Pages

Solo-ku Sayang, Semoga Aman

Jumat, 31 Agustus 2012

Surakarta atau yang lebih akrab disebut Solo adalah sebuah kota kecil di bagian timur Provinsi Jawa Tengah. Karesidenan Surakarta dikelilingi oleh 6 kabupaten, yaitu Kabupaten Sukoharjo, Wonogiri, Klaten, Boyolali, Sragen, dan Karanganyar. Bagaimanapun, aku dan Solo tak dapat dipisahkan. Kedua orang tuaku berasal dari Sragen, dan sekarang kami menetap di Sukoharjo. Aku menempuh pendidikan menengah pertama dan atas di Solo. Kota yang benar-benar menjadi saksi tumbung kembangku. Sekarang, Solo dengan slogannya "BERSERI" sedang diguncang teror.

Terhitung sudah terjadi 3 kali teror yang menghantui Kota Solo sejak akhir bulan ramadhan lalu. Pertama, penembakan di Pos 5 Pengamanan Lebaran di perempatan Gemblegan tanggal 17 Agustus 2012. Disusul pelemparan granat di Pos 6 Pengamanan Lebaran di Gladak sehari setelahnya. Kemudian, baru saja beberapa jam tadi, kembali terjadi penembakan di Pos Polisi Singosaren. Kali ini memakan korban jiwa, Briptu Dwi Data, yang sedang berada di pos jaga sendirian.

Banyak orang berpendapat bahwa ini adalah permainan politik karena Pak Jokowi akan maju pada putaran kedua Pilgub DKI Jakarta. Apapun motifnya, menurutku tindakan tidak bertanggung jawab seperti ini tidak berperikemanusiaan dan tak boleh dibiarkan.

Solo adalah kota yang aman, tentram dan nyaman. Warganya ramah dan halus budi pekertinya. Aku bangga menjadi bagian darinya. Menurutku, siapapun yang pernah merasakan keramahan kota Solo, tak akan rela Solo dijahati seperti ini.

Tuhan, pada-Mu aku berlindung. Pada-Mu aku titipkan kotaku dan seisinya. Keluarga dan orang-orang tersayang yang menjadi bagian hidupku ada di dalamnya. Tolong lindungi kota itu, saat aku berada dekat atau jauh darinya. Aku sayang Solo dan seisinya. Tolong jangan biarkan tangan-tangan jahat merusaknya. Aku percaya pada-Mu Tuhanku. Sebaik-baik penjagaan adalah penjagaan Allah semata. Amin.

#savesolo

Tak Harus Baju Baru

Senin, 27 Agustus 2012


Haloha…!

Mumpung belom lupa, aku mau cerita sedikit tentang lebaran kemarin. Bukan tentang makanan atau ketupat atau kue nastar dan sebangsanya lho ya, tapi tentang baju. Wowowo…! Lebaran gak harus pakai baju baru. Itu yang coba aku lakuin kemarin.

Ceritanya, sekarang kan lagi tren ya, yang namanya gamis atau maxi dress, yang gitu-gitu deh pokoknya. Kepengen sih, cuma kalau dipikir lagi, nanti setelah lebaran mau buat apa? Toh kalau kemana-mana aku sukanya simple aja, jeans sama kaos dikasih jilbab. Udah deh, ready to go!

Karena terlalu banyak pertimbangan kayak biasanya, kagak jadi deh itu rencana beli baju baru yang unyu-unyu. Sebagai gantinya, aku pake itu baju zaman dahulu kala yang bahkan aku tak tau kapan tahun pembuatannya. Sebuah dress berwarna kuning kunyit milik budeku yang sekarang tinggal di Papua. Sebagai keponakan paling centil, aku hobi banget nyobain baju-bajunya yang masih tersimpan rapi di lemari yang ada di rumah kakek nenek.

Dressnya you-can-see pendek, cuma selutut doang. Rompinya juga tanggung gitu lengannya. Sebagai bahan pelengkap, aku pakein legging hitam dan jilbab coklat tua yang senada sama rompinya. Tidak lupa kalung ewer-ewer kalau kata Nunung sebagai pemanis buatan. Tara…! Jadi deh!
Not bad kan ya? :D

Esensi Idul Fitri

Rabu, 22 Agustus 2012

Assalamu'alaikum... 
Mumpung masih hari-hari awal di bulan syawal, izinkan saya mengucapkan taqabbalallahu minna wa minkum, selamat idul fitri, mohon maaf lahir dan batin :)

Anyway, jadi inget sama postingan beberapa hari sebelum idul fitri kemarin yang nyinyir abis. Maaf yaa...

Saking keponya sama esensi idul fitri, saya sampai tanya ke salah satu teman yang sempat menimba ilmu di pondok pesantren lho! Katanya arti idul fitri itu ya makan-makan, jadi di hari lebaran itu kita sebagai umat muslim disunnahkan untuk bersyukur, dengan cara makan-makan itu, walaupun sedih juga ditinggal bulan ramadhan yang resmi berlalu. Kalau tentang mudik, bisa diniatkan sebagai salah satu cara untuk keep in touch alias menjaga tali silaturahim. Kalau di hari biasa kita sibuk dengan pekerjaan dan kehidupan masing-masing, makanya pas momen idul fitri saat orang-orang libur itu dipake buat saling mengunjungi satu sama lain. Kurang lebih kayak gitu deh penjelasan singkatnya. Kemudian saya jadi berpikir, pantas saja saya ga terlalu excited, lha wong saya ga terlalu suka makan, kalau disuruh makan-makan jadinya ya biasa saja, hehehe...


Ayam Resto Solo is NOT RECOMMENDED

Sabtu, 18 Agustus 2012

Assalamu’alaikuuum…! Waaa~ lama banget ya aku ga posting. Selama ramadhan baru tiga kali ini. Tenang, aku bukan sibuk I’tikaf kok, hihihi. Mumpung masih detik-detik terakhir ramadhan, mau ah sharing tentang bau-bau ramadhan. Monggo disimak yaaa…!

Begini ceritanya, kemarin aku dan beberapa teman SMP iseng pengen ngadain buka bersama. Nah, menurut estimasi kami, kalau yang diundang seangkatan, ada lah ya kira-kira nanti yang datang 50 orang. That’s why kita milih Ayam Resto sebagai tempatnya, katanya sih luas, cozy dan terjangkau gitu. Aku pribadi sih belum pernah kesana, dan berhubung aku buta tentang tempat makan di Solo, jadi ya aku setuju saja.

Pertama, temanku survey kesana, nanyain gimana prosedurnya kalau mau reservasi. Karena acara kita pas weekend, kami disuruh reservasi maksimal seminggu sebelumnya, dengan membayar seratus ribu rupiah sebagai tanda jadi. Temanku itu juga dikasih daftar menu dan harganya.
Ini nih daftar menu hari biasa yang akhirnya menjebak kami :(

Kedua, karena pesanan awal kami hanya 30 porsi, makanya by phone aku telepon buat nambah jumlah makanan dan minuman. Nah, disini mulai kagak enak. Masa ya, mbaknya yang nerima telepon itu jutek banget, rasa-rasanya selalu kepingin buru-buru nutup telepon gitu. Untung dengan sigap aku memotong pembicaraannya. Eh, ternyata di akhir, pas aku masih mau nanya, dia motong balik omonganku dengan bilang “terima kasih” terus langsung ditutup gitu teleponnya! Gak sopan banget kan ya?!

Ketiga, kami dapet tempat lesehan, huhuhu… Mungkin karena kami kebanyakan orang, jadi ditaruh di lesehan. Mana itu lesehan yang maksa banget. Kayaknya tempat parkir deh itu harusnya. Jadinya kita berasa di barak pengungsian, huhuhuhu… Kagak ada cozy-nya sama sekaleeee…!

Keempat, jeng jeng jeeeng…! Ini nih gongnya ketidakpuasaan dan kekecewaan. Waktu kami membayar di kasir setelah selesai acara, ternyata totalnya banyak banget sodara-sodara! Melebihi budget! Gue tekoooor! Setelah dihitung dengan seksama dan berulang kali, ternyata kesalahan ada di DAFTAR MENU! Kami, yang berbekal daftar menu yang dikasih waktu reservasi, menghitung anggarannya tidak akan defisit. Ternyata kasir menghitung dengan acuan DAFTAR MENU HARGA LEBARAN yang harganya lebih mahal! Kami udah ngejelasin dan mereka cuma bilang maaf. Ngehe banget kan!

Males memperpanjang urusan, kami bayar aja itu semua. Akhirnya kita yang masih tersisa di situ patungan lagi deh. Solid juga ya teman-teman lama tuh, hehe…

Pesan moral episode ini yaitu berhati-hatilah dengan jebakan restoran. Lain kali kalau mau reservasi tempat makan, dipastikan dulu ya harganya biar nggak kayak iklan provider yang “syarat dan ketentuan berlaku”. Okesip!

Idul Fitri, Apa Esensinya?

Seperti yang kita tahu, perayaan Idul Fitri di negeri ini sudah menjadi tradisi. Baju, kue-kue, makanan enak, kendaraan, gadget, dan yang serba baru lainnya tak pernah hilang dari pandangan. Mudik atau kembali ke kampung halaman juga seperti menjadi hal yang wajib saat Idul Fitri tiba.

Saat kecil, seperti umumnya anak lainnya, aku bersuka cita menyambutnya. Namun, perasaan berbeda mulai muncul ketika lulus SMA. Setelah 18 tahun pulang ke tempat yang sama, tetiba aku merasa bosan. Aku bosan dengan rutinitas seperti itu melulu, sholat ied, salam-salaman, berkunjung atau dikunjungi oleh orang-orang yang bahkan tak pernah dilihat dan dikenal sebelumnya.

Tahun ini, aku merasa semakin muak. Melihat begitu berjubelnya mall oleh orang-orang yang menghabiskan rupiah demi terlihat “wow” di depan keluarga mereka sendiri. Apa sih yang ada di pikiran mereka? Membeli baju baru kan tidak harus saat Idul Fitri tiba? Juga orang-orang yang bahkan berusaha mati-matian kejar setoran demi tuntutan tetek bengek perayaan lebaran. Uang yang mereka kumpulkan dengan susah payah habis dalam hitungan detik, demi membeli barang-barang yang sebenarnya tak dibutuhkan.

Baju, kendaraan, gadget yang serba baru itu sebenarnya untuk apa? Mengapa orang-orang begitu ingin menunjukkannya bahkan rela kredit? Untuk menunjukkan bahwa sebagai perantauan mereka telah sukses? Hanya untuk pamer seperti itukah? Apa sebenarnya esensi Idul Fitri itu sendiri? Kembali ke fitri? Kembali suci seperti apa yang dimaksud? Aku penasaran, apakah zaman Nabi Muhammad S.A.S dulu juga seperti ini?

Ini murni pikiranku tentang perayaan Idul Fitri yang semakin tak masuk akal lho ya. Jangan sedih jangan tersinggung, apalagi sampai dimasukin ke hati. Mungkin nanti saat aku sudah bekerja dan menghasilkan uang sendiri aku akan haus pengakuan dan tertawa membaca tulisanku sendiri ini. Tetapi semoga saja tidak. Amin.

Prameks.. #OhGodWhy

Senin, 23 Juli 2012

Assalamu'alaikuuum...
Alhamdulillah, sampai juga ya kita di bulan yang penuh berkah ini. Alhamdulillah juga insya Allah hari ini aku sudah mulai puasa, setelah 2 hari sebelumnya sudah bolong aja gitu di awal, huhu... Ya, mumpung otak masih encer karena adzan shubuh baru berlalu dan sayup kultum masih terdengar, mari kita simak hikmah pagi berikut ini...!

Jadi ceritanya, pagi ini aku iseng aja nyalain lepi setelah sholat shubuh, bukannya tadarus ya, dasar... Eh, tapi ternyata emang ada hot news pas aku buka mention di twitter! Apakah itu sodara-sodara?

Dari Indah, teman sekampus aku, tetiba ngasih kabar kalau HARGA TIKET KA PRAMEKS BAKAL NAIK JADI 15 RIBU! PRAMEKS MEN, PRAMEKS! Jelas aja aku langsung syok! KA Prameks adalah salah satu pacarku yang selalu setia mengantar dengan selamat sentosa Solo-Jogja, dan tiba-tiba dia menaikkan tarif gitu aja. Dengan uang jajan yang nggak sebanyak dulu, Prameks mau mengkhianatiku. Bisa dibayangin kan gimana pedih yang aku rasain? :(

Padahal, selama ini aku kira kami begitu saling pengertian. Dibandingkan naik bus dengan berbagai macam asongan dan pengamen yang suka bikin nggak tega dan was-was karena pencopetan, dia ada dengan kenyamanan dan keamanan. Tak bisa dipungkiri lagi, bahwa aku selalu tertidur selama perjalanan, khususnya kalau sendirian. Dari awal aku berkenalan dengannya, tarifnya masih 7 ribu. Kemudian perlahan naik 9 ribu dan terakhir 10 ribu. Sekarang ada kabar kalau bulan depan mau naik jadi 15 ribu.

Aku nggak tahu harus merasa gimana lagi. Mungkin memang ini salah satu peringatan dari Allah agar aku segera merampungkan skripsi, biar biayanya nggak kebuang percuma di Prameks aja...
 

Hop Mee

Sabtu, 21 Juli 2012

Ceritanya, kemarin siang, aku sama Lulu muterin Seturan demi gelang gratis dari diskon.com, selo banget kan ya... Kami berputar-putar melewati jalanan dan gang yang tidak dikenal, hanya bermodalkan intuisi dan gambaran di google map yang ada di ingatan. Secara kami nggak nge-print dan ga punya GPS. Akhirnya ketemu juga tuh butik yang dicari, pas mau check-in di Foursquare, eh gak ada venue-nya. Karena masih baru banget kali ya...

Ini dia sih Hop Mee Chicken itu! 8k saja! :D
kentang lokal, 2k
Setelah perjalanan panjang nan melelahkan itu, kami memutuskan makan di sebuah tempat yang belum pernah dicoba sebelumnya, namanya Hop Mee, di Jalan Wahid Hasyim, daerah Seturan, Yogyakarta.

Jamur crispy, 4k
hot chocolate, 4k, manis banget di akhirnya..
Hop Mee ini punya menu mie hot plate. Kalau biasanya yang dimasak hot plate itu steak, nah ini beda; mie! Enak lho mie-nya, kenyal gitu. Harganya lumayan bersahabat kok dengan kantong mahasiswa. Kemarin kami pesan 1 Hop Mee Chicken, 1 kentang lokal, 1 jamur crispy, 1 hot chocolate cuma 18k. Lumayan banget kan ya... :D




 

Akhirnya Resmi Jadi Nenen-ers!

Kamis, 19 Juli 2012

Apa itu Nenen-ers? Nenen-ers adalah sebutan untuk para penyusu, konsumen dari Kalimilk (Kaliurang Milk). Kalimilk ini sendiri adalah sebuah kafe yang menyediakan susu sapi segar dengan berbagai variasi rasa. Di Jogja, ada 2 lokasi Kalimilk. Pertama, di Jalan Lemongsari Raya nomer 250, Ngaglik, Sleman, dan yang kedua di Jalan Perumnas Mundu, tepatnya di seberang Kedai Mahakam, Seturan.

Risoles Keju, 10k

Kalimilk Potato, 10k



Orange, 6k

Green Tea, 10k

Hot Caramel, 10k

Lembutnya isi risoles keju :9




Fenomena Nenen-ers Kalimilk ini sudah ada sejak setahun lalu, atau bahkan lebih. Tetapi, aku baru sempat nyobain Kalimilk yang di Seturan tadi siang, bersama Lulu dan Ocha. Itu aja mumpung inget kalau aku belum pernah ke Kalimilk. Gak gahul banget ya, huhuhu...

Sebenarnya aku udah hampir pernah ke Kalimilk yang pertama, cuma waktu itu belum buka, baru buka jam 1 siang, gak jadi deh... Ternyata sekarang mereka buka lebih awal, jam 9 pagi. Menu di Kalimilk selain susu sapi segar berbagai varian rasa, juga ada makanan ringan kayak roti bakar, roti goreng, dan beberapa macam snack. Makanan paling beratnya adalah fetucini. 

Tadi kami bertiga pesan Green Tea, Caramel dan Orange. Makanannya Kalimilk Potato sama Risoles Keju. Kalimilk Potato itu kentang goreng ditaburi mayonaise, parutan keju dan bubuk lada hitam. Sedangkan risolesnya lembut gitu, dalamnya berisi potongan daging asap dan keju tentunya. Enak lho... Wajib dicoba! :9

La Vie Michi Dessert Cafe

Rabu, 04 Juli 2012

Siang tadi, aku bersama Lulu, Ocha, dan Firdha akhirnya kesampaian juga mencicipi sepotong cake yang sedang naik daun bernama Red Velvet. Harusnya sama Unin, tetapi yang bersangkutan masih betah ngendon di Klaten dan merelakan jatahnya buat orang lain, hehe. Tempatnya di La Vie Michi Dessert Cafe, Lantai 2 Mirota Kampus Palagan, Yogyakarta. 


Ternyata rasanya itu biasa aja. Cuma tampilannya aja yang lebih menggoda, berwarna merah hati dengan taburan kacang almond di atasnya. Manis di awal dan eneg pada akhirnya, persis kue-kue pada umumnya.


Red Velvet. lupa belom di-rotate #doh


Setelah biasa saja sama red velvet, tak berarti kami lantas pulang begitu saja. Ada sesuatu yang membuat kami jatuh cinta, yaitu tempatnya. Begitu masuk La Vie Michi Dessert Cafe, kami langsung dimanjakan dengan lagu-lagu berbahasa Amerika Latin, berasa di telenovela gitu. Sayang, gak ada Armando dan Paulina Braco, jaman kapan itu ya, haha.



Tempatnya didekorasi sedemikian rupa sehingga menjadi so cute. Ruangan berwarna putih dengan kursi berwarna pink imut dan gorden besar berwarna merah hati. Di atasnya ada hiasan semacam taman gantung dan beberapa sangkar burung, yang ternyata isinya lampu. Pokoknya tempatnya enak deh, cocok buat yang pengen ngobrol lama-lama disitu.


Varian cake-nya juga bermacam-macam, dengan kisaran harga maksimal 25k untuk cake dan tea-nya. Buat yang penasaran, aku kasih fotonya deh biar mupeng, haha. Please check this out! :D



Semua Itu Ada Hikmahnya

Senin, 02 Juli 2012

Entah otakku yang tetiba mau mikir sesuatu yang benar atau bagaimana, yang jelas aku ingin menulis tentang ini; hikmah dibalik segala sesuatu.


Ceritanya, weekend kemarin aku dan teman-teman Komunikasi menonton Solo Batik Carvial yang ke-5, di Stadion R. Maladi, Sriwedari, Solo. Hal ini mengingatkanku akan event dua tahunan yang juga ada di Solo, yaitu SIEM (Solo International Ethnic Music). Dari namanya sudah bisa disimpulkan bahwa ini sebuah pertunjukkan musik etnik oleh para musisi internasional. Event ini pertama kali ada di tahun 2007, saat aku masih duduk di bangku SMA. Aku baru kesampaian menontonnya saat perhelatan ke-3 di tahun 2010 lalu. Waktu itu, pernampilan yang paling aku suka datang dari OrkeStar Trio Singapore.




SIEM ini juga pernah menginspirasiku buat menulis tugas mahasiswa tingkat akhir a.k.a skripsi. Tapi ternyata, Allah berkehendak lain. Proposalku ditolak dan aku harus mencari ide lain untuk skripsi. Dan sekarang, saat penolakan beserta kesedihan itu telah berhasil aku lalui, aku baru sadar, bahwa aku harus berterima kasih atas penolakan waktu itu. Kenapa oh kenapa? Mau tahu jawabannya?




Tahun ini penyelenggaraan SIEM tidak begitu terdengar gaungnya, sampai beberapa malam kemarin aku membaca sebuah kalimat di newsletter Metro TV, isinya kurang lebih begini 'Kereta Kencana World Music Festival akan digelar di Pabrik Gula Colomadu, Karanganyar'. Aku tak pernah mengikuti berita tentang SIEM secara intensif, tetapi membacanya membuat ingatanku langsung menuju pada pertunjukan itu karena biasanya SIEM diadakan di bulan Juli.


Saat mencari berita lebih lengkapnya di internet, aku baru tahu kalau penyelenggaran SIEM tahun ini tidak seperti tahun-tahun sebelumnya. Ada permasalahan perizinan tempat yang merembet ke arah nama dan tema event akbar tersebut. Tahun 2010 lalu, SIEM diadakan di Stadion R. Maladi Sriwedari, tempat yang kemarin digunakan untuk pengadaan event 5th Solo Batik Carnival. Namun, untuk tahun ini kabarnya SIEM akan diadakan pada tanggal 4-8 Juli 2012 di Pabrik Gula Colomadu, Karanganyar. Perpindahan tempat ke luar wilayah Surakarta ini yang kabarnya menjadi salah satu pemantik perselisihan antara berbagai pihak yang terlibat dalam penyelenggaraannya.


Karena itulah sekarang aku merasa bersyukur tidak diizinkan menulis tentang SIEM di skripsiku. Bisa dibayangkan bagaimana dampaknya pada tugas akhirku jika aku benar-benar mengangkatnya sebagai tema. Terima kasih ya Allah, Kau telah tunjukkanku jalan yang terbaik. Semoga aku bisa lancar menjalaninya. Semangat skripsi! :D

Be A Good Aunty

Kamis, 28 Juni 2012

Ceritanya, pekan lalu aku seperti nggak niat ke Jogja. Datang Senin sore, pulang Rabu siang. Hari Selasa malam makan-makan sama teman-teman KKN, sisanya selonjoran di kosan. Ke perpustakaan kagak niat nyekripsi, cuma setor muka doang. Kalau nggak ada acara sama teman-teman KKN, berasa nggak worth it banget lah. Yang aku tunggu adalah hari Kamis, waktunya aku menemani si ganteng, Chelsea, piknik akhir tahun ajaran bersama TK Istiqomah Penumping, Solo.

Harusnya sang bunda yang menemani, tapi karena kakakku harus masuk kuliah, maka aku yang terlihat sangat selo ini menjadi penggantinya. Kakakku bilang kumpul di sekolahnya Eci (panggilan akrabnya Chelsea) jam 7 pagi dan kami janjian langsung ketemuan disana, jadi aku nggak perlu njemput Eci dulu.

Dasar penyakit mahasiswa, apalagi tingkat akhir yang sudah tak mengikuti kuliah pagi, maka susah bangunlah diriku. Karena kupikir kalau jam 7 pasti ada molornya setengah jam, maka aku jadi malas-malasan. Malah Mamahku yang heboh -nggak pengen cucunya pergi piknik sendiri tanpa ada wali- sampai akhirnya aku dianterin ke sekolahnya Eci.

Sesampainya disana, ternyata bus rombongan sudah berjajar rapi di pinggir jalan. Katanya Eci di Bus 1, eh, taunya di Bus 3. Udah gitu, ECINYA BELOM ADA! Yap! Eci belum datang sodara-sodara! Padahal eke sebagai walinya udah heboh takut ketinggalan bus. Mamah pikir Eci ada di Mangkuyudan, makanya beliau minta Ustadzah nunggu sebentar, mau dijemputin dulu. Yang paling ngeselin, aku yang nggak tau apa-apa malah kena semprot dari ustadzahnya itu! Katanya harusnya kumpul jam setengah 7, kenapa sudah satu jam belum datang juga? Padahal aku disuruhnya dateng jam 7. Hadeuh... -_-


Serombongan ustadzah panik. Mereka nelpon ke hape kakakku dan nggak dijawab. Mamahku juga datang dengan tangan kosong. Ternyata Eci nggak ada di Mangkuyudan! Lalu, kemanakah Eci?! (O.o)


Dengan inisiatif tingkat tinggi, aku langsung telpon ke ayahnya Eci. Benar saja, Eci bersamanya dan sedang perjalanan ke sekolah. Tak lama kemudian muncul kakakku bersama Adli. Ternyata mereka bawa 2 motor dengan masing-masing 1 anak. Eci dengan ayahnya, Adli dengan bundanya. Setelah Eci datang, aku langsung membawanya masuk ke dalam bus yang tak lama kemudian segera berangkat.


Setelah menempuh perjalanan lebih dari 1 jam, sampailah rombongan kami di Waterpark Tirtonirmolo, Prambanan. Letaknya di sebelah timur Candi Prambanan, di dalam kompleks Hotel Galuh. Dengan tiket terusan yang sudah dipesan oleh panitia, kami bisa masuk secara dan mendapat kupon gratis mengikuti beberapa wahana seperti becak mini, bioskop 3D, kereta mini, bom-bom car, dan komedi putar.


 

Lumayan melelahkan juga menemani Eci menghabiskan satu per satu kupon itu. Aku hanya bisa menemaninya di beberapa wahana saja yang orang dewasa juga diperbolehkan, kayak bom-bom car, bioskop 3D dan becak mini (sebagai tukang becak cantik keliling 4 kali putaran dong ya pastinya -_-).


Beberapa kali aku sempat kebingungan mencari Eci di antara begitu banyak anak seumuran dengannya. Untungnya bisa ketemu lagi, hehe... Alhamdulillah, senang rasanya bisa melihat tawa ceria si jagoan kecil itu bersama teman-temannya! :D
 
FREE BLOGGER TEMPLATE BY DESIGNER BLOGS