Pages

Makan Nikmat atau Nikmat Makan?

Kamis, 22 Mei 2014

Hello world! Long time no see..
Mumpung lagi selo gak ada suara berisik yang nggangguin, dan abis makan sendirian, tetiba kepikiran 'makan nikmat atau nikmat makan' hahaha...

Makan nikmat mungkin bisa diartikan sebagai makan makanan favorit kita, makan makanan enak yang harganya setara sama uang jajan sebulan, makan makanan yang selama ini cuma bisa kita liat di tv, dan sebagainya. Intinya makan nikmat adalah saat dimana kita makan makanan yang istimewa entah karena rasanya, bentuknya, moment-nya atau apalah yang bikin makanan itu jadi terasa lebih special daripada makanan yang biasa masuk ke perut kita sehari-hari.

Kalau buat aku pribadi karena aku suka pasta mungkin aku akan mendefinisikan makan nikmat sebagai saat dimana aku menyantap macaroni, lasagna dan teman-temannya. Hmmm... So yummy..! Tuh kan jadi kepingin ke Koki Joni ._.
Kalau menurut kalian makan nikmat tuh apa gals?

Terus kalau nikmat makan adalah makanan yang bisa masuk ke tubuh kita saat kita lapar, misalnya tetiba ada semangkuk bakso di depan mata. Jadi walaupun kita gak suka-suka banget sama bakso ya akhirnya masuk perut juga tuh makanan. Intinya seperti nikmat Tuhan dalam bentuk makanan yang membuat kita bisa bertahan hidup. Nasi, sayur, tahu, tempe, telor, ayam, dan ikan asin nah lho jadi kepingin lagi yang biasa kita makan sehari-hari termasuk ke dalam kategori nikmat makan ini guys.

Hmmm... Tapi aku jadi kepikiran sesuatu nih.. Gini, kalau kita mau menelisik lebih dalam sebenarnya kedua frasa ini bisa berhubungan, bukan hanya karena terdiri dari dua kata yang sama, tetapi juga karena ini bisa jadi sebuah sebab-akibat. Let me make a theory, nikmat makan bisa jadi makan nikmat, tapi makan nikmat belum tentu jadi nikmat makan. Misalnya, tadi aku makan pizza, which is something that i seldom eat karena tinggalnya di Indonesia ya, kalau tinggal di luar negeri ya beda lagi. Jadi saat aku makan pizza di Indonesia itu bisa dikategorikan makan nikmat karena makanan itu special setidaknya buatku hahaha. Tetapi sejurus kemudian aku makan nasi sama telor, yang mana itu adalah makanan biasa dan kita sebut saja nikmat makan. Jadi sudah jelas kan makan nikmat dan nikmat makan bedanya apa? So, let me continue this description...!

Sebenarnya si pizza yang aku sebut makan nikmat itu masih ada 1 pan utuh dimana aku bisa saja menghabiskannya sendiri, tetapi... Aku jadi gak nafsu dan pilih makan nasi telor yang merupakan menu biasa aja. Tadi waktu aku makan pizza bareng sama keluargaku which is the special people for me dan bikin moment makan pizza itu jadi lebih special. Jadi pizza tanpa keberadaan keluargaku jadi biasa aja, bukan lagi makan nikmat buatku. Tetapi nasi telor yang cuma sekedar nikmat makan malah bisa jadi makan nikmat kalau aku memakannya bareng orang spesial di sekitarku. Jadi ini lebih ke momentnya dong ya? *ngangguk-ngangguk sendiri*

Alasan moment yang tepat dan dengan siapa kita makan ini sebenarnya sudah aku rasain selama beberapa tahun ini. Sewaktu ngekos, aku sering nyobain tempat makan baru, sebenarnya lebih ke aku bosen sama makanan di warung sekitar kos yang itu-itu aja dan itu bikin aku gak selera makan. Jadi demi mempertahankan nafsu makan, aku menggoda diriku sendiri dengan berbagai pilihan lain yang kadang menyakiti kantong, hiks... Jadi sewaktu ngekos tuh makan ya karena kita butuh tenaga, jadi harus dipaksain mbuh piye carane biar tetep ada makanan yang masuk ke tubuh kita. Tetapi kalau di rumah yang notabene makanannya itu-itu aja aku ya maem-maem wae gak pingin jajan keluar. Apalagi dengan kalimat sakti simbok yang selalu bilang "duit segitu daripada buat makan di mall cuma buat dua orang mending buat belanja di pasar udah komplit dapet sayur, daging sama buah bisa empat sehat lima sempurna gak cuma dapet junk food aja."

Nah lho, mak jleb kan omongan simbokku? Itu yang bikin aku sukses gak jajan di luar. Kuncinya cuma 'ingat keluarga' hehehehe... Terus ya temen kosku juga pernah bilang kalau kita makan di kos rasanya gak senikmat di rumah karena kita makannya sendirian. Iya sih, aku kalau di rumah cuma sama Fahmi dan dia tidur sedangkan kami belum makan siang, pasti aku lebih pilih mainan laptop sambil nunggu Fahmi bangun baru nanti kami makan bareng. 

Yah, kesimpulannya jadi suatu nikmat makan bisa jadi makan nikmat kalau kita menikmatinya at the right moment with the right ones. Jadi kalau mau makan nikmat dengan nikmat makan a.k.a makanan ala kadarnya yuk kita makan bareng orang-orang tercinta di sekitar kita, bisa pasangan, orang tua, keluarga, atau teman-teman. Ini membuktikan kalau manusia adalah makhluk sosial yang demi mendapatkan kenikmatan dalam makanan pun makannya harus bersama-sama. Apalagi kalau kembulan (beberapa orang makan bersama dalam satu wadah) hmmm... saking nikmatnya pasti kita kayak gak pernah kenyang, pingin nambah lagi dan lagi.

Itulah teori sotoy dari seorang tukang makan yang sangat mengharap bisa mencapai berat badan ideal. Yuk kita makaaaaan..!

Hidup Itu...

Senin, 12 Mei 2014

Hidup itu...
Penuh dengan masalah.
Kalaupun kita sudah berusaha menjalani dengan sebaik-baiknya pasti tetap ada masalah dari luar yang membuat kita memikirkannya juga, karena hidup itu adalah kebersamaan. Jika kita hidup bersama keluarga dan ada masalah dalam keluarga itu, pasti kita ikut memikirkan bagaimana solusi terbaik untuk menyelesaikannya.

Hidup itu tentang semangat, sabar dan pantang menyerah!
Seberapa kali pun kita mencoba, seberapa kali pun kita gagal, kita harus bangkit dan tak boleh menyerah dengan keadaan. Walaupun hati luluk lantak dengan kenyataan pahit, namun semua itu harus tetap dilalui, harus tetap dijalani. Karena roda kehidupan itu berputar dan kita akan tergilas oleh waktu jika hanya berhenti di tempat saja.

Hidup itu tentang usaha, harapan dan doa.

Kita harus memiliki harapan untuk mendasari setiap langkah kehidupan kita, agar bisa lebih baik dalam menjalaninya. Semua itu dilengkapi dengan doa kepada Tuhan Yang Maha Kuasa karena kita bukanlah siapa-siapa dan apa-apa tanpa-Nya. Seberapapun hebat kita menjalani hidup, semaksimal apapun kita berusaha, jika itu dilakukan tanpa berdoa dan memohon ridho-Nya, semuanya hanya akan menjadi sia-sia belaka. Kalaupun akhirnya kita berhasil, keberhasilan tanpa iman akan menjadikan kita sombong dan jumawa, yang mana akan menghancurkan diri kita sendiri dari dalam. Karena iman itu letaknya di relung hati manusia yang paling dalam.


Semoga kita selalu bisa menjalani hidup bagaimanapun getirnya dan semoga kita selalu berpegang teguh dengan iman yang setia.

Pak Jkw oh Pak Jkw

Sabtu, 15 Maret 2014

Kemarin headline news di berbagai media massa adalah pencapresan Pak Jkw sebagai presiden dari partai berlambang banteng. Sejak jauh hari sebelumnya memang isu itu sudah santer terdengar namun yang bersangkutan masih diam seribu bahasa sampai akhirnya kemarin ada pernyataan resmi.

Saya mungkin termasuk orang yang menyayangkan hal tersebut. Menurut saya, orang yang punya program dan mau bekerja seperti beliau seharusnya diberi kesempatan untuk menyelesaikan program kerjanya agar terasa perbaikan yang nyata. Namun, dunia politik sepertinya tak memiliki cukup waktu untuk bersabar. Nyatanya, beliau yang sedang sibuk membenahi Kota Solo langsung dicalonkan sebagai Gubernur DKI. Belum selesai membenahi Jakarta, kemudian diangkat sebagai capres. Menurut saya, hal ini membuat beliau tidak bisa menyelesaikan program kerja yang telah berjalan separuhnya. Memang ada penggantinya, namun sepengamatan saya terhadap Kota Solo, menjadi kembali terpuruk walau mungkin tidak semuanya.

Taman-taman kota kembali tidak terawat, banyak konflik yang muncul, seperti pedagang Galabo yang mogok, perubahan trayek angkutan umum yang tidak hanya membingungkan penumpang tetapi juga menimbulkan protes dari awak bus sampai isu titip menitip siswa ke salah satu SMA Negeri yang dilakukan oleh Walikota pengganti Pak Jkw. Saya tidak bermaksud menyalahkan walikota yang sekarang, semua yang saya sebutkan tadi hanya sebagai contoh banyaknya program pemerintah yang tidak dikomunikasikan dengan baik selepas Pak Jkw pindah untuk memimpin ibukota. Kita tidak berharap proses pembenahan DKI Jakarta menjadi seperti itu juga kan? Saya setuju dengan Pak Basuki yang menyarankan agar Pak Jkw tidak mundur dari jabatannya walaupun telah resmi menjadi capres. Jadi masih ada kesempatan untuk Pak Jkw kembali mengurusi ibu kota kalau tidak terpilih di pilpres walau mungkin sangat kecil kemungkinannya.

Apapun pendapat saya tapi kenyataannya nasi sudah menjadi bubur. Saya atau siapapun orangnya tak akan bisa membuat pak Jkw mengundurkan diri dari pencapresannya. Saya pribadi masih harus berpikir seribu kali untuk memutuskan memberikan suara pada beliau atau capres yang lain atau bahkan tidak memilih sama sekali. Sekian dan terima sumbangan. Salam gundah gulana untuk Indonesia. Merdeka!

A Day With My Beloved Ones

Minggu, 02 Maret 2014

Ceritanya hari Sabtu kemarin aku rencana mau pergi bareng sama Mbak Puput. Walaupun sekabupaten tapi jarak rumah kami dari ujung ke ujung, jadi ya sama aja gak bisa sering-sering ketemu. Perjalanan dari rumahku ke rumahnya aja sejam, maklum lah dari ujung selatan ke ujung barat. Apalagi cuaca di Solo seringnya siang panas banget terus sore sama malam hujan. Makin lengkap deh alasan buat tetap ngendon di goa aja, hahahaha..

Awalnya kami mau ketemu di Sami Luwes aja dengan agenda setelah itu ke pameran komputer di Center Point, mampir ke rumah Dita, nyamperin anak-anak Impactus yang lagi ketemuan sama nyobain sebuah restoran Korea bernama Kimchi. Tapi semuanya berubah ketika negara api menyerang. Fahmi minta ikut serta dan aku gak mungkin bawa dia sendiri motoran. Kalau mau naik bis kasian Fahmi nanti capek diajak ke berbagai tempat di Kota Solo. Akhirnya dengan segenap kerendahan hati aku minta mbak Puput ke rumahku dulu biar kita bisa motoran bertiga. Karena mbak Puput adalah ibu peri yang diutus ke dunia maka dia mengabulkan permintaanku. Thanks so much mbaaak *hug

Akhirnya kami berangkat dari rumahku sekitar jam 11 siang. Tujuan pertama ke Sami Luwes dan ternyata disana antriannya bejibun masya Allah. Kami baru keluar dari sana sekitar jam 1 lebih 15 menit. Setelah itu kami mampir di Rest Area, tempat anak-anak yang udah pada kumpul duluan. Gak lama sih, cuma sampai jam 2 kami pamit. Tujuan berikutnya adalah rumah Dita di Pajang. Kami disana numpang sholat dan leyeh-leyeh. Sumpe capek banget aku gak biasa motoran tiba-tiba jadi tukang ojek keliling Solo. Pengennya numpang boci juga, tapi itu tak mungkin. Aku harus ingat perjalanan yang masih panjang itu.
Foto dulu biar Fahmi gak bete :p
Karena aku cuma butuh beli fan dan cairan pembersih laptop akhirnya Dita menemaniku ke toko dekat rumahnya. Iyalah daripada ke pameran, capek lagi nanti muter-muternya. Lumayan lho di toko itu harganya terjangkau juga. Fahmi dan Mbak Puput bisa istirahat sebentar bersama adiknya Dita, Dinda. Aku lihat Fahmi sangat adaptif disana, gak tau malu buat ambil jajanan, ikut wudhu tapi aku tau sebenarnya dia pingin main air keran, plus tidur-tiduran santai di depan tv. Sumpe bukan aku yang ngajarin lho ya, hahahaha..

Sekitar jam 4 kami pamit pulang dan mampir ke tujuan utama yaitu Kimchi Korean Restaurant. Letaknya di Jalan Veteran 190 Surakarta. Sampai disini Fahmi ternyata udah bobok dong ya, kayaknya dia capek banget abis jalan-jalan seharian. Sempet nangis juga karena dibangunin dari tidurnya, untung pengunjung disana gak banyak, jadi gak terlalu merusak suasana, hehehe..

Akhirnya kami pulang dan sampai di rumah menjelang maghrib. Mbak Puput jadi gak pulang karena hujan. Tambah panjang aja quality time kami dan waktu capernya si Fahmi, hahaha.. Makasih banget ya mbak udah mau direpotin dan diajakin momong Fahmi yang sama sekali gak kalem itu. We love you! :*

Rest Area: Tempat Nongkrong yang Nyaman di Saku

Hello world!

Sekarang aku jalan-jalannya udah gak di Jogja aja, tapi juga di kota sendiri. Karena minim pengalaman tempat nongkrong yang asik dan terjangkau jadi aku manut aja waktu teman-teman Impactus ngajakin kumpul di Rest Area. Karena sama sekali belum pernah mendengarnya aku tanya ancer-ancernya dimana. Ternyata di Jalan Kebangkitan Nasional no. 60 Surakarta. Dekat pohon beringin di Penumping itu lho, sebrangnya Panties Pizza.

Tempat ini sebenarnya kayak tempat jualan jus biasa gitu cuma lebih luas. Dari teras rumah sampai di luar gerbang diberi peneduh dan meja kursi gitu. Berasa di cafe, hahaha.. Harganya standar kok buat kantong pelajar dan mahasiswa, jusnya mulai 6k dan ada makanan juga mulai dari snack kayak camilan, roti bakar sama french fries gitu tapi ada makanan lebih berat macam mie ayam, timlo, indomie goreng juga. Yang lebih penting, disini dilengkapi dengan fasilitas wifi & colokan listrik. Emang itu sih yang dicari, tempat nongkrong murah, nyaman, wifi & colokan, hahahaha.

Ini hasil belajar jepret si Fahmi (3 tahun)
Tapi bukanya ga full day teman-teman, cuma mulai dari jam 11 siang sampai jam 4 sore aja. Jadi buat kalian yang mau ngumpul kerja kelompok sama teman-temannya bisa banget kesini daripada bosen di kampus doang yang makanan di kantinnya cuma itu-itu aja, hohoho. 

Kemarin aku sama Fahmi & Mbak Puput sempat mampir kesana nyamperin anak-anak yang lagi ngumpul. Kita cuma pesan dua gelas jus melon sama ngabisin sebungkus camilan. Cuma 13k aja lho, murmer kaaaan? :D

Ngidam Koki Joni Pasta & Turkey

Hmmm.. Siapa sih anak gaul Jogja yang gak kenal sama Koki Joni? Itu lho, tempat makan enak yang ada di Jalan C Simanjuntak Gang V Jogja, ancer-ancernya gang sebelah MAN 1 Jogja itu masuk ke barat. Gak jauh kok, setelah bimbel Neutron.

Waktu masih awal buka aku juga gak terlalu ngeh, pikirku ah paling kayak pasta yang lainnya, gitu-gitu aja. Tapi begitu ada adik kos yang udah nyoba kesana, aku tanya tuh, harganya berapaan, menunya apa aja, enak gak, kenyang gak? Hahahaha.. Maklum perut ternak cacing naga jadi bawannya pengen yang jumbo gitu :p

Untung dia pengertian, dia dengan sabar mau cerita pengalamannya makan disana, dan ditambah 'buatku sih kekenyangan, tapi buat mbak Tika gak tau ya, hahaha' bikin aku makin penasaran aja. Aku lupa kapan pertama kali kesana, tapi yang jelas sejak saat itu kalau ada yang tanya apalagi mau nraktir aku pasti kasih Koki Joni sebagai rekomendasi.

Menurutku masakannya enak, apalagi yang khas adalah mereka pakai daging kalkun. Gak banyak kan ya resto yang bikin menu kayak gitu? Tempatnya joglo gitu, mirip ama Pastagio tapi aku belom pernah kesana, baru liat di foto doang, hiks ada mushola & parkir yang luas juga. Biasanya aku kalau kesini pesen Baked Mac, pasta panggang yang creamy gitu, lumer di mulut deh. Porsinya lumayan pas kenyangnya buat perut cacing naga kayak aku. Tapi kalau teman-temanku sering gak abis kalau makan disini, hahaha..
Udah gak sabar pengen santap! :9
Karena udah ngiler banget selama di rumah berbulan-bulan gak ketemu pasta, akhirnya setelah wawancara geje dan detik-detik genting sebelum berangkat ke Cirebon kemarin aku sempet-sempetin buat kesini. Udah gak bisa ditahan lagi deh ngidamnya, hahaha. Tapi gak seperti biasanya yang hampir selalu pesan Baked Mac, kemarin aku pesan Creamy Seafood Basil (28k) sama minumnya hot tea (5k) as usual biasa nenek-nenek gak bisa minum es hahaha..

Aku pilih yang creamy biar gak diprotes sama perut yang super sensitif sama rasa pedas dan asam ini. Yang paling aku suka disini adalah pastanya gak bikin eneg, jadi bisa pas gitu antara kenikmatan rasa dan porsinya. Biasanya kan pasta suka disajiin cuma seuprit gitu ya, atau kalau gak ya bikin eneg alias rasa kenyang yang semu, baru makan dikit udah berasa kenyang tapi gak lama kemudian bisa laper lagi. Tapi kemarin agak beda rasanya. Entah aku yang laper atau saking kangennya sama Koki Joni jadi porsinya berasa gak seperti biasanya. Masih kurang gitu, tapi kalau mau pesen lagi udah buru-buru mau ke Stasiun Tugu biar ga ketinggalan kereta, hahaha.. See you @KokiJoni! :D

Finally Going To Kuningan, West Java!

Minggu, 23 Februari 2014

Akhirnya ada kesempatan juga buat travelling lagi! Kali ini ke Kuningan, Jawa Barat, dalam rangka pernikahan Ontin dan mas Ipus, sekalian mampir ke tempat Pakdhe dan Budhe di Caracas. Setelah jauh-jauh hari menabung buat beli tiket kereta, dan sempat tidak diizinkan orang tua karena abu vulkanik beberapa minggu kemarin, 2 tiket pulang pergi berhasil juga didapatkan.

Rencananya aku akan pergi menumpangi kereta Bengawan dari Solo pada hari Jumat sore, tetapi pada hari Kamis sore mendadak mendapat panggilan interview dari ECC. Akhirnya reschedule tiket jadi Gajah Wong jurusan Jogja - Jakarta yang berhenti di Cirebon. Berangkat pagi hari ke Jogja dulu, sempat mampir ke kos dan menuruti hawa nafsu makan di Koki Joni yang telah terpendam sejak lama, hahaha.

Senangnya sekarang di dalam kereta api ada fasilitas colokan listrik, jadi sepanjang perjalanan Jogja - Cirebon aku gak mati gaya. Bisa online pakai laptop dan modem, walopun harus miring-miring mencari cantolan modem yang pas biar dapet sinyal yang kenceng. Kereta ekonomi ac yang lumayan nyaman ini bikin aku betah berlama-lama menatap layar soleha walaupun harus berganti-ganti posisi buat nyari sinyal yang pas. Aku jadi bisa bikin schedule twit buat kerjaanku, jadi besok waktu kondangan aku gak dihantui hutang online buat klien, hehehehe..
Miring-miring nyari sinyal di dalam kereta Gajah Wong.

Sekitar jam 12 malam kereta sampai di Stasiun Cirebon Parujakan. Semacam Stasiun Lempuyangan kalau di Jogja. Pakdheku sudah stand by di sana. Ternyata perjalanan Cirebon ke Kuningan memakan waktu lama. Apalagi lewat tengah kota. Kalau siang hari lumayan macet katanya.

Jantungku berdegup kencang sepanjang perjalanan karena jalan yang berkelok-kelok naik turun dilewati oleh kendaraan baik motor atapun kendaraan besar seperti bus dan truk. Hampir semua pengendara memacu kendaraan dengan kecepatan tinggi dan memakai lajur yang semestinya digunakan oleh kendaraan yang berasal dari lawan arah. Tak hanya itu, banyak juga pengendara yang mengerem secara mendadak dan berbelok tiba-tiba. Benar-benar membuatku takut.

Tapi aku gak bisa jalan-jalan kemanapun di Kuningan atau Cirebon karena dari pagi sampai sore full di tempat resepsi pernikahan mas Ipus dan Ontin. Sorenya hujan turun cukup deras dan sepupuku tak kunjung datang menjemput, membuatku deg-degan akan tertinggal oleh kereta atau tidak karena kereta Brantas yang aku tumpangi berangkat dari Stasiun Cirebon Parujakan ke Solo Jebres pada jam 19.21 WIB. Belum lagi mengkhawatirkan Lulu dan Wisnu yang sempat bingung akan naik apa ke Jakarta. Akhirnya mereka naik kereta Progo dari Stasiun Cirebon Parujakan ke Jakarta dan turun di Stasiun Jatinegara.

Ternyata lumayan terjangkau harga tiketnya, dari Cirebon ke Jakarta Kereta Progo 45 ribu. Setara naik bus ekonomi dari Jakarta ke Kuningan. Kalau tiketku sendiri yang Bengawan itu 95 ribu dari Solo Jebres ke Cirebon Parujakan, terus diganti jadi GajahWong 170 ribu. Pulangnya naik kereta Brantas Cirebon Parujakan ke Solo Jebres 90 ribu. Memang beda harga beda kualitas. Tetap lebih nyaman yang ekonomi ac daripada ekonomi biasa, walaupun sekarang juga ada ac nya.

Tomodachi Takoyaki

Selasa, 18 Februari 2014

Setelah berminggu-minggu cuma bisa ngelap iler kalau lagi online, akhirnya kesampaian juga jajan Tomodachi Takoyaki. Tapi sayang cuma bisa ngicip takoyakinya aja soalnya okonomiyakinya udah habis. Bersama kedua adek lelaki yang ganteng, meluncurlah aku ke depan SMA Al-Islam 1 Surakarta di Jalan Honggowongso. Kabarnya, Tomodachi Takoyaki ini punya beberapa cabang, yaitu di depan Smalsa, Pajang, Kampus ISI, Cafedangan Manahan, Mojosongo, UMS sama Car Free Day. Katanya sih mau nambah cabang lagi di Gading, tapi belum tahu kapan.

Ternyata... Isiannya bisa di-mix sodara-sodara, jadi bisa pilih beberapa rasa dalam satu porsi, hahaha.. *girang* Ada takoyaki isi kornet, cumi-cumi, tuna, keju, kepiting, sama udang. Terus okonomiyakinya ada keju dan campur. Harganya 10-11 ribu aja. Karena bingung mau pilih rasa apa, akhirnya kami beli 3 porsi campur semuanya. Jadi bisa rata deh icip-icip rasanya :D

Tomodachi Takoyaki
Dari segi rasa sih enak, soalnya lupa kapan terakhir makan Takoyaki, jaman masih di Jogja. Kayaknya sih rasanya sama hahahaha. Bagusnya sih dia gak kopong ya, jadi bulatan takoyakinya padat berisi gitu, bikin kenyang! That's the point, hahaha..

Pengen lagi sih tapi belom ada kesempatan buat jajan dan males banget keluar rumah di saat jalan masih berdebu gini. Penasaran sama cabang yang di Cafedangan Manahan karena konon disana menunya lebih lengkap. Gak cuma takoyaki sama okonomiyaki aja tapi juga ada sushi sama onigiri *ngiler*

Bisa dibilang recommended lah ini, apalagi buat yang suka ngemil tapi gak suka cemilan PHP yang gampang bikin laper lagi, hohoho. Buat kalian yang ada di sekitaran kota Solo, monggo dicoba! :D

UMR oh UMR

Kemarin, salah seorang teman berseloroh tentang UMR (Upah Minimum Regional). Penasaran, aku cari informasi dan kutemukan fakta berikut ini: 
  1. UMK Solo 2014 Rp1.145.000
  2. UMK Sukoharjo 2014 Rp1.150.000
  3. UMK Karanganyar 2014 Rp1.060.000
  4. UMK Boyolali 2014 Rp1.116.000
  5. UMK Klaten 2014 Rp1.026.000
  6. UMK Sragen 2014 Rp 960.000
  7. UMK Wonogiri 2014 Rp954.000 
Aku baru tahu kalau UMK (Upah Minimum Kabupaten/Kotamadya) ini didasarkan pada Kebutuhan Hidup Layak (KHL) buruh lajang. Ini yang bikin syok, bagaimana bisa seperti itu dasarnya? Padahal kita tahu, hampir semua pekerja adalah orang yang telah berkeluarga, mempunyai tanggungan untuk memberi makan istri dan anaknya. Kalaupun single, pasti turut membantu perekonomian keluarga. Lantas bagaimana para pekerja mendapat  penghasilan lebih untuk biaya hidup keluarga?

Ini yang bikin aku berpikir, selain cari uang itu susah, juga dampaknya pada kesejahteraan masyarakat, terutama kelas menengah ke bawah yang mungkin penghasilannya tak sebanyak UMR di atas. Dan aku percaya, tidak banyak orang yang punya tabungan dan merencakan keuangan hidupnya dengan detil. Untuk kalangan menengah ke bawah, masih ada yang dimakan untuk besok pun sudah bersyukur. Jangan dikata hidup di kota kecil seperti Solo ini semurah yang dibayangkan. Apalagi sekarang mulai menjamur tempat makan dan mall yang menggiurkan untuk dikunjungi, yang ujung-ujungnya akan menghabiskan uang juga.

Tapi yang menakjubkan, masyarat tetap bisa menjalani hidupnya! Menurutku iIni adalah bukti janji Allah pada hamba-Nya, karena barang siapa yang mau berusaha maka akan mendapatkan rizki-Nya. Di segala kesulitan hidup dan susahnya mendapatkan rupiah, para orang tua bisa membelikan kendaraan terbaru untuk anak mereka yang masih duduk di bangku SMA. Mall dan tempat nongkrong ramai dikunjungi oleh anak muda yang entah mendapat uang hasil kerja sendiri atau masih minta ke orang tua.

Aku memang belum sepenuhnya terjun ke dunia orang dewasa, karena saat ini aku masih tinggal dengan orang tua. Namun sedikit demi sedikit aku belajar memaknai hidup, agar suatu saat jika datang masanya aku bertanggung jawab sepenuhnya terhadap kehidupanku sendiri, aku tak akan kaget dan bisa menjalaninya dengan baik.

#PrayForKelud

Senin, 17 Februari 2014

It was Thursday night February 13, 2014. I was sitting in front of my laptop when suddenly heard a deafening roar. I jumped from my seat. Large vehicles passing by on the street front of the house does not normally sound like that. I thought there was an earthquake because the glass window near me vibrate.

Not long after, I turned off the laptop and get ready for bed. Deafening roar came again, this time more pronounced resonance. My mother who had slept until awakened. We panic, strong vibrating window again as if the house will collapse. When looking towards the east, Lawu not visible. Though usually flickering lights around Lawu looks beautiful from our house. Then we looked up. Full moon was clearly visible, now lost somewhere. Long rumbling sounds painful. We feel there will be a disaster, but don't know what it is.

We can only pray that a disaster doesn't occur. Seeing dark black clouds but no rain fell, I text my uncle whose home on the east. He said Kelud erupted. It was raining pebbles in a radius of 30 KM to the west. Though the distance we place about 177 KM to Kediri and we could still hear the roar. It was very amazing and frightening.

The next morning I woke up lazy. My mother said it was dark but it was already wore. Volcanic ash blanketed our place. Schools and offices were closed suddenly. Expanse of dust makes our city like a ghost town.




At around 9 am, there was a big wind that brings dust flying, make a day of it being dark and scary. We fear there will be rumblings and eruptions again. But there was the rain that fell after the volcanic ash pile and reduce dust in the air. Our main activity of the day was clean up volcanic ash that sticks where. We sweep and mop relentless.

The day after it wasn't as horrible as February 14. Although Lawu still not visible from the house, but the dust is not as thick as the previous day. The rain that fell little by little have reduced our burden. Indeed, there is a big wind that brings dust again, but it is a sign of rain fell. The Meteorology, Climatology and Geophysics Agency (BMKG) predicts our area will be hit by strong winds and heavy rain for the next two days. 

Yes, we do need the rain to clean up volcanic ash that sticks everywhere. I can't imagine how the state near Kelud there if here just like this. From the information I got on the internet, Kelud volcanic ash even wind up in the Indian Ocean west of Sumatra island. Subhanallah.  

We can't go against the will of nature and God. All we can do now is pray that no more disasters and circumstances immediately improved. We must not become discouraged and must continue to be vigilant. Indonesia was created with a lot of natural resources and their advantages and disadvantages.

Keep spirit my friends! #PrayForKelud #PrayForIndonesia

P.S. The photos were taken on February 14, in the morning before the rain fell. Real without any camera effect.

DAPIL 5 JATENG: JANGAN PILIH DIA!

Sabtu, 08 Februari 2014

Serem banget ya judul postingannya? Haha.. Jadi kemarin adalah hari Jumat yang penuh berkah. Di pagi hari yang indah, saat berjalan santai di timeline, aku menemukan event kajian Islami bertajuk 'Muda Itu Berprestasi Bukan Mikirin Cinta Yang Tak Pasti'. Cihui banget kan judulnya? Cocok banget dihadiri anak-anak muda yang suka kebelet nikah walaupun cari uang sendiri aja belum bisa. Bener banget tuh, anak muda harusnya mikirin prestasi, bukannya malah cinta-cintaan gak jelas juntrungannya. Kebetulan pengisi acaranya Ustad Nizam Zulfikar. Itu lho, suaminya mbak Flo, alumni Fisipol juga. Kebetulan acaranya di SMA-ku. Sebagai alumni yang baik, sudah sepantasnya kan kalau aku me-retweet dan meng-cc info itu ke akun twitter resmi sekolahku kan? ;-)

Hari menjelang sore ketika aku kembali menyusuri timeline dan mengecek mention. Dan taukah kalian, apa yang kutemukan? A shocking mention from stranger! Ini isinya:
Shocking mention of the day!

Aku nggak tahu apa yang ada di pikiran orang itu, orang berinisial MN yang mengaku caleg dari partai You-Know-What, sampai merespon tweetku dengan kata-kata yang menurutku tidak sesuai dengan konteks yang aku publish. Menurut arti katanya, frigid adalah wanita yang kurang atau tidak bisa mengalami kepuasan seksual. Mungkin bisa diartikan kaku dan digunakan pada konteks bahasan yang lebih luas. Mungkin orang itu menganggap kajian keagamaan yang diadakan sekolahku dapat membuat audiens menjadi kaku pemikiran agamanya. Atau memang pikirannya cuma di sekitar selakangan wanita. Entahlah, aku tak tahu apa motivasi orang tersebut membuat pernyataan seperti itu. Yang jelas menurutku, merujuk arti kata yang pertama atau kedua, tetap saja sangat tidak berhubungan dengan info acara yang kusebarkan.

Tak berhenti disitu, ternyata banyak para pengguna twitter lain yang menimpali. Banyak mention masuk ke akunku sore itu. Banyak orang yang sependapat denganku kalau orang itu asal nyeplos tanpa dipikir. Mencampuradukkan nuansa politik dan agama dengan pernyataan-pernyataan yang tak bisa dicerna akal sehat. Kami saling menimpali satu sama lain hingga mungkin membuat yang bersangkutan berang, mulai dari mengatai kami nonmuslim, terkena virus kristenisasi, sampai memberiku sebuah link. Isinya berita tentang pemilik akun twitter @benhan yang dipenjarakan karena dinilai mencemarkan nama baik seorang politikus Golkar. Aku malah baru tahu berita itu. Kurasa orang itu mencoba mengancamku. Aku tidak takut dengan ancamannya. Aku berhenti menimpali tweet orang itu karena malas membuang waktu percuma untuk orang yang tidak berguna untukku. Mending aku pakai waktuku buat yang lebih bermanfaat kan?

Ternyata orang itu tak berhenti membuat onar di jagad maya. Malam ini masih ada mention yang masuk ke akunku yang membuatku ingin menuliskan pengalaman tweet war pertamaku di sini. Lucu ya, tweet war dengan orang yang tidak dikenal. Apa coba untungnya? Toh aku juga sudah mendapat banyak info kalau orang itu memang suka asal bunyi, dan ternyata yang bersangkutan sebenarnya sudah mendapat teguran keras dari senior di partainya. Kalau memang sudah ada yang menegur dan dia masih seperti itu, ya anggap angin lalu saja. Why so serious, dude?

Khusus buat saudara-saudaraku sebangsa dan setanah air yang kebetulan di Pemilu 2014 nanti menjadi pemilih di Dapil 5 Jawa Tengah (Sukoharjo, Klaten, Boyolali, Surakarta) aku sarankan untuk memilih caleg lain yang semoga lebih baik daripada caleg asal bunyi yang mengotori mention twitterku itu. Aku yakin masih banyak caleg lain yang lebih berkompeten untuk dipilih kok, yang lebih bijaksana, santun dan bisa mengayomi masyarakat. Marilah kita menjadi pemilih cerdas yang bijaksana dalam menggunakan hak pilih dan menentukan masa depan bangsa Indonesia. MERDEKA!!!

P. S. Buat kalian yang mungkin merasakan hal yang sama denganku, mungkin bisa me-report as spam akun-akun media sosial caleg itu. Kalau kalian merasa terganggu aja sih, hehehe...

 
FREE BLOGGER TEMPLATE BY DESIGNER BLOGS