuk mendapat pekerjaan, lebih bagus lagi jika yang bergaji dan berprestise tinggi. Jika seorang alumnus perguruan tinggi belum berhasil mendapat pekerjaan, maka masyarakat akan memberinya sindiran, "Mengapa harus kuliah mahal-mahal jika akhirnya menganggur juga? Mending dari dulu langsung kerja, pasti sekarang sudah mendapat banyak uang. Lihat itu banyak orang yang bisa kaya tanpa harus kuliah mahal-mahal."

Kejam memang, namun begitulah adanya. Sewaktu masih kuliah, masyarakat ingin mahasiswa menyampaikan aspirasi dan pendapat mereka agar pihak pemerintah dan swasta tidak semena-mena. Sedangkan kalau sudah lulus dan masih menganggur, alih-alih dibantu agar bisa bekerja, malah diberi cibiran yang memanaskan hati. Maka dari itu, pada akhirnya seorang mahasiswa yang idealis pun kalau sudah lulus akan menjadi orang yang pragmatis; realistis dalam memandang kehidupan. Kalaupun mereka masih istiqomah terhadap nilai-nilai yang dipegangnya, mereka akan lebih arif untuk dapat menyesuaikannya dengan kenyataan hidup yang ada.

Setiap mahasiswa pasti menjalankan fungsinya sebagai agent of change. Tidak harus mahasiswa aktivis pun pasti juga dapat memberikan perubahan. Perubahan terhadap pandangan masyarakat, misalnya, lulusan perguruan tinggi lebih disegani dan diperhitungkan keberadaannya. Perubahan yang tidak semua orang bisa melihat, contohnya, pola pikir dan pemahaman alumnus perguruan tinggi kelak akan berguna untuk memahami seluk beluk kehidupan selanjutnya. Masyarakat memang tidak salah memilih mahasiswa sebagai agent of change. Seiring dengan pemahamannya tentang kehidupan, mahasiswa akan membawa kehidupan ke arah yang lebih baik, karena pendidikan adalah bekal terbaik untuk masa depan.

Me and Complaint

Tidak seperti lazimnya postingan awal tahun yang berisi flashback kejadian penting tahun lalu atau resolusi tahun ini, i try not to be mainstream :p
I wanna share my experience about complaint. Something that i discuss in my thesis. Maybe it was fate if my life is always related to the complaint, haha.
So, here's the story!

Siang menjelang sore itu aku dan Lulu makan di sebuah kafe dengan voucher diskon yang akan expired beberapa hari lagi. Kalau kata Ocha sih kami fakir perdiskonan. Bodo amat yang penting bisa nyobain makanan enak, haha. Seperti cafe pada umumnya, porsinya lalala cilukba mbak-mbak diet sekali, hahaha. Sedangkan kami berdua adalah kecil-kecil cabe rawit, eh, rakus omnivora pemakan segala. Merasa tidak puas belum kenyang dengan makanan cantik di cafe itu, akhirnya kami memutuskan lanjut ke cafe selanjutnya untuk menggenapkan separuh agama isi di perut biar gak setengah-setengah kayak korban PHP, hahaha.

Sampailah kami pada cafe ke-2. Sudah pesan makanan dan minuman. Sudah menelan suapan pertama ketika hape berdering dari nomor lokal yang tidak dikenal. Aku yang pada dasarnya bolot gak suka ditelpon, akhirnya terpaksa menjawab panggilan tersebut. Samar-samar terdengar bahwa mbak-mbak di seberang adalah pegawai cafe pertama tadi dan bilang kalau voucher kami sudah expired. Aku sempat membela diri menjelaskan bahwa tanggal expired belum terjadi. Intinya kami diminta kembali lagi kesana dan membayar  dengan harga penuh makanan perdiskonan tadi.

Dengan serangan bete yang datang tiba-tiba, akhirnya aku melacak kontak layanan pelanggan penyedia layanan diskon tempat kami membeli voucher diskon itu. Kami telepon nomernya tidak ada jawaban. Akhirnya kami menghubungi lewat sms. Setelah kenyang dalam arti sebenarnya dan 'kenyang'  bete karena telepon tadi, kami memutuskan mampir ke cafe pertama dan akan membayar tagihan seperti yang diminta.

Namun sepertinya semesta tak merestui. Baru saja sampai kami di depan cafe pertama, panggilan telepon masuk dari nomor asing. Ternyata berasal dari penyedia layanan diskon yang menanyakan bagaimana kronologi kejadiannya. Setelah kami jelaskan, pihak penyedia layanan diskon berjanji akan mengkonfirmasi pada cafe pertama. Akhirnya kami nggak jadi masuk ke cafe pertama, padahal sudah tepat berada di parkirannya.

Penyedia layanan cafe kemudian menelpon kembali saat kami melanjutkan perjalanan pulang. Mereka menanyakan apakah kami jadi membayar lagi ke cafe pertama. Kami bilang kami tidak jadi masuk ke cafe pertama karena tadi mereka bilang akan menghubungi pihak cafe. Penyedia layanan cafe menjanjikan akan menghubungi lagi besok bagaimana kelanjutannya. Kami hanya bisa berharap pada janji penyedia layanan diskon agar mengklarifikasikan kepada merchant-nya. Aje gile kan kalau kita disuruh bayar lagi, rugi bandar dan gak akan klik beli voucher diskon disitu lagi kayaknya.

Sehari setelah kejadian itu tak ada panggilan masuk dari kedua belah pihak, baik dari cafe pertama maupun penyedia layanan diskon. Tapi penyedia layanan diskon sebelumnya memang sudah meyakinkan bahwa voucher masih berlaku, jadi kemungkinan terjadi miskomunikasi dari pihak merchant yaitu cafe pertama. Karena tak ada lagi kabar maka kami menganggap case closed. Positifnya kami gak harus kehilangan rupiah lagi buat cafe itu. Coba kalau kemarin kami nggak komplain dan manut-manut saja, pasti bakal sekarat isi dompetnya, hahaha.

Thanks God, we've complained! :D ($_$)

Pesan moral: tak ada salahnya kita memberanikan diri menuntut hak kita padahal kita sudah melaksanakan kewajiban sebagaimana mestinya. Cheers! :)

Morning Call

Jumat, 21 Desember 2012

I miss someone so i called her. Yes, her! No, i am not a lesbian. She is my best friend and i miss her so much. 2 months recently she works in Jakarta, and our last meeting is in her graduation day, September 6, 2012. 4 months no visit each other and  no communication except in some text messages.

You know what did i say first? I said, "I miss you" and she just laughs. I know she's fine there. She said that she'll go home this evening and spend the yearend holiday at home. So i said we must go to somewhere together. Oh, how i miss our togetherness. Our 30 minutes morning call is enough to start this rainy day positively.

Maybe i am single. Maybe i must go to anywhere by myself. But, i never feel the loneliness because my beloved people always there whenever i miss them, when i need them, when i want them. I know they love me sincerely. 

So much thank you for my family, my best friends, and all people around me! I love you so much ♥

Is He/She The One?

Rabu, 19 Desember 2012

Nananananana~ Tante salah fokus datang lagi...! Kali ini dengan membawakan pesan cinta yang udah dikumpulin dari tweet-tweetnya mami @FiraBasuki di malam minggu lalu. Ketahuan ye belom taken, masih aja selo nyimak kultwit di malem minggu :|

Jadi, buat kalian yang masih
single ato udah taken yang masih ragu atau butuh pemantapan hati untuk melangkah ke jenjang yang lebih tinggi, Mami Fira punya tips buat mengenali bakal jadi apa gak dia jadi "The One" yang akan selalu ada di sisa umur kita. Eciyeh bahasanya, hahahaha... So, just check this out!
  1. Apakah dia mirip mantan pacar? Sama2 suka ini itu misalnya? Wait, wait, membandingkan dia terus berarti dia BUKAN #theone
  2. Hitung! Dalam sebulan siapa yang paling sering telepon/sms/bbm atau hubungi duluan? Kamu? Wah, berarti dia bukan #theone. Paling nggak imbang dong.
  3. Tanya:"Apa yg paling kamu suka dari aku?" Kalau jawabnya berkisar wajah/tubuh...coret! #theone selalu jawab kualitas dirimu bukan sekadar fisik.
  4. "Kapan kita nikah?" Kalau jawabannya: 1) Nanti-nanti kita omongin 2) Aku belum siap 3) Bisa ngomong yang lain? 4) Jalani dulu. Wah, he/she's not #theone!
  5. LDR? Siapa yg lebih sering datang? Pas datang ke kotamu, bayar sendiri atau dibayarin km terus? Hitung! Lama2 tau kok dia #theone / bukan.
  6. Jangan naif. Cinta bisa keliatan tulus karena si dia bergantung padamu secara finansial. Kalau kamu bayarin dia terus, bisa jadi he/she is not #theone.
  7. Uji! Bilang pas kamu lagi bokek gak punya uang, susah, sakit. Apa jawabannya? Apa dia hibur/beri semangat/bantuan? Atau justru melipir? #theone
  8. Pria. Mulai curiga diporotin? Ketemu dia tanpa mobilmu, tanpa gadget/hobi mahalmu. Pakai kaos oblong+jeans biasa. Uji! #theone
  9. Pernah pegangan tangan hadap-hadapan, tatap-tatapan terus dua-duanya nangis? Selamat! Anda berdua sama-sama menemukan #theone ☺
  10. Apakah kata 'forever' atau 'eternity' menakutkanmu atau dia? Kalau dia #theone bukan cuma suami-istri dunia tapi surga maunya ya dia.

Nah, itu ringkasannya. Mari kita lihat orang di samping kita dengan lebih seksama :))

Hore Lululus!

Selasa, 18 Desember 2012

Selamat malam dunia~


Postingan ini aku persembahkan khusus untuk teman terbaikku selama kuliah 4 tahun terakhir; Lutfia 'Lulu' Khoirunisa. Yang akhirnya resmi menjadi seorang Sarjana Ilmu Politik! Yeyy! \(^..^)/


Akhirnya... Setelah sekitar 1 jam di ruang dingin berhawa dementor di samping kantor JIK, dengan teman-teman dan pacarnya menunggu di luar, keluarlah dia dengan senyuman kelegaan itu. Tentu aku turut bahagia dan sesaat lupa punya tanggungan Bab 2 dan seterusnya, hahahaha *ketawa stres*. Ya gimana aku nggak turut seneng kalau seminggu sebelumnya aku turut dihantui mimpi-mimpi pendadaran dan perasaan deg-degan tak karuan. Setelah membantunya mempersiapkan laptop untuk presentasi pun aku keluar ruangan dengan jiwa raga nano-nano rasanya; kedinginan, deg-degan, pusing, mual, pengen pingsan. Beneran berasa morning sick ibu hamil muda gitu rasanya. Oke aku emang belum pernah ngerasain hamil sih, tapi ya mungkin aja kayak gitu, hahahaha.

Rifky, Ontin, Luki, aku, Lulu, Ocha, Nabila, Indah, mbak Puput; sebuah kisah klasik untuk masa depan! :)

Sekali lagi, selamat Lutfia Khoirunisa S.I.P. (Aku gatau EYD-nya tapi segooglinganku begitulah kiranya #niat). Terima kasih telah membuka tabir kelulusan untuk teman-teman Spinpop  #kom08. Semangatnya ya beneran nular bikin aku kepingin pendadaran juga besok pagi, tapi itu nggak mungkin, jadi ya aku next period aja #tahudiri. Aamiin ya Allah ya robbal'alamiin... :)

Semoga lancar ya buat naik ke level kehidupan selanjutnya. Aku juga bakal nyusul kamu. Secepatnya! \m/

Berasa Reuni

Minggu, 25 November 2012

Selamat siang yang selalu mendung...!
Lama banget gak posting blog. Banyak cerita yang sampai terlupa. Salah satunya cerita bersama teman-teman tercinta. Check this out yaaa..!

Pagi ini Tika bangun pagi dan gak tidur lagi. Yeay! Tanpa Cenung di sini (si roommate lagi ke Semarang, huks), aku janji mau sunmoran sama Fita dengan agenda wajib membeli cireng isi. Ya, makanan favorit yang pasti gak akan bisa terbeli kalau ada Mamah di sisi, bisa dibilang semakin kurang gizi nanti. Wah, berima ya. Hahahaha...

Bangun tidur langsung ngecek mention di twitter, karena semalam janjiannya lewat sana. Plus sms juga buat meyakinkan. Fita bilang sedang bersiap berangkat ke tempatku. Aku masih ngadep laptop dan belum mandi. Pengennya nitip nasi kuning yang murmer dan enak dekat Tri Edhi, tapi katanya belum buka. Tak lama kemudian Fita muncul di kosan dan aku baru mau mandi. Dia menggantikanku bermain dengan Soleha (baca: on line internet) sembari menungguku selesai bersiap.

Di tengah persiapanku, ada sms masuk dari mbak Puput yang isinya dia sama koh Sony, pacarnya, sedang di sunmor dan nanti mau mampir ke kosan. Aku pikir masih agak siang nanti, makanya aku jawab oke saja. Eh, baru saat aku dan Fita membeli cireng di pojokan filsafat, mbak Puput udah nelpon. Ternyata mereka sudah di teras kosan. Jadilah aku dan Fita langsung pulang.
Kokoh, mbak Puput, aku :D
Melihat mbak Puput dan koh Sony duduk di kursi teras kosan seperti melihat kebiasaan mereka sejak berpacaran 2 tahun yang lalu. Sering aku ikut nimbrung atau menganggu dengan teriakan-teriakan usil dari balkon lantai 2. Sekarang, setahun setelah kokoh ketrima kerja di tempat bergengsi dan mbak Puput sudah bukan lagi penghuni kos ini, membuatku kadang merindukan masa-masa itu. Masa-masa aku merasa masih kecil. Masa-masa aku belum kenal skripsi. #Jleb

Beberapa lama setelah itu Fita pamit pulang, dia bilang harus ngejar target skripsinya hari ini. Haduh, maaf ya Fit, aku jadi mengabaikanmu, huhuhu. Setelah Fita pulang, aku, mbak Puput dan koh Sony jalan-jalan ke sunmor sampai ke ujung yang di deket Fakultas Peternakan itu.

Jalan bersama pasangan itu membuatku seperti putri kecil yang diajak jalan bersama dengan orang tuanya. Secara udah segede ini, gak mungkin juga aku jalan bareng bapak ibuku, mau ditaruh mana adek-adekku yang 3 biji itu, hahaha. Pokoknya kita jalan, makan, jajan, sambil bercanda sepanjang jalan. Tak kusangka aku masih diberi kesempatan menikmati kebersamaan dengan orang-orang terdekatku, sebelum aku lulus kuliah, sebelum aku terjun ke belantara kehidupan yang sesungguhnya. Makasih ya Allah :)

Makasih ya mbak Puput dan koh Sony, kehadiran kalian lebih dari asupan gizi, tapi juga asupan hati. Semoga mbak Puput bisa sidang bulan depan, dan kalian bisa nikah tahun depan. Aaa~ pasti seru banget kalau aku bisa mbantuin uborampe persiapan pernikahan kalian. Kecuali bagian ngangon sapinya kali ya, hahaha. Dari sekian banyak teman yang sudah berpasangan, aku sangat mengapresiasi cowok yang mau masuk ke lingkungan pertemanan ceweknya. Jadi berasa lebih dihargai gitu keberadaanku sebagai temannya si cewek. Semoga nanti kalau aku punya pasangan, pasanganku bisa temenan sama temen-temenku juga ya. Pasti dunia berasa lebih indah, hehehe...

Oke, good luck everybodieh! Doakan semoga saya segera lulus! Amin... :)

One Little Thing About Me #2

Kamis, 18 Oktober 2012

Ceritanya hari ini aku nggak kemana-mana, nggak merpus kayak biasanya, karena ada agenda lain, yaitu pas photo. Bukan sesuatu yang wow sih, tapi sengaja prepare dandan gitu, soalnya niat bikin foto ini buat kepentingan administratif yang resmi semacam foto ijazah dan persiapan wisuda nanti (amin!). Kalau jangka pendeknya sih buat bikin surat keterangan izin tinggal sementara di kosan, hehehehe.
Setelah hasilnya jadi, tetiba kepikiran buat membandingkan dengan pas photo terakhir sebelum ini. Waktu itu hampir lulusan SMA, buat syarat pendaftaran UM UGM. Lumayan lama ya ternyata, 4 tahun telah berlalu. Terlihatlah perbedaanku. Waktu diunggah di Facebook, langsung rame komentar dari teman-teman.Ada yang bilang bedanya di make up dan polosan doang. Ada yang bilang dulu pasrah dan madesu, sekarang dewasa dan tegar. Ada yang bilang kuliah bikin tambah ayu (ini nggak bohong lho, yang bilang dosenku. Dosen yang lumayan killer di mata kami. #blushing). Ada yang cuma numpang ngakak doang. Yah, macam-macam lah responnya. So, this is my before and after in 4 years. Which one do you like? :))

Tips PDKT Turn On

Minggu, 07 Oktober 2012

Eits, jangan pada mikir yang aneh-aneh dulu ya gegara ada tambahan kata "turn on". Mumpung malam Minggu, mari kita belajar, apalagi buat orang-orang yang masih single kayak saya biar malam Minggu selanjutnya udah ada yang nemenin. Bukan asli bikinan saya, tapi rangkuman dari twitternya Honji Milagro, seorang pakar cinta gitu deh... Just check this out! :D


"Yuk kita bahas 5 sosok yang bikin #PDKTturnoff biar PDKTmu lebih bikin Turn On


  1. The Worshipers. Adalah dimana kamu jadi sosok pemuja. Woi, kamu PDKT sama manusia apa Dewa? Segimananya gebetan kamu, dia bukan Dewa yang layak disembah-sembah. Percayalah, gebetanmu lebih suka dimanusiakan daripada didewakan, apalagi cewek. Kalau kamu baru PDKT udah menyembah dia bak bidadari, api ketertarikannya seketika, padam! Mulai sekarang, anggap gebetanmu manusia biasa. Having fun with them, not worship them.
  2.  (Sok) Romeo & Juliet Modern. Adalah dimana kamu sok-sok romantis dengan tindakan2 ala Romeo & Juliet. Ingat, untuk membuat seseorang tertarik, bukan dengan kata-kata atau perbuatan romantis. Kalau dia dari awal gak doyan, seribu puisi yang kamu kirim, gak bakal bikin dia doyan.Tambah ilfil malah iya. Manusia suka bermain puisi, lagu & kejar-kejaran ala Romeo dan Juleha atau film India hanya dengan orang yang mereka SUDAH sukai. Untuk membuat gebetan tertarik, bukan dengan tindakan spesial, tapi dari caramu membuat dirimu special. “Tidur gih.Ntar matamu mirip panda lho” dari orang yg spesial, lebih bermakna dari puisi romantic dr orang yg gak special.Setuju? 
  3.  The Kepoers. Adalah dimana kamu menjadi orang yang sangat selalu ingin tahu, apapun tentang dia. Kamu selalu ingin tahu apa yg dia lakukin, dimana dia berada, sudah makan atau belum, sudah tidur atau belum, dsb. Kamu selalu BUTUH tahu semua keseharian dia dan aktifitas yang dialakukan. Hati-hati, ini bisa bikin ilfil! Bukan cuma menggangunya & menghabiskan baterai HPnya, kamu juga terlihat terlalu mengharapkan cintanya. Silahkan tanya beberapa hal ringan, tapi bukan Tim Investigasi, karena hanya akan memposisikanmu jadi fans yang kepo. 
  4. The Stalkers. Adalah dimana kamu tahu banyak hal tentang dia. Nama lengkap, tanggal lahir, berat badan, ukuran celana, dll. Kamu stalking kehidupan dia, baik di dunia maya or di dunia nyata. Ini mengerikan dan sangat mengganggu. Bayangin, setiap kamu lagi nongkrong, gebetanmu selalu tau info detail ttg kamu. Serem gak? Oi, bikin gebetan doyan itu bukan dengan stalking-in dia. Ini justru bikin kamu jadi fans dia semata! Cewek gak tertarik sama fans yang selalu stalking. Dia malah ngeri,terganggu dan cenderung ilfil. Stop it! 
  5.  Mr. and Mrs. Serious adalah dimana kamu menjadi orang yang terlalu serius menghadapi gebetan dalam masa PDKT. Banyak orang, terutama cowok, menjadi pribadi yang sensitif, ngambekan, garing dan gampang frustasi ketika PDKT. Gebetan respon jelek, ngambek. Langsung ngejudge sombong, galak, jahat, dll. Duh! Gebetan ngebatalin date, jadi ngambek dan uring-uringan gak jelas. Nguoook! Gebetan nolak penembakanmu, kamu langsung stress, frustasi, depresi, destruktif dan gak jelas. Ini karena kamu terlalu serius dalam masa PDKT. Ingat, PDKT harus fun. Itu yang bikin PDKTmu seru! Kalau PDKT udah sering galau & ribet, hampir bisa dipastikan ketika pacaran, bakal lebih sering galau & sering ribet.
So, itu adalah 5 sosok yg bisa bikin gebetanmu ilfeel. Hindari jadi kelima sosok tadi ya? Have a fun PDKT, people!" :D

*berasa kenal sama beberapa orang dengan berbagai tipe pem-PDKT diatas. Mau PDKT mas? Baca dan resapi ini dulu ya, baru diaplikasi :))

Get Enough with Nasi Bakar Wirobrajan!

Sabtu, 06 Oktober 2012

Awal pekan lalu, aku dan Lulu makan di Nasi Bakar Wirobrajan. Penasaran aja gimana rasanya, karena banyak yang bilang nasi bakarnya enak, dan kebetulan dia muncul di deal diskonnya diskon.com, website dimana kami mencari sesuatu yang baru untuk dicoba dengan kantong seadanya. :D

Kesan pertama, sorry to say, tapi emang begitu adanya, adalah jorok! Kami tiba saat tempatnya sepi, tidak ada pengunjung lain, tapi masih ada sisa makanan di meja yang akan kami tempati. Kemana aja pegawainya? Magabut? Kalaupun mereka nyantai karena lagi sepi gak ada customer, mbok ya itu meja-meja dirapihin dulu. Masa harus nunggu ada tamu dulu baru diberesin, bahkan kami yang meminta buat dibersihin. Apa mungkin emang sengaja gak dibersihin dulu, nunggu ada yang datang dan seakan bilang “ini lho tempat makan kami, walaupun saat Anda datang terlihat sepi, tapi tadi ada yang makan disini. Berarti laku, berarti enak”. Astaghfirullah, suudzon banget kan jadinya…

Kemudian kami memesan menu dengan memberitahu sebelumnya kalau kami memakai voucher yang dari diskon itu. Setelah ngobrol ngalor ngidul dan satu per satu meja di sekitar kami jadi penuh, kami menyadari sesuatu; pelayanannya LAMA banget! Kami menengok ke bagian dapur, dan melihat mas-mas karyawan yang berjumlah sekitar 5 orang itu malah asyik ngobrol dan bercanda satu sama lain. Kami kan jadi berasa tambah ilfeel ya, ini mas-mas pada niat kerja gak sih, kok gak berasa banget kalau pada ditungguin sama para pelanggannya. Bahkan, sepasang kekasih yang datangnya tepat setelah kami, masih belum mendapat makanan waktu kami sudah selesai makan. Parahnyaaaa...!

Waktu itu, kami mendapat titipan dari teman kos yang minta dibungkusin makan malam. Pas Lulu manggil mas-mas yang sudah selesai melayani meja lain, eh, boro-boro mendekat, masnya malah berlalu begitu saja seakan tak mendengar. Panggilan kedua ditujukan kepada karyawan lain baru mereka ngeh. Itupun tak luput bikin sebel juga. Pasalnya, waktu kami pesan mau mbungkus makanan malah dibilangin, “mbaknya kan pakai voucher, itu kan dine in only mbak, jadi gak bisa dibawa pulang”. Kami bilang, “iya mas, itu nanti kita bayar sendiri.”

FYI aja sih. Kami bukan orang baru ya didunia pervoucherdiskonan kayak gini. Kita paham betul aturan mainnya, makanya pas pesen menu dine in ini sudah disesuaikan sama kuotanya. Semacam ogah rugi gitu, harus totalnya ngepas. Jadi kalau pun kita mau membungkus untuk orang rumah, ya kita tahu harus bayar sendiri dengan harga regular sesuai yang berlaku di tempat itu.

Kami merasa pesanan kami yang baru bakal lama, secara dipesan setelah semua pesanan lain. Kami mulai berpikir, apakah sebaiknya kami tunggu, atau kami tinggal sholat dahulu, karena adzan maghrib sudah berkumandang sedari tadi. Akhirnya kami samperin mas-mas di dapur, dan Alhamdulillah pesanan kami sudah siap, tinggal dibungkus. Itu berarti kami bisa mengejar waktu maghrib yang akan segera habis. Eh, ada masalah lagi dong ya… Mas-mas yang di kasir bilang sisa uang kembalian dari voucher diskon tidak dapat diuangkan. Oke, sudah kami iyakan. Tiba saat pembayaran makanan yang dibungkus, dia bilang seharusnya nggak bisa, karena kita tadi pake voucher. Lah, padahal kan kita emang juga mau bayar sendiri itu pesenannya. Aku lupa gimana persisnya, intinya masnya itu menekankan bahwasanya kami sebenarnya nggak bisa pesen makanan yang dibungkus bareng sama makan pake voucher. Kalau masnya pinter kan tinggal dibikinin nota baru aja ya buat pesanan yang dibungkus itu. Ini kok malah ngajakin pelanggan buat berdebat. Akhirnya kami bilang, “terserah masnya aja deh” sambil membayar makanan itu.
Nasi bakar XO "arem-arem"

Nasi bakar biasa.

Kekecewaan tentang pelayanan udah, sekarang kita bahas makanannya. Aku pesan nasi bakar dengan lauk yang terpisah. Rasanya biasa saja, seperti nasi yang dibungkus daun pisang. Penyajiannya juga Cuma diberi satu sendok tanpa garpu. Kebayang dong gimana aku harus turun tangan buat menghabiskan ayam itu. Sambelnya juga sedikit, aku yang nggak terlalu doyang sambel aja sampe merasa tidak puas. Sedangkan temanku pesan nasi bakar kuali xo. Entah apa singkatan XO disini. Bentuknya nasi yang telah dicampur dengan sambal disajikan dalam mangkuk yang terbuat dari tanah liat. Rasanya seperti AREM-AREM! Persis! Menurutku, lebih terasa enak nasi bakar yang ada di Jakal deh, soalnya disana emang dibakar di pemanggangan kayak yang buat bikin sate itu. Lha disini aku lihat sendiri, mbakarnya Cuma di atas kompor gas. Pantas saja tak terasa sedap sama sekali.

Sushi unyu :9
Dengan ketidakpuasan yang maksimal, setelah sholat kami memutuskan menggenapkan isi perut dengan mencoba “Tuanmuda Cafe” yang terletak di seberang jalan dari nasi bakar marmos (marai emosi = bikin emosi) itu. Awalnya kami ingin pesan takoyaki saja sebagai dessert, tapi sepertinya perut kami masih muat juga kalau dikasih sushi. Lumayan memantapkan dengan 8 potongan dan rasa yang enak. Nasinya nggak mocar-macir kayak waktu nyobain di Sushi Kali Lima di depan Galleria Mall itu.



 
FREE BLOGGER TEMPLATE BY DESIGNER BLOGS