Pages

Kenapa Harus Menikah?

Kamis, 14 Agustus 2014

Sedapnya siang bolong topiknya pernikahan~ Semoga yang baca sambil makan gak pada keselek ya, hahaha... 

Stop! Stop! Jangan kau kira aku yang akan menikah. Itu masih lama~

Anyway, judul di atas adalah pertanyaan yang terlontar dari salah satu teman di media sosial. Sebagai orang yang juga mendamba pernikahan tapi sadar kalau jodoh belum juga dipertemukan, maka dengan sotoy tingkat sarjana aku jawab 'menurutku cewek tetep butuh cowok buat nentuin jalan hidupnya'.

Wow, jawaban yang kece badai bukan? Para cowok boleh deh berbangga eksistensinya diakui, hahaha. Tapi emang itu yang ada di pikiranku. Kemudian temanku itu bertanya lebih lanjut, dan aku menjabarkan jawabanku sebagai berikut.  
  1. Kalau menurutku, kita sebagai cewek mungkin bisa merencanakan kehidupan setelah lulus kuliah buat kerja atau lanjut S2. Tetapi itu kan cuma buat jangka pendek, gak nyampai 5 tahun ke depan. Kalau karir bagus alhamdulillah.. Tetapi setelah itu kita mau apa lagi? 
  2. Mungkin kita bisa nabung, nyicil rumah, beli mobil, umroh bareng ortu dan lain-lain dengan hasil kerja kita karena kita masih sendiri dan uang kita masih sisa gak habis buat beli susu, baju, mainan, dan biaya sekolah anak seperti teman-teman lain yang sudah menikah. Setelah itu semua tercapai, coba deh tanyakan pada diri sendiri, yakin mau hidup sendiri selamanya? 
  3. Oh iya, cewek katanya punya masa expired tentang kesuburan, temanku bilang di atas umur 27 tahun bakal susah buat seorang cewek nyari jodoh. Sepengamatanku sih kebanyakan cowok umur segitu yang siap nikah bakal milih cewek yang lebih muda.
  4. Kalau aku sendiri emang ngakui butuh cowok, buat penentu masa depanku mau aku habisin di mana. Mungkin aku bisa kerja di Jakarta, tapi nggak buat selamanya. Aku ga pengen nggedein anak-anakku di sana.
  5. Misalnya aku udah ketemu jodoh, kan aku ada bayangan mau dibawa kemana hubungan kita~ eh, hidupku nanti. Misal calon suami kerja di Samarinda, berarti aku harus siap ikut ke sana, mungkin cari kerja di sana juga.
  6. Kalau aku nggak nikah, hidupku akan habis di kerjaan doang. Saat teman-temanku ngabisin long weekend bareng keluarga kecilnya, paling pol aku cuma bisa travelling atau ngunjungi ortu, mungkin ujung-ujungnya bakal ditanya tentang pernikahan juga.
  7. Sebagai orang yang suka ngobrol, aku bakal tetep butuh satu teman hidup yang stay forever beside me buat talk about anything, nuntasin masalah bareng-bareng, saling support, dan lain-lain. Aku juga nggak ingin hidupku hampa tanpa cinta.
  8. Menurutku intinya adalah setiap orang bakal butuh partner hidup, hohoho.
So selamat buat kalian para cewek yang udah nemuin pacar yang serius atau bahkan sudah bersuami. Yang masih bertanya-tanya semoga segera mendapat jawabannya. Yang masih bingung hidupnya mau dibawa ke mana, yuk dipikir karo mlaku. Selamat siang dan selamat beraktivitas kembali teman-teman. Cheers...! ^^

Tersesat Bersama Pak Ojek

Kamis, 19 Juni 2014

Sekitar dua minggu yang lalu, aku berkesempatan mengikuti tes tahap pertama PT PJB (anak perusahaan PT PLN (Persero)). Tesnya adalah Tes Potensi Akademik dan Bahasa Inggris. Karena aku melamar posisi Komunikasi Korporat maka soal TPA-nya seputar kehumasan. Tes Bahasa Inggris hanya reading dan structure tanpa listening, hore! \(^o^)/

Aku kira tesnya bakal seharian seperti tes PLN kemarin, ternyata hanya sampai jam 11 siang saja. Setelah tes aku langsung pulang ke kos Lulu, naik ojek dari depan Asrama Mahasiswa UI. Tukang ojeknya baik hati, aku tawar 20ribu sampai ke Jalan M. Kahfi II Jagakarsa diiyain aja, hohoho... Tetapi aku agak bingung karena jalan yang ditempuh pak Ojek beda dengan jalan yang aku lalui pagi harinya. Aku juga baru datang malam harinya jadi belum hafal jalan ke kos. Tetiba kami melintas di depan kantor Lulu dan aku langsung panik karena itu berarti sudah melewati gang masuk ke kos.

Akhirnya aku minta putar balik dan tetap saja tidak tahu gang mana yang harus diambil. Pak Ojek sempat bertanya ke tukang ojek lain dan malah membawa kami ke jalan yang sama sekali belum pernah aku lalui sebelumnya. Antara takut hilang dan kasian Pak Ojek yang sudah kesana-kemari akhirnya aku menelepon Lulu. Aku minta Pak Ojek langsung ngomong sama Lulu biar ga bingung waktu diancer-ancerin. Et voila! Ternyata kami sudah dekat dari gang menuju kos, hahaha... Syukurlaaah...

Konyol ya bisa nyasar gitu setukang ojeknya hahahaha... Tapi katanya belum ke Jakarta kalau belum nyasar namanya :D

Direct Shopping PT PLN (Persero)

Kali ini aku mau berbagi pengalaman sewaktu mengikuti seleksi Direct Shopping PT PLN (Persero). Ternyata Direct Shopping ini sedikit berbeda dengan rekrutmen yang biasanya karena hanya alumni beberapa perguruan tinggi yang telah ditunjuk aja yang boleh mendaftar. Juga tidak ada tes Bahasa Inggris dan Tes Potensi Akademik yang membuat rekrutmen ini lebih singkat dari yang lain.

Tahapan tes dalam rekrutmen Direct Shopping (DS) PT PLN (Persero) adalah sebagai berikut:
  1. Seleksi administrasi (pastikan kamu berasal dari universitas yang telah ditentukan oleh pihak PLN, karena kalau tidak maka berkasmu tidak akan diterima).
  2. Seleksi Psikotest dan FGD. Psikotes ini merupakan tahapan psikotes yang lengkap dengan pauli dan gambar-gambar. Tes ini membutuhkan cukup banyak energi, jadi pastikan kalian cukup istirahat dan jangan lupa makan. Kemarin waktu jeda istirahat antara psikotes dan FGD kami diberi makan siang gratis, hihihi... Untuk FGD, kami dibagi dalam sebuah kelompok berisi sekitar 7 - 8 orang dan diberi materi berkaitan dengan PLN. Waktu kami hanya 20 menit untuk berdiskusi dan mempresentasikan hasil diskusi. Yang penting kita berani berpendapat dan tidak memaksakan kehendak ke dalam keputusan kelompok menurutku kita bisa melalui tahap FGD dengan baik. Karena menurut temanku, FGD itu untuk mengetahui kemampuan kita dalam bekerja sama dalam tim.
  3. Seleksi kesehatan tahap pertama alias tes fisik. Kita disuruh medical check up pada laboratorium yang telah ditunjuk. Lokasi medcheck-ku kemarin di Prodia Bintaran Kulon Yogyakarta. Tahapan tesnya yaitu tes tekanan darah, pengukuran tinggi dan berat badan, tes keseimbangan, tes visus mata, tes buta warna, dan terakhir tes fisik. Ini nih yang serem soalnya kita disuruh buka baju hihihi... Tapi tenang, dokternya bukan lawan jenis kok :p
  4. Seleksi kesehatan tahap kedua alias tes lab. Nah sebelum tes kita disuruh puasa 10-12 jam sebelumnya. Jadi gak boleh makan berat, ngemil, minum susu, makan buah atau lainnya. Cuma boleh minum air putih aja. Kita juga disuruh ngumpulin sampel feses dan sampel urine, hehehe... Tahapan tesnya yaitu tes darah, makan biar gak pingsan, tes audiometri, rekam jantung, sama rontgen paru-paru. Masing-masing tahapannya berjalan dalam waktu singkat, cuma ngantrinya yang lama, apalagi buat rontgen.
  5. Wawancara. Nah ini pamungkasnya. Tapi sayang sekali aku belum berkesempatan untuk sampai ke tahap ini. Kabarnya sih kita bakal ditanya tentang motivasi kita melamar kerja di PLN dan beberapa hal tentang materi kuliah gitu. Oya, pastikan kamu bersedia ditempatkan di luar Pulau Jawa ya, soalnya itu syarat mutlak buat kerja di PLN.
Itu tadi tahapan yang pernah aku lalui waktu ikut DS PLN, yah walaupun gak sampai tahap wawancara, huhuhu... Tapi gak papa, harus tetap semangat buat menatap masa depan. Kalau gagal ya dicoba lagi sampai dapat! Job seeker sejati gak boleh patah hati! (^o^)9

Belajar Menjadi Pembelajar

Hello world, do you miss me? Hahaha..! /(.-.)\

Sekarang aku mau cerita tentang pengalamanku menimba ilmu dan mencari pengalaman, hohoho... Setelah kemarin sempet jadi admin social media, sekarang aku mencoba belajar dari freelance writer di sebuah publisher buku pelajaran sekolah, baik itu buku paket maupun Lembar Kerja Siswa (LKS) dari SD, SMP, SMA, dan SMK.

Aku bersama mbak Puput bersama-sama mendaftar pada sebuah publisher lokal di kota kami. Tapi jangan salah, walaupun lokal, ternyata publisher tempat kami menimba ilmu ini sudah mencakup pasar nasional. Karena publisher ini ternyata melayani pembuatan materi buku untuk publisher lain yang sudah populer. Aku juga baru tahu jika ada sistem seperti ini, selama ini kukira buku-buku pelajaran yang aku pakai murni berasal dari penerbit-penerbit terkenal itu, hahaha...
 
Aku belum mulai bekerja sih, baru training aja. Walaupun nantinya jadi writer tapi awalnya diajari mengedit terlebih dahulu agar kami tahu dan lebih peka terhadap kesalahan-kesalahan penulisan yang biasa terjadi. Tidak hanya membenarkan kesalahan EYD dan tanda baca, tetapi kami juga harus mengerti isi materi tersebut dan menimbangnya apakah sudah pantas dibaca oleh para siswa atau bahasanya masih terlalu 'tinggi'.

Dijelaskan pula bagaimana proses pembuatan sebuah buku atau LKS, ternyata tidak mudah saudara-saudara! Kita harus membuat materi sesuai Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar, Silabus, dan Kurikulum yang berlaku. Apalagi sekarang kurikulum di sekolah-sekolah diubah lagi oleh pemerintah yang tingkat kelabilannya melebihi remaja yang sedang puber, ujung-ujungnya anak-anak jadi gagal paham dan semakin kehilangan orientasi masa depan. *Tsaaah... Mulai ngelantur*

So, let's fight! Aku merasa dengan cara ini aku telah terjun ke dunia pendidikan dan berkontribusi dalam perbaikan masa depan anak muda harapan bangsa walaupun tidak secara langsung, hohoho... Semangaaaat! *\(^o^)/*

Birthday, huh?

Jumat, 13 Juni 2014

It's June 13, 2014.
24 years ago i was born in Brebes, a little city in Central Java. 
Nothing's special today. I wake up on Lulu's room in Jagakarsa, South Jakarta. Found her prepared herself to work. She asked, 'It's your birthday, what do you want?'
I replied, 'I just want to get a job and a husband, nothing special, hahaha.'
Yes, i just want to get a job and find my love. Classic, but it's true. Cheers! ^^
 

Makan Nikmat atau Nikmat Makan?

Kamis, 22 Mei 2014

Hello world! Long time no see..
Mumpung lagi selo gak ada suara berisik yang nggangguin, dan abis makan sendirian, tetiba kepikiran 'makan nikmat atau nikmat makan' hahaha...

Makan nikmat mungkin bisa diartikan sebagai makan makanan favorit kita, makan makanan enak yang harganya setara sama uang jajan sebulan, makan makanan yang selama ini cuma bisa kita liat di tv, dan sebagainya. Intinya makan nikmat adalah saat dimana kita makan makanan yang istimewa entah karena rasanya, bentuknya, moment-nya atau apalah yang bikin makanan itu jadi terasa lebih special daripada makanan yang biasa masuk ke perut kita sehari-hari.

Kalau buat aku pribadi karena aku suka pasta mungkin aku akan mendefinisikan makan nikmat sebagai saat dimana aku menyantap macaroni, lasagna dan teman-temannya. Hmmm... So yummy..! Tuh kan jadi kepingin ke Koki Joni ._.
Kalau menurut kalian makan nikmat tuh apa gals?

Terus kalau nikmat makan adalah makanan yang bisa masuk ke tubuh kita saat kita lapar, misalnya tetiba ada semangkuk bakso di depan mata. Jadi walaupun kita gak suka-suka banget sama bakso ya akhirnya masuk perut juga tuh makanan. Intinya seperti nikmat Tuhan dalam bentuk makanan yang membuat kita bisa bertahan hidup. Nasi, sayur, tahu, tempe, telor, ayam, dan ikan asin nah lho jadi kepingin lagi yang biasa kita makan sehari-hari termasuk ke dalam kategori nikmat makan ini guys.

Hmmm... Tapi aku jadi kepikiran sesuatu nih.. Gini, kalau kita mau menelisik lebih dalam sebenarnya kedua frasa ini bisa berhubungan, bukan hanya karena terdiri dari dua kata yang sama, tetapi juga karena ini bisa jadi sebuah sebab-akibat. Let me make a theory, nikmat makan bisa jadi makan nikmat, tapi makan nikmat belum tentu jadi nikmat makan. Misalnya, tadi aku makan pizza, which is something that i seldom eat karena tinggalnya di Indonesia ya, kalau tinggal di luar negeri ya beda lagi. Jadi saat aku makan pizza di Indonesia itu bisa dikategorikan makan nikmat karena makanan itu special setidaknya buatku hahaha. Tetapi sejurus kemudian aku makan nasi sama telor, yang mana itu adalah makanan biasa dan kita sebut saja nikmat makan. Jadi sudah jelas kan makan nikmat dan nikmat makan bedanya apa? So, let me continue this description...!

Sebenarnya si pizza yang aku sebut makan nikmat itu masih ada 1 pan utuh dimana aku bisa saja menghabiskannya sendiri, tetapi... Aku jadi gak nafsu dan pilih makan nasi telor yang merupakan menu biasa aja. Tadi waktu aku makan pizza bareng sama keluargaku which is the special people for me dan bikin moment makan pizza itu jadi lebih special. Jadi pizza tanpa keberadaan keluargaku jadi biasa aja, bukan lagi makan nikmat buatku. Tetapi nasi telor yang cuma sekedar nikmat makan malah bisa jadi makan nikmat kalau aku memakannya bareng orang spesial di sekitarku. Jadi ini lebih ke momentnya dong ya? *ngangguk-ngangguk sendiri*

Alasan moment yang tepat dan dengan siapa kita makan ini sebenarnya sudah aku rasain selama beberapa tahun ini. Sewaktu ngekos, aku sering nyobain tempat makan baru, sebenarnya lebih ke aku bosen sama makanan di warung sekitar kos yang itu-itu aja dan itu bikin aku gak selera makan. Jadi demi mempertahankan nafsu makan, aku menggoda diriku sendiri dengan berbagai pilihan lain yang kadang menyakiti kantong, hiks... Jadi sewaktu ngekos tuh makan ya karena kita butuh tenaga, jadi harus dipaksain mbuh piye carane biar tetep ada makanan yang masuk ke tubuh kita. Tetapi kalau di rumah yang notabene makanannya itu-itu aja aku ya maem-maem wae gak pingin jajan keluar. Apalagi dengan kalimat sakti simbok yang selalu bilang "duit segitu daripada buat makan di mall cuma buat dua orang mending buat belanja di pasar udah komplit dapet sayur, daging sama buah bisa empat sehat lima sempurna gak cuma dapet junk food aja."

Nah lho, mak jleb kan omongan simbokku? Itu yang bikin aku sukses gak jajan di luar. Kuncinya cuma 'ingat keluarga' hehehehe... Terus ya temen kosku juga pernah bilang kalau kita makan di kos rasanya gak senikmat di rumah karena kita makannya sendirian. Iya sih, aku kalau di rumah cuma sama Fahmi dan dia tidur sedangkan kami belum makan siang, pasti aku lebih pilih mainan laptop sambil nunggu Fahmi bangun baru nanti kami makan bareng. 

Yah, kesimpulannya jadi suatu nikmat makan bisa jadi makan nikmat kalau kita menikmatinya at the right moment with the right ones. Jadi kalau mau makan nikmat dengan nikmat makan a.k.a makanan ala kadarnya yuk kita makan bareng orang-orang tercinta di sekitar kita, bisa pasangan, orang tua, keluarga, atau teman-teman. Ini membuktikan kalau manusia adalah makhluk sosial yang demi mendapatkan kenikmatan dalam makanan pun makannya harus bersama-sama. Apalagi kalau kembulan (beberapa orang makan bersama dalam satu wadah) hmmm... saking nikmatnya pasti kita kayak gak pernah kenyang, pingin nambah lagi dan lagi.

Itulah teori sotoy dari seorang tukang makan yang sangat mengharap bisa mencapai berat badan ideal. Yuk kita makaaaaan..!

Hidup Itu...

Senin, 12 Mei 2014

Hidup itu...
Penuh dengan masalah.
Kalaupun kita sudah berusaha menjalani dengan sebaik-baiknya pasti tetap ada masalah dari luar yang membuat kita memikirkannya juga, karena hidup itu adalah kebersamaan. Jika kita hidup bersama keluarga dan ada masalah dalam keluarga itu, pasti kita ikut memikirkan bagaimana solusi terbaik untuk menyelesaikannya.

Hidup itu tentang semangat, sabar dan pantang menyerah!
Seberapa kali pun kita mencoba, seberapa kali pun kita gagal, kita harus bangkit dan tak boleh menyerah dengan keadaan. Walaupun hati luluk lantak dengan kenyataan pahit, namun semua itu harus tetap dilalui, harus tetap dijalani. Karena roda kehidupan itu berputar dan kita akan tergilas oleh waktu jika hanya berhenti di tempat saja.

Hidup itu tentang usaha, harapan dan doa.

Kita harus memiliki harapan untuk mendasari setiap langkah kehidupan kita, agar bisa lebih baik dalam menjalaninya. Semua itu dilengkapi dengan doa kepada Tuhan Yang Maha Kuasa karena kita bukanlah siapa-siapa dan apa-apa tanpa-Nya. Seberapapun hebat kita menjalani hidup, semaksimal apapun kita berusaha, jika itu dilakukan tanpa berdoa dan memohon ridho-Nya, semuanya hanya akan menjadi sia-sia belaka. Kalaupun akhirnya kita berhasil, keberhasilan tanpa iman akan menjadikan kita sombong dan jumawa, yang mana akan menghancurkan diri kita sendiri dari dalam. Karena iman itu letaknya di relung hati manusia yang paling dalam.


Semoga kita selalu bisa menjalani hidup bagaimanapun getirnya dan semoga kita selalu berpegang teguh dengan iman yang setia.

Pak Jkw oh Pak Jkw

Sabtu, 15 Maret 2014

Kemarin headline news di berbagai media massa adalah pencapresan Pak Jkw sebagai presiden dari partai berlambang banteng. Sejak jauh hari sebelumnya memang isu itu sudah santer terdengar namun yang bersangkutan masih diam seribu bahasa sampai akhirnya kemarin ada pernyataan resmi.

Saya mungkin termasuk orang yang menyayangkan hal tersebut. Menurut saya, orang yang punya program dan mau bekerja seperti beliau seharusnya diberi kesempatan untuk menyelesaikan program kerjanya agar terasa perbaikan yang nyata. Namun, dunia politik sepertinya tak memiliki cukup waktu untuk bersabar. Nyatanya, beliau yang sedang sibuk membenahi Kota Solo langsung dicalonkan sebagai Gubernur DKI. Belum selesai membenahi Jakarta, kemudian diangkat sebagai capres. Menurut saya, hal ini membuat beliau tidak bisa menyelesaikan program kerja yang telah berjalan separuhnya. Memang ada penggantinya, namun sepengamatan saya terhadap Kota Solo, menjadi kembali terpuruk walau mungkin tidak semuanya.

Taman-taman kota kembali tidak terawat, banyak konflik yang muncul, seperti pedagang Galabo yang mogok, perubahan trayek angkutan umum yang tidak hanya membingungkan penumpang tetapi juga menimbulkan protes dari awak bus sampai isu titip menitip siswa ke salah satu SMA Negeri yang dilakukan oleh Walikota pengganti Pak Jkw. Saya tidak bermaksud menyalahkan walikota yang sekarang, semua yang saya sebutkan tadi hanya sebagai contoh banyaknya program pemerintah yang tidak dikomunikasikan dengan baik selepas Pak Jkw pindah untuk memimpin ibukota. Kita tidak berharap proses pembenahan DKI Jakarta menjadi seperti itu juga kan? Saya setuju dengan Pak Basuki yang menyarankan agar Pak Jkw tidak mundur dari jabatannya walaupun telah resmi menjadi capres. Jadi masih ada kesempatan untuk Pak Jkw kembali mengurusi ibu kota kalau tidak terpilih di pilpres walau mungkin sangat kecil kemungkinannya.

Apapun pendapat saya tapi kenyataannya nasi sudah menjadi bubur. Saya atau siapapun orangnya tak akan bisa membuat pak Jkw mengundurkan diri dari pencapresannya. Saya pribadi masih harus berpikir seribu kali untuk memutuskan memberikan suara pada beliau atau capres yang lain atau bahkan tidak memilih sama sekali. Sekian dan terima sumbangan. Salam gundah gulana untuk Indonesia. Merdeka!

A Day With My Beloved Ones

Minggu, 02 Maret 2014

Ceritanya hari Sabtu kemarin aku rencana mau pergi bareng sama Mbak Puput. Walaupun sekabupaten tapi jarak rumah kami dari ujung ke ujung, jadi ya sama aja gak bisa sering-sering ketemu. Perjalanan dari rumahku ke rumahnya aja sejam, maklum lah dari ujung selatan ke ujung barat. Apalagi cuaca di Solo seringnya siang panas banget terus sore sama malam hujan. Makin lengkap deh alasan buat tetap ngendon di goa aja, hahahaha..

Awalnya kami mau ketemu di Sami Luwes aja dengan agenda setelah itu ke pameran komputer di Center Point, mampir ke rumah Dita, nyamperin anak-anak Impactus yang lagi ketemuan sama nyobain sebuah restoran Korea bernama Kimchi. Tapi semuanya berubah ketika negara api menyerang. Fahmi minta ikut serta dan aku gak mungkin bawa dia sendiri motoran. Kalau mau naik bis kasian Fahmi nanti capek diajak ke berbagai tempat di Kota Solo. Akhirnya dengan segenap kerendahan hati aku minta mbak Puput ke rumahku dulu biar kita bisa motoran bertiga. Karena mbak Puput adalah ibu peri yang diutus ke dunia maka dia mengabulkan permintaanku. Thanks so much mbaaak *hug

Akhirnya kami berangkat dari rumahku sekitar jam 11 siang. Tujuan pertama ke Sami Luwes dan ternyata disana antriannya bejibun masya Allah. Kami baru keluar dari sana sekitar jam 1 lebih 15 menit. Setelah itu kami mampir di Rest Area, tempat anak-anak yang udah pada kumpul duluan. Gak lama sih, cuma sampai jam 2 kami pamit. Tujuan berikutnya adalah rumah Dita di Pajang. Kami disana numpang sholat dan leyeh-leyeh. Sumpe capek banget aku gak biasa motoran tiba-tiba jadi tukang ojek keliling Solo. Pengennya numpang boci juga, tapi itu tak mungkin. Aku harus ingat perjalanan yang masih panjang itu.
Foto dulu biar Fahmi gak bete :p
Karena aku cuma butuh beli fan dan cairan pembersih laptop akhirnya Dita menemaniku ke toko dekat rumahnya. Iyalah daripada ke pameran, capek lagi nanti muter-muternya. Lumayan lho di toko itu harganya terjangkau juga. Fahmi dan Mbak Puput bisa istirahat sebentar bersama adiknya Dita, Dinda. Aku lihat Fahmi sangat adaptif disana, gak tau malu buat ambil jajanan, ikut wudhu tapi aku tau sebenarnya dia pingin main air keran, plus tidur-tiduran santai di depan tv. Sumpe bukan aku yang ngajarin lho ya, hahahaha..

Sekitar jam 4 kami pamit pulang dan mampir ke tujuan utama yaitu Kimchi Korean Restaurant. Letaknya di Jalan Veteran 190 Surakarta. Sampai disini Fahmi ternyata udah bobok dong ya, kayaknya dia capek banget abis jalan-jalan seharian. Sempet nangis juga karena dibangunin dari tidurnya, untung pengunjung disana gak banyak, jadi gak terlalu merusak suasana, hehehe..

Akhirnya kami pulang dan sampai di rumah menjelang maghrib. Mbak Puput jadi gak pulang karena hujan. Tambah panjang aja quality time kami dan waktu capernya si Fahmi, hahaha.. Makasih banget ya mbak udah mau direpotin dan diajakin momong Fahmi yang sama sekali gak kalem itu. We love you! :*

Rest Area: Tempat Nongkrong yang Nyaman di Saku

Hello world!

Sekarang aku jalan-jalannya udah gak di Jogja aja, tapi juga di kota sendiri. Karena minim pengalaman tempat nongkrong yang asik dan terjangkau jadi aku manut aja waktu teman-teman Impactus ngajakin kumpul di Rest Area. Karena sama sekali belum pernah mendengarnya aku tanya ancer-ancernya dimana. Ternyata di Jalan Kebangkitan Nasional no. 60 Surakarta. Dekat pohon beringin di Penumping itu lho, sebrangnya Panties Pizza.

Tempat ini sebenarnya kayak tempat jualan jus biasa gitu cuma lebih luas. Dari teras rumah sampai di luar gerbang diberi peneduh dan meja kursi gitu. Berasa di cafe, hahaha.. Harganya standar kok buat kantong pelajar dan mahasiswa, jusnya mulai 6k dan ada makanan juga mulai dari snack kayak camilan, roti bakar sama french fries gitu tapi ada makanan lebih berat macam mie ayam, timlo, indomie goreng juga. Yang lebih penting, disini dilengkapi dengan fasilitas wifi & colokan listrik. Emang itu sih yang dicari, tempat nongkrong murah, nyaman, wifi & colokan, hahahaha.

Ini hasil belajar jepret si Fahmi (3 tahun)
Tapi bukanya ga full day teman-teman, cuma mulai dari jam 11 siang sampai jam 4 sore aja. Jadi buat kalian yang mau ngumpul kerja kelompok sama teman-temannya bisa banget kesini daripada bosen di kampus doang yang makanan di kantinnya cuma itu-itu aja, hohoho. 

Kemarin aku sama Fahmi & Mbak Puput sempat mampir kesana nyamperin anak-anak yang lagi ngumpul. Kita cuma pesan dua gelas jus melon sama ngabisin sebungkus camilan. Cuma 13k aja lho, murmer kaaaan? :D

Ngidam Koki Joni Pasta & Turkey

Hmmm.. Siapa sih anak gaul Jogja yang gak kenal sama Koki Joni? Itu lho, tempat makan enak yang ada di Jalan C Simanjuntak Gang V Jogja, ancer-ancernya gang sebelah MAN 1 Jogja itu masuk ke barat. Gak jauh kok, setelah bimbel Neutron.

Waktu masih awal buka aku juga gak terlalu ngeh, pikirku ah paling kayak pasta yang lainnya, gitu-gitu aja. Tapi begitu ada adik kos yang udah nyoba kesana, aku tanya tuh, harganya berapaan, menunya apa aja, enak gak, kenyang gak? Hahahaha.. Maklum perut ternak cacing naga jadi bawannya pengen yang jumbo gitu :p

Untung dia pengertian, dia dengan sabar mau cerita pengalamannya makan disana, dan ditambah 'buatku sih kekenyangan, tapi buat mbak Tika gak tau ya, hahaha' bikin aku makin penasaran aja. Aku lupa kapan pertama kali kesana, tapi yang jelas sejak saat itu kalau ada yang tanya apalagi mau nraktir aku pasti kasih Koki Joni sebagai rekomendasi.

Menurutku masakannya enak, apalagi yang khas adalah mereka pakai daging kalkun. Gak banyak kan ya resto yang bikin menu kayak gitu? Tempatnya joglo gitu, mirip ama Pastagio tapi aku belom pernah kesana, baru liat di foto doang, hiks ada mushola & parkir yang luas juga. Biasanya aku kalau kesini pesen Baked Mac, pasta panggang yang creamy gitu, lumer di mulut deh. Porsinya lumayan pas kenyangnya buat perut cacing naga kayak aku. Tapi kalau teman-temanku sering gak abis kalau makan disini, hahaha..
Udah gak sabar pengen santap! :9
Karena udah ngiler banget selama di rumah berbulan-bulan gak ketemu pasta, akhirnya setelah wawancara geje dan detik-detik genting sebelum berangkat ke Cirebon kemarin aku sempet-sempetin buat kesini. Udah gak bisa ditahan lagi deh ngidamnya, hahaha. Tapi gak seperti biasanya yang hampir selalu pesan Baked Mac, kemarin aku pesan Creamy Seafood Basil (28k) sama minumnya hot tea (5k) as usual biasa nenek-nenek gak bisa minum es hahaha..

Aku pilih yang creamy biar gak diprotes sama perut yang super sensitif sama rasa pedas dan asam ini. Yang paling aku suka disini adalah pastanya gak bikin eneg, jadi bisa pas gitu antara kenikmatan rasa dan porsinya. Biasanya kan pasta suka disajiin cuma seuprit gitu ya, atau kalau gak ya bikin eneg alias rasa kenyang yang semu, baru makan dikit udah berasa kenyang tapi gak lama kemudian bisa laper lagi. Tapi kemarin agak beda rasanya. Entah aku yang laper atau saking kangennya sama Koki Joni jadi porsinya berasa gak seperti biasanya. Masih kurang gitu, tapi kalau mau pesen lagi udah buru-buru mau ke Stasiun Tugu biar ga ketinggalan kereta, hahaha.. See you @KokiJoni! :D
 
FREE BLOGGER TEMPLATE BY DESIGNER BLOGS